Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Keren!

Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Wahana Wisata Edukasi tentang Energi Listrik
Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Wahana Wisata Edukasi tentang Energi Listrik

Museum Listrik dan Energi Baru TMII adalah tempat wisata edukasi tentang energi listrik yang sekarang dikelola oleh PT PLN (Persero). Museum Listrik dan Energi Baru juga dikenal dengan sebutan Museum Listrik Taman Mini.

Museum ini sebelumnya dikelola oleh Kementerian ESDM. Tujuan didirikannya ya tentu saja untuk edukasi. Menampilkan pengetahuan-pengetahuan tentang energi listrik, eksperimen tentang energi listrik dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Rute Museum Listrik TMII

Alamat lengkap Museum Listrik ini adalah Taman Mini Indonesia Indah, Kramat Jati, Pinang Ranti, Cipayung, Jakarta Timur 13560. Ya mudahnya langsung ambil saja arah Tol Jakarta Outing Ring Road atau JORR. Lalu kamu bisa ambil pintu keluar TMII.

Setelah sampai di gerbang Taman Mini, sebaiknya kamu segera menyalakan GPS kamu lalu atur tujuan ke Museum Listrik dan Energi Baru. Taman Mini Indonesia Indah ini luas banget dan jalannya besar-besar, tetap berhati-hati.

Tarif Museum Listrik dan Energi Baru TMII

Akhirnya saya sampai ke Museum Listrik TMII ini atau dikenal MLEB. Saya disambut sama robot Bumble Bee besar. Masuk sih lagi-lagi saya gratis, tapi saya sempat lihat tertulis tiketnya Rp 10.000,-.

Cukup murah untuk sebuah wisata edukasi yang ada di Jakarta ini. Kenapa saya bilang cukup murah, ikuti tulisan ini sampai selesai, ya.

Wahana Museum Listrik dan Energi Baru TMII

Pas saya masuk MLEB sudah ada replika PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air, untuk mengoperasikan cukup mudah tinggal tekan 1 tombol, lalu air akan menggerakkan turbin lalu menggerakan generator dan menghasilkan listrik. Listrik yang dibangkitkan menyalakan lampu dan menggerakkan jarum ampere meter.

Di sebelah kanan wahana ini ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD jaman dulu, saya lupa tahunnya.

Nah lalu masuk ke ruangan museumnya. Di awal saya disuguhi naskah-naskah tentang sejarah ketenagalistrikan di Indonesia. Dimulai dari zaman kolonial Belanda dilanjutkan pada saat penjajahan dan dipuncaki perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang diwarnai perebutan aset-aset kolonial termasuk salah satunya aset kelistrikan, seperti pembangkit listrik, instalasi transmisi serta distribusi.

Di Museum Listrik TMII ini saya tahu bahwa Indonesia memiliki Hari Listrik Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Tapi nggak hari libur sih. Biasanya diperingati sama insan-insan kelistrikan di Indonesia.

Masuk lebih ke dalam lagi banyak maket-maket yang dipamerkan. Maket-maketnya yang dipamerkan di Museum ini tidak lepas dari kelistrikan. Mulai dari PLTU, PLTA, PLTGU dan lain-lain.

Di tempat ini juga banyak peragaan peragaan tentang listrik. Ada kereta listrik kecil, lalu ada peragaan tentang Energi Baru sesuai namanya MLEB, ada replika PLTN dan lain-lain. Buanyak pokoknya. Saya udah capek muterin dalemnya, akhirnya saya keluar.

Pas di luar ternyata banyak yang menarik juga, karena ada banyak pengetahuan soal energi listrik. Ada Kincir Angin besar, Oiya udah pada tahu belum nama pembangkit listrik tenaga angin? Yak betul, PLTB, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Selain PLTB ada rumah PLTS yang atapnya ditutupi panel surya.

Ada juga yang paling menarik ada kompor bertenaga matahari. Itu kaya semacam Cermin cekung besar yang diarahkan ke panci. Panas dari cahaya yang difokuskan oleh cermin cekung itu ke panci, dan pancinya jadi panas dong. Bisa buat masak. Kan irit banget itu, tinggal jemur aja. Hehehe.

Fasilitas Museum Listrik Taman Mini

Di sini selain melayani pengunjung Umum, juga melayani pengunjung Corporate. Jadi untuk perusahaan kamu yang ingin melaksanakan Employee Gathering, Seminar atau bahkan Training bagi Karyawan maka Museum ini sangat bisa memfasilitasi.

Di sini terdapat banyak ruang-ruang kelas, Masjid, Kantin dan lainnya.

Nah demikian kunjungan saya ke Museum Listrik di Taman Mini ini. Saya mau keluar dulu nyari Nasi Kuning dulu, buat sarapan. Eh ada apa enggak ya di Taman Mini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar