Sayur Ale, Sayuran Unik yang Bikin Sedap Masakan Tuban

Sayur Ale Tuban

Sayur Ale adalah sejenis sayuran berbentuk kecambah yang ada di Kabupaten Tuban. Sayuran ini merupakan kecambah dari biji klampis yang banyak tumbuh di Kabupaten Tuban.

Di Tuban Ale sangat lazim ditemui. Banyak makanan yang dicampur sama Ale, seperti sayur terong, terus apa gulai Ikan Nus, mangut dan lainnya. Saya yakin orang Tuban sendiri, sebenarnya enggak tahu Ale itu sayur apa dan terbuat dari biji apa. Yo ndak? Hehe.

Bacaan Lainnya

Tempat membeli Kecambah Ale

Ale ini terdapat di hampir semua pasar tradisional di segala penjuru Tuban. Nah tips dari saya, datanglah ke pasar pagi-pagi supaya mendapatkan Ale dengan kualitas terbaiknya. Tapi ya nggak perlu terlalu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB lah kamu ke pasarnya. Jam segitu di Tuban sudah ramai, matahari sudah terbit. Berbeda dengan Jakarta, jam segitu rasanya masih enggan meninggalka kasur, haha.

Harga Ale sangat murah, dengan Rp 1.000,- kamu sudah dapat sebungkus ale dan siap digunakan untuk masakan tiga kali makan. Jadi nggak usah ditawar lah ya. Hawong harganya udah murah lagipun rasanya nyos!

Masakan yang lazim dicampuri Sayur Ale

Seperti disinggung di atas, Ale di Tuban lazim sebagai bahan pelengkap. Belum ada sih yang bikin Ale sebagai sajian utama. Mungkin kalau tulisan ini viral, ada pengusaha kuliner Tuban tertarik membuat menu spesial Ale, ya Alhamdulillah. Ide saya sih dibuat urapan Ale, sambel ale dan lain-lain.

Nah makanan yang lazim dihidangkan dengan Ale adalah Mangut, Sayur Lodeh apalagi lodeh terong, duh kok ya kangen saya. Lalu bisa digunakan untuk tumisan atau orang Tuban bilang oseng-oseng dan bisa juga digunakan untuk sambel. Sambel Ale namanya. Rasanya nikmat sekali. Beruntung orang Tuban kenal dengan Ale.

Bahan baku Sayur Ale

Bahan baku Ale yang ada di Tuban adalah biji pohon klampis. Tau pohon klampis? Konon banyak tumbuh di desa-desa Tuban. Pak Bu Pemda hambok pohon-pohon khas gini ditanam di jalan protokol dan diberi nama. Ndak perlu lah nanam-nanam tabebuya karena nyontoh kota lain misalnya atau karena trend. Haha.

Petani ale di Tuban, dari yang saya baca juga kekurangan bibit ale karena populasi klampis yang terus berkurang.

Menurut Wikipedia Klampis adalah sejenis pohon dari suku Fabaceae penghuni sabana, hutan jati dan hutan musim di daerah kering atau agak kering. Pohon kecil ini ditemukan menyebar mulai dari India, Asia Tenggara, hingga Indonesia.

Tuban harusnya menjadi tempat sempurna bagi tumbuhnya pohon klampis karena memiliki iklim yang kering dan banyak hutan jatinya.

Rasa Sayur Ale

Saya pribadi mengenang Ale dari wanginya yang khas. Wangi Ale ini akan menambah sedap masakan di dalamnya. Tekstur Ale seperti kecambah lainnya agak ada crunchy-nya gitu.

Ketika ditambahkan pada sayur lodeh, maka akan menambah rasa segar pada sayur lodeh yang dimasak oleh orang Tuban. Ketika ditambah pada mangut yang pedas itu, maka akan menjadi selingan-selingan yang mengejutkan, hehe. Terus ketika dibikin sambel, ya jangan ditanya, wuenak.

Dimana warung yang memiliki menu Ale

Wah sebenarnya buanyak warung-warung di Tuban yang menjual menu makanan berbahan Sayur Ale. Namun sayangnya belum menjadi menu andalan. Dengan postingan ini, mungkin akan menggairahkan industri makanan berbahan sayur Ale. Jadi saya kalau kamu kangen Ale, yuk ke Tuban. Selain kulinernya yang mantab-mantab, Tuban juga memiliki banyak pilihan destinasi.

Yuk!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. iso digawe bisnis lur. Aku keturunan ke 3 dari mbah yang masih menjalankan produksi ale. Dan bisa di bilang pelaku utama dan pertama kaline ale muncul di plandirejo ya nenek saya.