Media Sosial dan Makin Berkembangnya Baju Koko

Baju Koko Lengan Pendek
Sumber : www.thestar.com.my

Pagi itu jalanan di kawasan tanah abang basah karena beberapa hari ini memang sering diguyur hujan. Beberapa pedagang di kawasan itu sudah sibuk menata dagangannya. Maklum dekat dengan ramadhan seluruh orang berlomba-lomba untuk mencari busana yang terbaik dalam rangka tampil cic saat lebaran nanti. Mengapa tidak nanti saja belanjanya toh sekarang masih bulan April dan lebarannya menurut kalender yang beredar juga masih Juni nanti. Pertanyaan ini mungkin menggelantung di setiap benak orang yang baru pertama melihat fenomena tahunan di pasar tekstil terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Tidak jauh dari pasar Tanah Abang, Anton begitu orang menyapanya. Di dalam ruang kantor, sedang sibuk menggeser-geserkan jari di layar smartphone. Nampaknya dia sedang mengamati fesyen yang yang sedang di media sosial. Media sosial memang akhir-akhir ini menjadi sebuah fenomena. Memasuki seluruh sendi kehidupan orang Indonesia, dari mulai politik, agama sampai selera fesyen pun tidak luput dari jamahan media sosial. Orang-orang seperti Anton, sudah banyak berterbaran di berbagai tempat.

Di berbagai publikasi memang menyatakan bahwa memang telah terjadi perubahan perilaku khususnya fesyen pria. Anggapan bahwa pria adalah makhluk yang abai dengan fesyen, sepertinya harus direvisi. Link Fluence merilis bahwa terjadi peningkatan penggunaan tagar #mensfashion di platfrom instagram naik 49% dari April 2016 sampai dengan April 2017. Tentu ini sangat berdampak kepada industri fesyen itu sendiri. Contohnya Burberry salah satu powerhouse Fesyen seperti dirilis oleh Huffington Post harus membayar putra David Beckam untuk dapat difoto dalam salah satu iklan mereka. Pertimbangannya bukan lagi soal kecerdasan atau kejeniusan si anak, namun lebih disebabkan karena si anak memiliki follower 6 juta.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Kurang lebih sama. Untuk memuaskan para pria yang sudah sadar fesyen ini, beberapa brand dari yang besar sampai pemain baru ramai-ramai menggunakan endorser dari media sosial. Ada setidaknya ada 20 Brand dalam undangan pernikahan Artis Viky Prasetyo dan Angel Elga. Tentu kita tahu Viky adalah artis yang memiliki jumlah Follower yang fantastis dan undangan dengan 20 brand tersebut juga diposting di media sosial pribadi milik sang artis. Tentu publik mahfum, bahwa 20 brand tersebut mengincar efek influence dari jumlah follower Viky Prasetyo yang fantastis itu.

Walaupun demikian, faktanya media sosial bukanlah satu-satunya faktor seseorang khususnya pria memilih fesyen. Faktor pengembangan produk juga menjadi salah satu faktor kunci selain media sosial. Kita tentu melihat perkembangan fesyen pria yang sangat pesat. Kita mulai saja dari produk fesyen Muslim. Saat ini sudah banyak sekali model baju muslim pria atau sering disebut baju Koko. Dari yang awalnya cuma baju lengan panjang dengan krah berdiri dan minim motif, saat ini kita bisa saksikan betapa bervariasinya produk fesyen pria Muslim tersebut. Katakanlah dari baju koko lengan pendek yang saat ini menjadi trend.

Bajo koko lengan pendek sebenarnya baru-baru ini saya meledak. Menurut saya, peristiwa tersebut tidak lepas dari peran Alm. Ustad Jefry Al Bukhari. Beliau Ustadz yang menabrak patron saat itu, alih-alih bahwa pendakwah haruslah yang berpakaian serba panjang dan longgar menjadi pendakwah yang berpenampilan trendi dengan baju koko yang lebih ringkas yaitu dengan baju koko lengan pendek. Setelah itu semakin banyak tokoh-tokoh selebritas yang tidak sungkan menggunakan baju koko yang semakin trendy tersebut. Di antara mereka banyak juga yang aktif bermedia sosial tentu dilengkapi dengan fesyen baju koko tadi.

Trend baju koko lengan pendek yang “dipopulerkan” Ustadz Jefry Al Bukhari tadi terus dikembangkan dan digunakan oleh Ustadz zaman sekarang. Walaupun para Ustadz tersebut tidak melakukan endorse profesional di media sosial, tetapi jumlah follower yang fantastis tentu menjadi faktor positif juga untuk mempengaruhi fesyen Muslim Pria di Indonesia. Saya lihat di beberapa akun media sosial sang Ustadz, selalu saja tampil hangat dengan berbalut busana Muslim tentu dengan berbagai variasinya.

Faktor media sosial, artis dan Ustadz yang aktif di media sosial serta para produsen yang selalu aktif mengembangkan lini produksinya akhirnya menjadi sebuah kombinasi yang pas untuk mempengaruhi selera fesyen pria di tanah air.

4 thoughts on “Media Sosial dan Makin Berkembangnya Baju Koko

  1. Akhir-akhir ini memang fashion cowok mulai naik daun. Di marketplace biasanya sekarang sudah banyak cowok yang nyari produk-produk fashionable seperti sepatu kulit, tas kulit, kemeja, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *