Keluarga Baru itu Bernama Blogger Tuban

Blogger Tuban
Blogger Tuban

Saya sudah lama sebenarnya ikut dalam group Facebook Blogger Tuban, tapi baru kali ini benar-benar merasa menjadi bagian dari keluarga besar blogger Tuban. Suatu hari salah satu Administrator Group Blogger Tuban membuat postingan, intinya adalah beliau meminta masukan kepada anggota group blogger Tuban. Kita tahu selama ini group FB Blogger Tuban seperti tidak terurus, semua postingan masuk tanpa saringan dan moderasi.

Karena jiwa kebanggaan terhadap Tuban, saya langsung menggebu-nggebu menjawab tantangan untuk memberi saran tersebut. Saya memberikan saran cenderung bawel bin cerewet, lha gimana? gemes je. Setelah beberapa saat, saya di inbox sama Mas Moti (yang tadi bikin postingan minta saran). Deg-degan juga saya. Jangan-jangan saya terlalu bawel terus diperingatin atau bahkan mau dikeluarin dari Group hehehe.

Bacaan Lainnya

Ternyata, Mas Moti menawari saya untuk jadi salah satu pengurus group. Mungkin beliau ndak tau kalau saya juga sedang tidak di Tuban, setelah tahu mungkin beliau juga kecewa. hehehe. Karena nggak enak dan senang juga sebenernya, saya iyakan tawaran tersebut. Namun saya belum sekalipun menggunakan kewenangan saya sebagai administrator group. Saya ndak berani, takut kualat sama sesepuh Blogger Tuban.

Walaupun belum menggunakan wewenang sebagai admin group FB, saya tentu ndak mau makan jabatan buta. Saya usulkan untuk membuat group WA saja bagi anggota group yang berminat berkomunikasi lebih intensif. Eh ndak dinyana-nyana Mas Moti setuju dan bahkan mendukung. Duh seneng saya. Beberapa hari berlalu sejak percakapan saya di messenger facebook itu. Group WA yang saya janjikan ndak kunjung saya buat. Saya masih sibuk ngurus kerjaan dan anak. hehehe.

Suatu hari saya ndak enak juga tiap hari ditanya sama Mas Moti. Akhirnya saya buat deh itu Group WA Blogger Tuban. Padahal selain urusan anak dan kerjaan, saya sebenernya sedang merayu beberapa kawan untuk menjadi pengurus group WA itu. Saat itu saya merayu Mbak Sofi yang sekarang juga sudah jadi anggota Group WA Blogger Tuban. Sofi ndak bersedia kalau dijadikan pengurus karena lagi sibuk sama Pascasarjananya.

Saat membuat group WA, kan pertama kali yang tanyakan adalah nama groupnya, kemudian anggotanya. Pas anggota yang keinget baru dua nama Mas Moti (ya iyalah, mau kualat?) dan Mas Djoe. Keduanya saya belum pernah ketemu secara fisik, tapi saya yakin mereka baik-baik hawong tulisan-tulisannya keren je. Untuk Mas Moti, jelas ya alasannya, hawong dia admin group blogger Tuban masak ndak tak masukin ke group WA-nya. Nah untuk Mas Djoe ini menarik.

Mas Djoe, saya mengenal saat share artikel di group FB Blogger Tuban. Kalau nggak salah saya waktu itu share blog saya yang lama (belum yang ini). Saat itu Mas Djoe tiba-tiba message saya. Saya dipanggil master coba? hawong saya ini siapa kok dipanggil master. Mas Djoe terus antusias tanya-tanya soal blog. Saya yang sebenernya juga masih awam, mencoba menjawab, walaupun jawabannya mungkin ndak memuaskan rasa ingin tahu Mas Djoe.

Nah semangat Mas Djoe itu yang dibutuhkan oleh Blogger Tuban untuk berkembang. Akhirnya saya buat group tersebut dengan tiga anggota awal tersebut. Saya ragu add anggota baru, tapi Mas Moti selalu menanyakan “Apa ada anggota baru?” Batin saya langsung bilang “Wah nantangin nih Mas Moti?” Saya langsung menghubungi temen-temen saya yang lain. Sebut saja Mas Widi yang saya kenal di dunia maya dan pernah ketemu dua kali pertama di Bandung (di Mall apa gitu) kedua pas di Car Free Day Jakarta. Kemudian Sofi, Mas Aminuddin yang sudah aktif diberbagai komunitas internet dan lain-lain. Ada juga Mas Hisyam admin CTB yang keren itu juga gabung sama group WA Blogger Tuban.

Saat ini Group WA yang saya dirikan sudah beranggotakan sekitar 26 orang. Bagi saya 26 orang sudah sangat besar untuk sekedar membombardir traffik google ke berita-berita positif tentang Tuban. Setelah sebanyak itu anggota, giliran saya yang selalu bawel ke Mas Moti untuk segera membentuk kepengurusan baru mumpung anggotanya masih pada semangat, lagi on fire semuanyalah istilahnya. Saat ini Alhamdulillah Mas Moti sudah menyambutnya dengan baik. Tapi kami masih mencocokkan waktu untuk diskusi.

Mimpi saya selanjutnya, saya ingin membuat sebuah giveaway sebagai rasa syukur saya karena sudah menemukan keluarga baru yang keren bernama Blogger Tuban ini. Tapi yang lebih utama semoga Blogger Tuban bisa bertahan dan mengawal Tuban untuk menjadi Kabupaten yang Maju dalam segala hal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 Komentar

  1. Mas Djoe. Nama yang asik. Tapi bikin saya bertanya. Djoewoto atau Djoenaedi. Dan keduanya saya sdh pernah bertatap-tatapan. Gak cuma muka aja.. ??

  2. Heladalah !!! Teringat masa dulu saya ketika semua orang saya panggil Pak master, bumaster, Dan Mbk master . Ketika bertannya. iya jawabannya kangrudi ndak pernah nyambung hahha pis damai master,

    #Blogger tuban jaya diudara