Cerita Pindahan Rumah dengan Go Box

Go Box

Alhamdulillah, walaupun masih seadanya dan sederhana, saya berhasil memiliki rumah. Akhirnya jadi alumni kontraktor, hehehe. Saya tinggal dan bekerja di Jakarta sudah hampir delapan tahun. Ya ternyata sudah lama saya di Jakarta. Selama 8 tahun itu saya ngekos dan terakhir ngontrak karena sudah keluarga. Nah masalah besar bagi saya saat pindahan itu adalah pengangkutan barang.

Jangan salah, saya dulu ngekos, kamar saya cuma seukuran 3 x 2,5 meter, tapi ternyata barangnya banyak. Saya butuh waktu hampir 3 hari untuk memindahkan ke kontrakan saya menggunakan motor. Saya ngontrak di rumah petak. Bukan rumah petak yang kamarnya nggak ada pintunya sih. Ini ada kamarnya yang benar-benar kamar, kemudian ruang tamu kecil, kamar mandi dan dapur. Dengan kontrakan kaya gitu, udah pasti barangnya lebih banyak ketimbang kosan saya sebelumnya.

Berhari-hari sebelum saya pindahan ke rumah baru, pikiran saya selalu bingung mikirin gimana caranya ngangkut barang segitu banyak dengan berbagai jenis itu. Saya tanya kawan-kawan saya. Mereka banyak yang menyarankan menggunakan Go Box. Awalnya saya mau langsung kontak pemilik truk, tapi urung saya lakukan. Sehari sebelum hari H, saya putuskan install aplikasi Go Jek. Lho kok Go-jek? Ya iya kan Go Box ini satu grup sama Gojek.

Saya pesan pagi untuk jam 11 siang. Ini kerennya Go Box bisa dipesan jauh-jauh hari sebelum pindahan dilakukan. Saran saya juga, mending pesen jauh-jauh hari untuk jaga-jaga dan lebih baik persiapannya matang kan? Jangan lupa pesan tenaga untuk angkat-angkatnya juga. Kecuali kalau kamu kuat ya ndak usah pesan tukang angkat-angkatnya. Di Gobox bisa juga pesan itu dan harganya pun murah, pas saya waktu itu cuma 75 ribu / orang. Oiya lupa kamu isikan ya kira-kira barang apa aja yang akan diangkut. Ini akan memudahkan driver untuk membawa peralatan dan persiapan teknik pengangkatannya.


Setelah pesan, saya berbenah barang-barang. Mengemasi yang belum dikemasi. Jangan lupa lepas AC dan kawan-kawannya. Kalau enggak bisa ya minta bantuan sama tetangga. Makanya yang baik sama tetangga supaya dibantuin pas butuh. Hehehe. Ternyata jam 10.00 WIB turun hujan yang cukup lebat. Ya Allah… Untung saya sudah bilang ke drivernya bawa terpal. Sampai jam 11.00 belum juga reda. Drivernya juga belum muncul, karena memang percuma juga datang, enggak akan bisa naikin barangnya ke Truk.

Jam 12.00, hujan mulai reda dan drivernya sudah telpon saya untuk menuju rumah saya. Sambil menunggu saya Sembahyang Dhuhur dulu. Setelah beberapa saat menunggu, datanglah truk engkel yang saya pesan. Duh saya deg-degan. Akhirnya saya pindah juga dari kontrakan. Saya bilang sama Drivernya minta yang berat-berat dulu yang dimasukkan. Jadilah itu Kasur, Lemari, Kulkas, Meja dapur dan lain-lain masuk semua. Dilanjutkan dengan dus pakaian, mainannya anak saya masuk. Terakhir motor dan sepeda. Semua pas dan terangkut semua. Nah ini enaknya kalau ngasih tau detail barang kita ke Drivernya. Setelah itu saya sempatkan berdoa, semoga ditempat yang baru saya dan keluarga mendapatkan rahmat dari Allah.

Ini momen paling sedih sih. Teringat perjuangan saya menemukan kontrakan ini. Nyari kontrakan sama susahnya dengan nyari rumah, gampang-gampang susah. Sampai pada suatu hari saya putus asa, kemudian ada temen telpon dan tiba-tiba menawarkan kontrakan keren ini ke saya. Pada hari itu juga saya lihat dan saya yakin ini kontrakan yang saya cari. Sayapun ketemu dengan pemilik kontrakannya dan mulai memindahkan barang dari kosan saya yang lama. Terakhir ya saya boyong keluarga kecil saya ke Ibu Kota. Duh jadi sedih.

Perjalanan Truk pun dimulai. Menyusuri jalanan Jakarta yang kalau sore hari macet parah itu, truk secara pelan namun pasti membelah jalanan. Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya saya sampai di rumah baru saya. Tukang angkat yang ikut dalam truk saya tadi pun dengan cekatan membongkar dan menurunkan muatan dalam truk dan memasukkan ke dalam rumah saya. Mereka kaya udah profesional banget. Jadi jangan khawatir dengan barang-barang yang diangkut.

Setelah selesai, saya bayar sesuai dengan harga yang tercantum di dalam aplikasi. Truk pergi dan sayapun harus memulai hidup baru di rumah mungil ini. Semoga Allah memberkahi kami. Amiin.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

24 thoughts on “Cerita Pindahan Rumah dengan Go Box

  1. Halo,

    Mau nanya, berarti jumlah barang yg dibawa tidak mempengaruhi harga sewanya ya?
    Misal sewa pick up, isi cuma 1 rak dibanding rak dengan koper2, akan sama saja yan

    Tks.

  2. saya baru rencana pindahan minggu depan, agak ragu tadinya apa iya go box bisa dipakai untuk pindahan rumah, secara ada batasan berat dan dimensi dalam aplikasi, tapi begitu baca cerita ini jadi tenang deh makasi lho …. hehee… soalnya memang lebih ekonomis saya cek mobil bak untuk tujuan saya 400rb driver saja dan 500rb dengan jasa angkut .. mobil pick up lho ya

    dan saya cek go box :
    – pick up 268,000 + 50rb kalo pakai jasa angkut
    – truk engkel 396,000 + 75rb jasa angkut

    beda nya jauh bgt ya?? hehehe mending engkel deh sekali angkut ga perlu 2x atau 2 mobil lebih murah pula… horeee…

  3. Kang, mau tanya beberapa hal ya:
    1. Untuk pindahan dengan barang sebanyak itu dan sebesar2 itu (kasur, lemari, dsb) waktu itu pesan berapa orang untuk angkut2nya?
    2. Drivernya ikut angkut2 atau bener2 cm nyetir aja?
    3. Dengan barang sebanyak itu, ambil asuransi yg berapa waktu order di aplikasi?
    4. Sewaktu pindahan, Kang Rudi ikut di mobil truknya atau dilepas aja semua ke Driver pun aman menuju lokasi baru?
    5. Kasih tips lagikah ke lifter dan drivernya?

    Mohon infonya ya berhubung akhir pekan ini saya harus pindahan. Mau pakai jaga gobox rencananya krn barangnya jg banyak. Terima kasih.

    1. 1. Saya pesan satu orang, dan saya bilang ke Sopirnya utk bantu2 dan saha bayar sesuai satu orang tadi.
      2. Sopirnya nyetir saja, tp dalam kasus saya, saya minta tolong sopirnya utk angkat2 juga.
      3. Saya sih nggak pakai asuransi.
      4. Saya ikut dalam truk, saya nggak berani ngelepas, walaupun sebenarnya aman2 saja sih
      5. Saya nggak kasih, saya kasihnya sesuai yg tertera di aplikasi dan tambah biaya sesuai tarif tenaga kepada sopirnya.

      Semoga membantu.

  4. Truk engkel itu yg baknya tinggi, kan? Ga seperti di gambar ikon truk engkel di go box? Lagi mau nyoba nih, tp takut salah pesen

  5. Alhamdulillah udah bisa punya rumah.

    Wah … enak sepertinya pakai Go Box. Tapi karena nanti aku akan pindahan dari kosan ke kontrakan, semoga dimudahkan juga beli rumah nantinya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *