Wingko Babat Dikenal Khas Semarang, Padahal Asli Babat!

Wingko Babat Dikenal Khas Semarang Padahal Khas Babat

Wingko Babat adalah makanan khas Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Makanan yang memiliki bahan baku utama beras ketan dan kelapa ini memang menjadi kudapan favorit saya sejak lama.

Cerita ini sebenarnya berawal dari tahun 2008. Di tahun 2008 saya harus keluar dari Tuban, kenapa? Ya karena saya mendapatkan beasiswa salah satu BUMN yang sebut saja PLN. Saya mendapatkan beasiswa di Politeknik Negeri Semarang. Siapa nih pembaca blog ini yang dari Polines, kita sealmamater genks.

Bacaan Lainnya

Saat awal menginjakkan kaki di Semarang, yang pertama kepikiran adalah lunpia. Eh bener enggak tulisannya Lunpia? Ya maklum saya adalah penggemar lunpia, dan saya sudah lama mendengar bahwa Semarang adalah gudangnya lunpia.

Lalu di suatu hari, saya ingin pulang ke Tuban dan ingin membawakan oleh-oleh. Saya tanya teman kampus yang asli Semarang, kira-kira dimana tempat beli oleh-oleh dari Semarang. Jawabannya saya diajak ke Jalan Pandanaran, Semarang. Ada toko oleh-oleh Bandeng Juwana.

Pas masuk saya kaget ternyata dijual juga Wingko Babat. Tulisannya memang wingko Babat. Tapi saya tetap pada tujuan awal saya, beli lunpia.

Cerita Wingko Babat Selanjutnya

Setelah beberapa lama saya menempuh beasiswa. Akhirnya saya lulus. Habis itu langsung bekerja di kantor yang memberi saya beasiswa.

Nah pas tau saya dapat beasiswanya di Polines. Banyak teman-teman kantor yang nitip wingko babat khas semarang katanya.

Lho? Kok khas Semarang? wingko ini khas Babat woy. Tapi ya menurut saya enggak apa-apa, yang penting masih ada kata Babatnya. Pasti suatu hari akan tau kalau Babat itu adalah nama daerah tempat asal Wingko Babat.

Sekilas Tentangnya

Wingko Babat berasal dari Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Makanan ini banyak dijajakan oleh pedagang-pedagang kecil di sekitar jembatan Babat yang merupakan perbatasan Tuban dan Lamongan.

Kalau kamu naik Bis dari Surabaya ke Tuban atau sebaliknya kamu pasti melewati jembatan ini. Dan ketika sampai di Jembatan ini pasti banyak pedagang asongan yang naik dan menawarkan wingko ini. Kalau berminat silakan beli dan jangan lupa ditawar, ya.

Saya dapat kabar juga bahwa makanan berperan hantaran saat acara lamaran masyarakat setempat. Budaya lamaran menggunakan hidangan ini sebenarnya juga mirip dengan Adat Pernikahannya orang Tuban. Di Tuban wingko berperan sebagai pendamping untuk gemblong yang merupakan menu utama tradisi nggemblong.

Tempat Beli Wingko Babat

Tempat beli makanan ini sudah saya singgung sebelumnya, yaitu di jembatan Babat. Di jembatan ini banyak pedagang asongan yang menawarkan kudapan yang memiliki rasa manis dan gurih ini. Selain di Jembatan Babat, kudapan ini juga banyak tersedia di pasar Babat dan sepanjang jalan depan pasar Babat.

Intinya makanan ini banyak penjualnya, tentu dengan berbagai variasi harga. Kamu tinggal pilih yang sesuai dengan selera kamu. Tenang harganya enggak bakal bikin kantong kamu jebol.

Nah kalau saya sendiri, kemarin barusan beli di salah satu toko Wingko. Nama tokonya Loe Lan Ing Omah Wingko. Tokonya terlihat modern, dan terdapat puisi wingko, yang intinya adalah harapan suatu saat wingko menjadi makanan asli Indonesia yang mendunia seperti layaknya pizza.

Toko ini berada di Jalan Raya Babat – Bojonegoro No.189. Sangat mudah dikenali karena desainnya yang keren dan terlihat homy.

Harga Wingko Babat

Tentang harga wingko, sudah saya singgung sebelumnya, bahwa banyak variasi harganya. Ya sesuai dengan selera kamu lah. Nah saya mau cerita yang ada di Omah Wingko aja, soalnya saya kemarin dari sana. Ada kemasan kotak panjang yang isinya bungkusan kecil-kecil, saya lupa jumlahnya tapi banyak kok. Harganya sekitar Rp 85.000,00.

Lalu ada juga yang berbentuk bulatan gitu, untuk yang ukuran besar harganya Rp 65.000,00 kalau tidak salah per bulatannya. Nah yang bulat kecil harganya Rp 25.000,00.

Nah yang saya beli itu seluruhnya varian rasanya yang original. Banyak varian rasa di sini, saya tidak sempat menanyakan harganya, karena saking banyaknya. Tapi sepertinya bedapun enggak jauh kok.

Rasa Wingko Babat dan Teksturnya

Secara umum, makanan ini memiliki rasa yang manis dan gurih. Paling enak sih kalau menggunakan kelapa muda dan dengan resep yang tepat. Teksturnya agak lengket, tapi tidak terlalu lengket karena biasanya makanan yang ada kelapanya, akan berminyak.

Ketika digigit ada rasa kriuknya gitu. Tergantung dari kualitas kelapanya sepertinya. Tapi sumpah enak banget. Enggak sampek kek mo mati kok.

Kalau kamu ke Semarang kamu wajib makan makanan ini, dan ingat bahwa makanan enak ini aslinya dari Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Dan kalau kamu mau berkunjung ke Babat, tempatnya gampang banget dijangkau, karena ini benar-benar di jalur Pantura yang merupakan jalur tersibuk di Pulau Jawa.

Demikian tulisan saya tentang Wingko Babat. Oiya soal saya kerja di PLN, saat ini saya sudah resign dari perusahaan yang keren banget itu. Listrik adalah masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 Komentar

  1. Hahahah kenapa gitu yak closingannya wkkwkwwk ngekek sendiri deh aku.
    Btw inget wingko jadi inget ayah. Suka banget beliau sama wingko. Tapi ga ngeh juga soal babat babatnya ituu hihi

  2. Hahaha… penting banget ya endingnya ditegaskan kalau udah resign dari PLN.

    Saya suka wingko Babat, pernah lewat Babat pas perjalanan ke Bojonegoro, dan banyak kios yang jual wingko di pinggir jalan.

    Nah, dari dulu saya juga heran, Babat itu kan wilayah Jatim, kok bisa-bisanya dibilang wingko babat itu oleh-oleh khas semarang, yang notabene wilayah jateng.

  3. Hahahah iya saya kira juga gitu, wingko babat berasal dari Semarang. ternyata dari lamongan. Udah lama juga sih gak ke Semarang, jadi kangen sama wingko babatnya

  4. Sama nih, wingko Babat juga menjadi menu kudapan favorit saya di sore hari. Iyaa, bener berasal dari Babat sesuai namanya :) Lunpia Semarang juga enak ko wkwkkw

  5. Jujur, saya baru tahu kalau ada daerah yang namanya Babat. Daan saya juga belum pernah makan wingko babat. Hahaha…kemana saja saya selama ini ya…
    Semoga nanti ada waktu saya ke Semarang eh ke daerah Babat, biar bisa coba wingko babat di tempat asalnya.

  6. Aku juga tahunya wingko babat itu dari semarang. Dulu pas pertama nyicip juga dibawain dari semarang… ternyata asalnya dari daerah babat toh…
    Sekarang mah banyak panganan namanya wingko babat, serupa juga rupa dan rasanya. Di kolon progo (diy) pun ada daerah yang produksi wingko babat…

  7. Wajib coba panganan yang satu ini kalau singgah ke Babat kabupaten Lamongan. Apalagi mencarinya juga gak terlalu sulit ya, ada di sekitaran jembatan babat . Dan next cerita selanjutnya ke tahun 2008 ya, penasaran.

  8. Ya, jadi ingat waktu kuliah di Jakarta, ada teman dari Semarang, eh, bawa oleh2nya ternyata wingko babat.
    Sip kang! Menunggu tulisan berikutnya ttg alasan resign dari BUMN yg keren itu. He..