Ternyata Begini Rasanya Wisuda

Wisuda
Wisuda

Akhirnya saya lulus juga. Jadi keinget dulu perjuangan kuliah. Hehehe. Saya sudah menulis mengenai akhir kuliah saya, tapi saat itu masih pada tahap mendapatkan ACC kelulusan. Nah kemudian pada suatu hari saya melihat website baak kampus kebanggaan saya itu, saya lihat kok ada pengumuman briefing wisuda dan tanda tangan ijazah. Duh rasanya kaya mau lulus dari apa gitu.

Pada hari selasa tanggal 13 September 2016, saya hadir disebuah ruangan yang sudah dipadati calon wisudawan. Rasanya udah mulai deg-degan, sedikit agak bangga tapi nggak sebangga mereka yang memang niat kuliah untuk meningkatkan kualitas hidup. Saya masuk dan acara sudah dimulai, telat lagi ternyata. Kebiasaan kuliah belum ilang. hehehe.

Setelah saya mengambil duduk dipojok depan, saya menyimak beberapa materi tentang teknis wisuda yang akan dilaksanakan pada hari Selasa depan tanggal 20 September 2016 di gedung JCC. Tahu JCC kan? Itu gedung pertemuan yang penuh gengsi di bilangan Senayan Jakarta. Dosen yang mengisi briefing selalu mengingatkan urutan langkah wisuda, pertama nunduk kemudian digeser kucirnya, kedua menerima ijazah dan terakhir salaman, jangan dibolak-balik.

Setelah itu kami mengantre di baak untuk tanda tangan ijazah dan mengambil undangan serta toga. Antreannya panjang banget, lhawong seluruh prodi di fakultas TI je yang ikut antri. Setelah mengantri lama, tibalah giliran saya. Kebiasaan saya kalau tandatangan hal penting gini suka grogi dan malah tandatangannya salah, makanya saya latihan dulu beberapa kali tandatangan untuk melatih otot-otot tangan. Tsaaah… Tandatangan Ijazah lancar dilanjutkan pengambilan toga dan undangan.

Terus sampai rumah, saya baru sadar bahwa momen penting briefing tadi ndak saya abadikan baik foto maupun video. Duh Rugi. Setelah menunggu beberapa hari akhirnya hari Selasa tanggal 20 September 2016 datang. Jujur saya nggak deg-degan sama sekali hawong sejujurnya saya agak malu, saya kayanya termasuk mahasiswa yang betah di kampus.

Pagi-pagi saya bangun agak pagi dari biasanya. Lha yaiya daripada saya ndak bisa ikut wisuda. Setelah bebenah saya berangkat jam setengah 7 dari rumah, atau 30 menit lebih awal dibandingkan biasanya saya berangkat ke kantor. Saya naik motor bersama anak dan istri saya ke tempat wisuda. Tuh saya itu udah punya anak dan istri tapi baru wisuda. hehehe. Setelah sampai di JCC saya parkir motor dan menuju ke tempat wisuda.

Saya dianter ke JCC, setelah itu istri saya pesen ojek online dan pulang 😀 Jadilah saya wisuda sendirian. Saya langsung masuk ke arena wisuda dan masalah pun terjadi. Saya nggak tahu nomor kursi saya. Saya tanya sama panitianya mereka jawabnya ada di bukti terima undangan. Duh lupa bray saya ndak bawa. Saya tanya lagi mungkin bisa dilihat dari NIM-nya. Untungnya panitianya bisa ngetrace tempat duduk saya, dan lebih serunya saya berada dideretan depan. Hahaha. Mentang-mentang mahasiswa tua ditaroh depan.

Acara mulai saya kok tiba-tiba deg-degan padahal awalnya sempet tertawa kecut karena ditaruh paling depan. MC-nya suaranya keren artikulasinya jelas, nggak ada selingan batuk atau dehem sedikitpun. Acara sambutan-sambutan hingga orasi ilmiah silih berganti, dan sampailah acara puncak yaitu pelantikan. Apa itu pelantikan? Itu lho yang menggeser kucir topi toga dari kiri ke kanan. Satu-satu persatu dipanggil, karena saya deretan depan, jadi saya termasuk yang dipanggil.

Ketika menunggu giliran saya merapal mantra “Nunduk, terima ijazah dan salaman” gitu terus di dalam hati supaya ndak lupa dan malu-maluin. Tiba-tiba MC-nya bilang “Fakhruddin” terus saya tunggu lagi kok nggak ada lanjutan “Lulus dengan predikat cumlaude” hehehehe. Kalau nggak ada berarti bener saya yang dipanggil. Saya maju dan nunduk kemudian menerima ijazah dan terakhir salaman. Duh Alhamdulillah lancar.

Kemudian saya duduk lagi ditempat semula “menonton” kebahagiaan kawan-kawan seperjuangan saya, kadang juga diselingi tawa karena ada yang lupa urutannya ada yang salaman dulu ada yang minta ijazah dulu ada yang toganya sampai copot gara-gara sanggul yang kelewat heboh dan lain-lain.

Setelah lama menunggu akhirnya upacara sakral ini selesai. MC menutup dengan haru dan bangga. Kemudian peserta wisuda berhamburan keluar. Saya pun ikut cepet-cepet keluar soalnya ada meeting di kantor. hehehe. Pas saya keluar, duh ada pemandangan yang luar biasa. Ini kawan-kawan saya ada yang disambut pakai bunga dan pelukan, ada yang kelihatan terburu-buru untuk memberikan bunganya, ada yang ketika keluar pintu disambut penuh senyum bangga. Saya sengaja memelankan langkah saya. Saya ingin menikmati ekspresi mereka, ekspresi kebahagiaan.

Finally perjuangan saya selama 6 tahun terbayar tuntas pada hari itu. Terimakasih semuanya yang telah membantu saya menyelesaikan kuliah 😀 Untuk kawan-kawan seperjuangan saya semoga kesuksesan dan keberkahan mewarnai hidup kalian.

 

8 thoughts on “Ternyata Begini Rasanya Wisuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *