Kuliner Legendaris Tuban : Tahu Petis Lapangan Merakurak

Tahu Petis Lapangan Merakurak
Tahu Petis Lapangan Merakurak – Tuban

Magrib baru saja selesai, biasanya inilah waktunya orang Tuban keluar rumah untuk sekadar menikmati malam atau mencari kudapan bahkan makan malam. Tetapi malam ini sepi alih-alih ramai. Tidak mengherankan karena hujan baru saja usai membasahi bumi wali.

Saat Tuban terbuai dengan dinginnya malam, di sudut lapangan Merakurak terdengar suara srang-sreng orang goreng tahu. Dengan suara kompornya yang khas, saya menyebutnya kompor howos karena bersuara howos-howos saat menyala apinya. Dulu menggunakan minyak tanah yang dipompa sekarang gunakan tabung gas tekanan rendah atau LPG.

Saya yang malam ituf kepengen banget makan tahu petis, mulai menyusuri jalan desa Kapu yang sepi juga. Pelan namun pasti saya menuju ke sudut lapangan merakurak. Letak warung tahu petis ini tepat di sudut barat laut lapangan Merakurak. Bukanya habis Magrib kalau tutupnya saya ndak tau. Tapi sepertinya sampai menjelang tengah malam.

Tahu Petis Lapangan Merakurak
Foto : Owner Tahu Lapangan Merakurak

Saya menstandar motor tepat di depan meja jualannya tahu petis Lapangan Merakurak. Saya sudah lama enggak beli tahu petis ini. Jadi saya lupa harganya berapa. Saya tanya berapaan ke Mas penjualnya. Terus Masnya bilang “segini lima ribu, Mas” sambil nunjuk sekresek tahu yang sudah dibungkus.

Yawes saya minta Rp 5.000,- saja. Sudah banyak kok. Bisa kamu makan 2 orang lah. Murah kan? Dengan cekatan Masnya memasukkan tahu yang baru digoreng ke kresek. Tidak lupa petisnya dimasukkan juga. Saya dapat tiga bungkus petis. Tambahkan juga garam dan taburan cabe hijau yang segar itu. Cabe di Tuban itu berwarna hijau segar lebih mirip ke kuning sih. Rasanya pedas nendang.

Setelah itu saya terima sekresek tahu dan berangkat pulang. Untuk menikmati tahu petis ini kamu harus bungkus, soalnya enggak ada tempat duduknya. Di Tuban sih umumnya memang seperti itu. Karena tahu ini memang jenis kudapan bukan makanan utama. Cocok untuk teman ngopi atau ngeteh apalagi dingin-dingin gini. Mantab pokoknya.

Kemudian kenapa saya bilang tahu petis Lapangan Merakurak itu kuliner legendaris Tuban? Ya soalnya kuliner ini sudah lama banget sejak saya kecil dulu. Dulunya hanya menempati pos ronda kecil dan sekarang membangun tenda. Selain sudah lama, kuliner ini pun tidak berubah rasanya. Dari dulu kala ya seperti ini rasanya enak jaya.

Setelah beberapa waktu kemudian saya sampai di rumah. Saya bongkar tahunya saya tata di atas piring kemudian di foto. Hasilnya ya di atas itu. Kemudian setelah itu baru saya santap satu per satu tahunya.

Tahunya bertekstur renyah, enak dinikmati pada saat panas. Saya buka bungkusan petisnya kemudian saya cocolkan tahunya. Hmmm… Enak banget. Rasa petisnya enggak berubah sejak saya kecil dulu, masih tetap sedap. Enaknya sih tahunya itu khas.

Sesuai perkiraan saya tadi, tahu petis Lapangan Merakurak yang berharga Rp 5.000,- ini pas untuk berdua. Saya habiskan dalam waktu singkat tahu petis ini. Buat kamu yang seneng berburu kuliner legendaris di Tuban ayo ke Merakurak.

Selain tahu petis Lapangan Merakurak ini, ada kuliner lainnya yang patut kamu coba. Jangan lupa kamu review di akun medsos kamu jika kamu telah berkunjung ke tempat-tempat menarik di Tuban. Terakhir, Ayo ke Tuban! Ayo ke Merakurak!

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk membaca tulisan menarik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Komentar

  1. Biasae kalo tumbas, aku minta petis yang banayak, soale rasanya legit dan inuk campur gurih….rekom deh…tahu pjok lapangan merakurak…

  2. saya beli tahu petis ketika ada pasar malam saja, lao seharian jarang yang jualan.. hanya mungkin rujak petis yang dicampur tahu asin dengan segelas es sirup, khas pesisir pantura.