Jak Lingko : Gimana sih Cara Naik dan Menggunakannya?

Kartu Jak Lingko

Jak Lingko adalah sistem transportasi umum terpadu yang diselenggarakan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Cara naik Jak Lingko agak berbeda dengan Angkot konvensional.

Mimpi warga DKI Jakarta memiliki sistem transportasi umum yang terpadu kian dekat. Saat ini Jakarta memiliki paket komplit jenis transportasi seperti KRL, MRT, LRT, Transjakarta hingga yang paling bontot Jak Lingko.

Read More

Khusus yang terakhir memang banyak yang belum tahu. Saya sih menduga karena kurangnya sosialisasi. Tapi sekarang sudah mendingan kok dibandingkan saat tahun awal beroperasi. Setidaknya kawan-kawan saya yang naik KRL sudah sebagian besar memanfaatkannya sebagai angkutan dari kantor ke stasiun.

Sebenarnya banyak yang penasaran ingin naik Jak Lingko, tapi banyak yang tidak tahu caranya. Gimana sih cara naik atau menggunakan Jak Lingko?

1. Kamu Harus Memiliki Kartu untuk Naik Jak Lingko

Jak Lingko hanya menerima pembayaran melalui kartu Jak Lingko. Kartu ini diterbitkan oleh BNI Tap Cash dan Bank DKI. Kamu juga bisa memfungsikan BNI Tap Cash yang kamu miliki sebagai kartu Jak Lingko. Atau kalau kamu pernah ke Ragunan kamu bakal punya kartu uang elektronik dari Bank DKI. Itupun bisa kamu gunakan untuk membayar Jak Lingko.

Lalu gimana cara mendapatkannya? Kamu bisa mendapatkannya di beberapa halte Jak Lingko, saya tahunya sih di Tanah Abang. Harganya waktu saya beli Rp 30.000,- dengan saldo Rp 10.000,-.

Selain dengan membeli di halte, sepertinya datang ke Bank Penerbit kartu uang elektronik bisa dicoba juga. Semoga di waktu mendatang makin banyak pilihan kartu uang elektronik yang dapat digunakan di Jak Lingko.

2. Cari Angkot yang bersetiker Jak Lingko

Angkot Jak Lingko masih terbatas, masih banyak angkot di luar Jak Lingko. Warnanya sama, jenis mobilnya sama, atributnya juga hampir sama. Bedanya adalah di stiker bodi mobilnya. Stikernya bertuliskan “Jak Lingko”, jadi pastikan jangan sampai salah.

Jangan sampai kamu salah naik, ya. Soalnya angkot selain yang berstiker Jak Lingko, tidak menerima pembayaran dengan kartu Jak Lingko.

3. Berhentikan Angkot di Halte

Berbeda dengan angkot konvensional yang bisa kamu berhentikan dimana saja. Angkot Jak Lingko hanya mau menaikkan penumpang di Halte atau di tempat-tempat yang ada rambu Bus Stop. Kamu enggak boleh sembarangan lagi nyetop angkot.

Semoga seluruh angkot berpartisipasi dalam program Jak Lingko ini, supaya tidak ada lagi angkot yang berhenti sembarangan untuk menaikkan penumpang.

4. Tapping Kartu Jak Lingko

Setelah kamu naik, berikan kartu Jak Lingko kamu ke Abang Driver Angkotnya. Abang Drivernya akan melakukan proses tapping ke EDC yang ada di dalam Angkot. Kalau ada yang duduk di depan biasanya ya yang di depan bantu Driver untuk tapping kartunya. Mudah kok.

Satu kartu hanya untuk satu penumpang, ya. Jadi jangan sampai lupa bawa kartu Jak Lingkonya ketika ingin naik.

5. Turun di Tempat yang Dikehendaki

Berbeda dengan saat naik, kamu bisa minta turun dimana saja, ya tentu saja sesuai dengan jalurnya. Hati-hati ketika turun, pastikan sudah tapping ya kartunya. Terus kamu bisa nyambung ke transportasi lainnya, bisa KRL, MRT atau yang lainnya.

Demikian tulisan singkat saya tentang gimana caranya naik Jak Lingko. Ayo naik angkutan umum untuk mengurangi polusi dan tentu saja bersosialisasi dengan banyak orang. Di angkutan umum, kamu akan menemukan banyak orang dari berbagai profesi, pendidikan dan latar belakang lainnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

22 comments

  1. Konsep angkot nontunainya keren punya. Tapi, satu kartu hanya untuk satu penumpang ya? Ini sedikit berat yaaa, khususnya ibu yang mungkin membawa anak. Akan lebih baik jika sekiranya dibebaskan 1 kartu untuk 2 atau 3 penumpang. Yang penting kan semangatnya mendukung Gerakan Nasional Nontunai.

  2. eh aku baru tau lho ada yang namanya JakLingko. Mungkin karena aku tinggal di Tangerang kali ya dan jarang banget ke Jakarta. Hmm.. angkot modern ini boleh juga dicoba kalau nanti main ke rumah saudara di Jakarta.

  3. Waaah keren banget ya, udah secanggih itu. Kalau di kota saya masih pakai sistem lambaian tangan, hehehe. Tapi dipikir-pikir saya udah lama banget euy ga naek angkot semenjak ada kendaraan pribadi atau ngandalin gojek/grab.

  4. yup.. waktu ke ragunan dan museum kota tua dan monas memang harus buat kartu dari bank dki.. tapi untuk yang naik dan coba jak lingko sendiri belum merasakannya langsung… semoga nyaman dan ga ada masalah dengan program ini ke depannya

  5. Seumur-umur saya baru ngerasain transportasi di Jakarta itu ya hanya Bajaj (Bajay), Kopaja, dan busway. Sekarang ternyata muncul angkot yang lebih modern. Salut nih

    1. Wahh aku punya ni kartu jak lingko yang simpel banget bisa buat naik mikrolet dengan logo jak lingko,KRL MRT sama busway juga tetapi jak lingko ini ga bisa buat tap 2x misalnya ada kawan yang mau nebeng kartu kita karena dia ga bawa kartu taoi dia kasih uangnya ke kita ga bisa jadi ga bisa buat 2 org 1 kartu

  6. wah.. enak juga yaa jika menggunakan jak lingko, kitabisa menggunakan angkot namun sistim pembayaran non tunai. jadi kita tidak perlu menyiapkan uang receh atau uang kecil. jakarta semakin moderen aja….