Geliat Wisata Halal di Korea Selatan

Liburan ke Korea Selatan
Liburan ke Korea Selatan

Korea Selatan sedang jadi pembicaraan di Indonesia. Pemicunya adalah Kpop yang merasuk masyuk di Indonesia pada awal dekade kedua tahun 2000. Gara-gara itu, semua yang berkait dengan Korea, menjadi populer. Sebut saja pemain bola yang justru mendapat sambutan meriah di Indonesia, tentaranya, sampai-sampai ada yang ingin Indonesia menerapkan wajib militer seperti di Korea Selatan sana. My Lov! Kesamaptaan calon pegawai saja sudah bikin lupa calon istri, gimana kalau wajib militer!

Dampak KPop lainnya adalah tingkat kunjungan ke Korea Selatan meningkat tajam. Tidak mengherankan sih, gimana enggak meningkat, kan pasti banyak para penggemar KPop itu penasaran dengan kehidupan para idolnya. Sepertinya memang pemerintah Korea sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi untuk membuat negaranya maju dan mandiri. Korea pun tidak main-main menggarap pasar wisata global. Menyadari bahwa penduduk bumi ini sepertiganya adalah Muslim, maka otoritas Wisata Korea Selatan pun membuat wisata halal yang menyasar para penggemar KPop yang beragama Islam.

Di Indonesia, Korea selatan mengundang petinggi organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi pada tahun 2013 lalu, untuk berkunjung ke Korea Selatan. Dirilis oleh situs resmi organisasi ini, di Korea Selatan tidak sulit menemukan menu-menu halal dan tidak sulit pula menemui tempat Sholat yang mana merupakan hal-hal dasar yang diperlukan oleh umat Islam.

Data turis yang dirilis oleh kompas.com pada tahun 2016 lalu menyatakan sebanyak 300.000 manusia Indonesia travelling ke Korea Selatan. Angka ini sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan ke-8, sebagai negara pengirim wisatawan terbesar ke Korea Selatan. Ini meningkat dari tahun 2012 lalu yang hanya 150.000 turis. Ini menandakan bahwa wisata halal di Korea tidak perlu diragukan lagi. Total kunjungan ke Korea Selatan mencapai angka 14 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya. Angka yang fantastis.

Keseriusan Korea Selatan menggarap pasar wisata halal juga tergambar dari tersedianya aplikasi khusus untuk perangkat mobile yang memungkinkan wisatawan yang berfitur Salah, Qibla, Travel, Community, Scans, Restaurant, dan Market. Aplikasi berjuluk Halal Korea ini juga memiliki fitur mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dengan lengkap. Bahkan wisatawan bisa menemukan wisatawan Muslim lainnya di sekitarnya. Keren! Saya kok jadi kepengen travelling ke Korea! Kalau bisa sih wisata ke korea selatan gratis.

Dengan program “Muslim Friendly Korea”, otoritas pariwisata korea sangat serius menggarap potensi pasar 1,7 Milyar penduduk bumi yang beragama Islam. Dilansir tirto dari Antara mengatakan bahwa di Korea ada 170 restoran halal tersebar di Korea. Ini membuktikan bahwa memang mencari makanan halal di Korea amatlah mudah. Restoran ini umumnya menyediakan menu seafood dan vegetarian yang dapat dikonsumsi oleh traveller Muslim. Makanan memang menjadi fokus otoritas korea dalam megembangkan wisata halal di Korea.

Strategi otoritas Korea Selatan menggenjot kunjungan Muslim menghasilkan angka yang baik. Setidaknya dalam tahun 2016 sebanyak 980 ribu Muslim berkunjung ke Korea Selatan, meski hanya menyumbang 5,7% dari total jumlah kunjungan ke Korea, tetapi angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar lima kali lipat dalam lima tahun terakhir. Dampak ikutan lainnya, ekspor produk halal korea pun meningkat pesat. Target pasar terbesarnya adalah Indonesia dan Malaysia.

Pengelolaan pariwisata di Korea selatan dapat menjadi pelajaran penting bagi Indonesia yang juga sedang menggenjot kunjungan wisata mancanegaranya. Korea menekankan promosi yang kreatif, pelayanan otoritas yang maksimal hingga jaminan keamanan. Padahal Korea Selatan ini bertetangga dengan Korea Utara yang selalu mengancam dunia dengan senjata nuklirnya, tapi toh dunia memberi persepsi positif terhadap keamanan di Korea Selatan.

4 thoughts on “Geliat Wisata Halal di Korea Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *