Farmhouse Lembang, Tempat Pas Bagi yang Kurang Piknik

Farmhouse Lembang

Libur kemerdekaan kemarin saya sejenak ingin merdeka dari kehidupan di Jabodetabek. Saya tancap gas ke Lembang. Macet-macetan di sepanjang Tol Bekasi, Cikarang sampai Karawang pun tidak masalah.

Cuma satu yang saya pikirkan : Segera masuk ke Tol Cipularang. Salah satu tol favorit saya setelah Jagorawi. Pemandangannya indah. Pegunungan kiri kanan. Lembah mengiringi kanan dan kiri.

Sayapun akhirnya melindaskan ban mobil saya ke Tol Cipularang untuk pertama kalinya. Jalanan lancar jaya. Selip kanan dan kiri. Mobil saya yang ber-cc 1200 ini tidak mampu mengimbangi mobil-mobil ber-cc raksasa.

Kesan saya berkendara di Tol Cipularang : Menegangkan! Jalanan naik-turun dan berliku. Memacu adrenalin.

Saya lihat mobil-mobil banyak yang “berjatuhan” di tol ini. Masalah paling umum : Overheat. Padahal mobilnya lebih bagus ketimbang punya saya. Saya jadi was-was. Tapi Alhamdulillah sampai di Lembang mobil saya baik-baik saja.

Saya sampai di hotel Alam Permai pukul 16.30 WIB. Hotel ini cukup dekat dengan tujuan saya : Farmhouse. Saya Checkin lalu menyegarkan badan dengan mandi. Airnya dingin. Hajar saja sudah lama enggak mandi air sedingin ini. Jangan lupa cek google map untuk tahu seberapa macet jalanan ke atas menuju Farmhouse. Hasilya : Hijau.

Rumah Hobbit Farmhouse Lembang

Start mesin mobil. mundur lalu belok kanan. Keluar pintu hotel. Menuju ke Farmhouse. Harus ekstra hati-hati. Jalanan didepan hotel ini elevasinya lumayan. Jadi harus sabar. Jangan asal srobot. Kasih tanda yang jelas jika ingin menyebrang.

Tidak berapa lama saya berada di Jalan Raya Lembang, sudah ada tanda-tanda Farmhouse. Langsung masuk ke parkiran. Sepi parkirannya, karena sudah sore. Saya tanya, ke pengelolanya ternyata mereka tutup jam 20.00 WIB. Saya menuju ke loket. Nggak antri karena sudah sore.

Tiket dapat ditukarkan dengan susu Farmhouse : di loket penukaran tiket. Ada tiga varian rasa susunya : Cokelat, Strawberry dan original. Saya pilih original.

Pemandangan sorenya bagus. Bangunan-bangunan khas film The Hobbit disinari matahari yang menguning. Mataharinya juga membulat. Ditambah dengan instalasi lampu-lampu yang dibuat temaram. Suasana hangat di tengah dinginnya Lembang.

Saya kok merasa beruntung mengunjungi tempat keren ini di saat sore hari jelang matahari terbenam. Pertama saya ke area kincir. Dibuat khas Belanda. Dikelilingi taman bunga. Spot ini menarik untuk dipakai foto. Banyak juga pengunjung yang memakai kostum eropa ala Hobbit gitu di farmhouse. Sepertinya disewakan. Saya tidak mencoba mencari tahu lebih dalam.

Saya menuju area kebun binatang interaktif. Ada domba, marmut dan kelinci. Sepertinya ini tempat untuk memberi makan hewan-hewan itu. Karena sudah hampir malam maka tempat itu tutup. Tidak melayani lagi pemberian makan secara langsung. Tidak mengapa.

Dermaga di Farmhouse

Bergeser sedikit dari kebun binatang interaktif. Ada sebuah dermaga yang menempel di tebing. Pemandangan tebing curam ini sangat bagus. Saya selalu senang menikmati pemandangan yang membebaskan penglihatan.

Disini terlihat langit yang sudah mulai meredup. Hewan malam keluar dari sarangnya. Pohon-pohon mulai bergoyang perlahan ditiup angin malam yang menenangkan. Udara semakin dingin. Duh uenak udaranya. Sementara pengunjung sudah pada meninggalkan tempat ini. Ya maklum sudah malam.

Sebenarnya banyak spot di sini. Cuma karena saya ke sana pas sore hari, jadinya nggak sempat mengeksplorasi seluruhnya. Tapi saya tetap merasa buruntung. Saya bisa menikmati udara sore yang segar dan suasana sunset yang menyenangkan sekaligus membahagiakan.

Jadi untuk kamu yang kurang piknik, Yuk piknik ke Farmhouse Lembang.

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk membaca tulisan menarik lainnya.

4 thoughts on “Farmhouse Lembang, Tempat Pas Bagi yang Kurang Piknik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *