Dari Bekasi ke Bandara Soekarno-Hatta

Suasana Bus Damri Bekasi – Soekarno-Hatta

Pagi-pagi buta hari Minggu kemarin saya sudah bangun tepatnya jam 03.00 WIB. Di rumah kecil di sudut Bekasi saya sudah memulai aktivitas dengan mandi pagi. Ini bukan mandi besar, hehehe. Saya mau siap-siap ke Bandara. Setelah sekian lama meninggalkan rutinitas ke Bandara, pagi ini saya agak kagok.

Saya ke Bandara mau menghadiri pernikahan sahabat kentel saya yang justru beda pandangan, seluruhnya berbeda sih. Dari pilihan politik sampai istri. Kalau yang terakhir ya emang harus beda masak sama? 😀 Pernikahan sahabat saya digelar di Banyuwangi, daerah tapal kuda yang jauhnya Masya Allah itu.

Kembali lagi ke masalah kagok tadi. Sebabnya karena saya sekarang tinggal di Bekasi. Kota yang tempo hari dibully habis di medsos itu kini menjadi tempat saya beristirahat setelah lelah mencari nafkah, tsaah..!

Sebenarnya kagoknya bukan karena tinggal di Bekasi, kagoknya karena saya belum pernah menempuh perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta dari Bekasi, kalau dari Petamburan sering. Duh jadi kangen sama Petamburan. Kangennya sama Petamburannya lho ya bukan sama ormasnya.

Awalnya saya mau mengandalkan taksi online, tapi saya takut nggak dapet dan mahal pasti. Mengingat tempat tinggal saya di sudut Bekasi. Kalau wilayah Bekasi yang lain sih saya yakin banyak taksi online jam berapapun. Jadilah saya tanya kesana kemari, kira-kira angkutan apa yang bisa membawa saya ke Bandara Soeta.

Jawabannya banyak yang menyarankan untuk ke Terminal Bus Damri yang ada di Kayuringin sebelahnya Mall Cyber Park itu. Ah benar juga, lalu saya browsing tentang tarifnya. Pas sekali hanya 45ribu sesuai dugaan saya. Yawes semakin mantab.

Pagi-pagi yang masih buta kecuali lampu dinyalakan ya udah ilang deh butanya. Sudah siap di depan rumah untuk nunggu Tukang Ojek Online. Kalau Ojek Online banyak di sekitaran rumah saya, mau jam berapapun juga ada.

Kebiasaan saya setelah saya pesan ojek, saya melanjutkan aktivitas persiapan. Misalnya nyisir rambut, tsaah, atau yang lainnya. Pas persiapan selesai saya lihat henpon ternyata ada pesan dari tukang ojek. Begini kira-kira “Pak serius pesannya?” Lha ya saya jawab seriuslah dengan tanduk yang sudah mulai numbuh di kepala. Setelah saya jawab begitu untungnya Tukang ojeknya langsung berangkat.

Nunggu lagi deh, pas dateng dia minta maaf nanya-nanya seperti itu. Ternyata dia pernah dapet order fiktif. Duh untuk orang-orang yang suka order fiktif coba deh mikir, gimana nasibnya bapak-bapak ini. Saya jadi terharu, dan tanduk saya yang sempat numbuh sekarang dah ilang.

Perjalanan ke Kayuringin dimulai, beberapa saat sampai di terminal Kayuringin dan di sana sudah menunggu Bus-bus Damri yang akan mengantarkan ke Bandara. Ada Bandara Halim Perdanakusuma ada juga yang ke Soekarno-Hatta. Tinggal tanya saja petugas di sana.

Setelah tengok kanan kiri, akhirnya saya naik bisnya. Beberapa saat kemudian berangkat. Saya berangkat sekitar jam 4. Bus berjalan lancar tanpa hambatan. Tidak sampai 1 jam saya sudah di Terminal 2F. Cepet kan? Padahal saya pikir bakal lama.

Setelah itu ya menikmati penerbangan ke Banyuwangi kota yang sedang ngehits itu. Nantikan tulisan saya soal tempat yang saya kunjungi ketika di Banyuwangi ya. Pantengin terus daftar isi blog ini, ya.

6 thoughts on “Dari Bekasi ke Bandara Soekarno-Hatta

  1. Mas waktu itu flight jam betapa, besok sy mau flight jam 5 pagi, keburu gk ya naik yang jam 3 dr kayu ringin.

    1. Kalau belum check-in berarti harus datang 1 jam sebelum penerbangan. Berarti 3.30 udah harus sampai di Bandara. Kalau perjalanan Bekasi-Soeta kurang lebih 1 jam berarti ya berangkay 2.30 padahal Damri dari Kayuringin pertama jam 3.00.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *