Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro, Enak Banget

Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro

Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro merupakan salah satu tempat makan favorit saya di Kota Bojonegoro. Setiap pagi, kuliner Bojonegoro ini terlihat ramai pengunjung.

Para pelanggan menikmati bubur ayam dengan cara lesehan di pinggir-pinggir jalan. Tenang saja, di Bojonegoro jalannya masih sangat kondusif.

Bacaan Lainnya

Jadi tidak perlu khawatir terhadap polusi atau apapun yang mengganggu kamu menikmati makanan pinggir jalan termasuk Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro.

Saya yang setiap hari melewatinya, saya jadi penasaran. Sebagai informasi saja, saya adalah New Comer alias pendatang baru di kota Bojonegoro ini. Jadi saya baru tahu tempat ini, ternyata setiap pagi ramai sekali.

Alamat Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro

Jika kamu ingin makan bubur ayam ini kamu bisa menuju ke Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Karang Pacar Kota Bojonegoro. Jualannya berada di pinggir jalan. Karyawannya banyak dan memiliki seragam.

Ada tukang parkirnya juga dan tempat makannya bisa lesehan di trotoar. Suasananya enak banget karena masih pagi dan memang Bojonegoro udaranya relatif masih bersih.

Suasananya juga enak, karena udara di pagi hari di Bojonegoro masih sangat bersih. Meski sebenarnya jam berapapun yang tetap bersih. Kota ini masih minimal pencemaran udaranya.

Cerita Pengalaman Bubur Pak Di Doyok Kuliner Bojonegoro

Saya datang pagi, setelah ada upacara di kantor. Karena merasa lapar saat pulang dari kantor dan melihat Warung Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro buka tapi belum terlalu ramai, saya putuskan untuk mampir.

Saya diarahkan oleh petugasnya untuk parkir dengan aman di pinggir jalan. Setelah memarkirkan motor dengan aman, saya pesan ke penjualnya. Saya pesan bubur lengkap.

Sebagai informasi saja. Dulu waktu masih di Jakarta, pesanan bubur favorit saya adalah tanpa kacang, emping dan kecap.

Lalu saya memesan juga sate-satean. Seperti biasa tersedia telur puyuh dan jerohan seperti usus. Saya pesan dua tusuk usus.

Setelah pesan saya menunggu di tempat makan. Saya memilih lesehan di pinggir jalan. Tidak beberapa lama, pesanan bubur saya datang.

Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro ini disajikan dalam mangkok seperti bubur ayam pada umumnya. Lalu satenya dengan manis berada di atas piring kecil. Ada juga kerupuk di atas mangkok plastik kecil.

Review Rasa Bubur

Selanjutnya saya sudah tidak sabar untuk menikmati. Saya termasuk tim tidak mengaduk bubur di awal tapi akhirnya mengaduk juga.

Saya mulai sendok dari pinggir yang ada kuahnya itu. Rasanya lembut dan gurih. Mirip dengan bubur ayam yang ada di Jakarta.

Lanjut saya mengambil segenggam kerupuk, lalu saya taruh di atas bubur seperti toping gitu. Karena saya mengenal bubur ayam itu kerupuknya enggak terpisah seperti ini. Tapi enggak apa-apa, apalah arti tampilan, yang penting kan rasanya. Betul kan?

Kemudian saya tenggelamkan satu kerupuk, habis itu saya sendok. Rasanya kenangan-kenangan waktu sarapan di Jakarta terkuak satu persatu. Soalnya rasanya memang mirip sekali.

Di Jakarta kegiatan sarapan bubur disebut Sabu. Ya, orang Jakarta memang suka menyingkat kata untuk menamai makanan. Seperti Cilok yang artinya Aci dicolok, Batagor artinya Bakso Tahu Goreng dan lain-lain.

Selanjutnya ada emping juga. Kacang juga ada dan yang agak berbeda adalah daun bawangnya. Kalau di Jakarta menggunakan daun bawang putih kalau di Bojonegoro ini menggunakan daun bawang merah. Rasanya unik tapi tetap enak.

Kemudian, saya tambahkan sambal supaya lebih terasa nikmat. Supaya ada sensasi pedasnya. Kemudian saya tidak sabar dan saya campur semuanya untuk selanjutnya saya habiskan tanpa sisa.

Oiya termasuk sate usus tadi yang saya pesan menambah nikmat Kuliner Bojonegoro ini. Di Jakarta bubur ayam memang ditemani berbagai sate, ada usus, jantung, ati ampela dan lain-lain.

Nah untuk kamu yang kangen dengan bubur ayam dengan rasa mendekati bubur ayam di Jakarta, kamu harus mencoba Bubur Ayam Pak Di Doyok Bojonegoro.

Bojonegoro ini memang kecil namun kaya dengan kuliner yang enak-enak. Kamu suatu saat harus ke Bojonegoro untuk menikmatinya. Yuk ke Jawa Timur!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *