Bukan Hanya Ibu, 1st BITE DAY Juga Jadi Tugas Ayah

Penyajian Milna Bubur Organik
Penyajian Milna Bubur Organik

Ayah, Bapak, Papa atau siapapun panggilannya yang seumuran dengan saya, pasti pernah mengalami kebingungan tentang bagaimana memenuhi pemenuhan gizi anak-anak kita. Apalagi Ayah seperti saya yang berasal dari desa. Di Desa banyak sekali mitos yang berkembang dan berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak saya. Misalnya di desa saya, orang tua buru-buru memberikan makanan sebelum masa ASI eksklusif berakhir, kemudian memberikan makanan yang macam-macam ketika belum sampai usia 1 tahun dan lain-lain. Kalau nggak mau kebingungan ayo baca tulisan saya ini bro!

Dengan kondisi di desa yang minim pengetahuan seperti yang saya ungkapkan diatas mungkin kita akan maklum kalau terjadi kekurangan gizi, namun ternyata permasalahan gizi tidak hanya terjadi di desa. Di kota-kota yang berpenduduk kelas menengah keatas pun tidak luput dari permasalahan gizi pada anak-anaknya, intinya semua kelas masyarakat memiliki risiko yang sama terkait permasalahan gizi. Ada data dari WHO yang menerangkan tentang dampak kekurangan gizi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Berdasarkan data dari WHO yang dirilis tahun 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara tingkat prevalensi wasting  atau perawakan kurus dan stunting  atau perawakan pendek dengan prosentase yang tinggi pada balita. Dalam data yang lebih rinci, ada sekitar 14% balita wasting, dan proporsi tertinggi pada balita stunting mencapai 35%. Selain jumlahnya yang cukup tinggi di Indonesia, balita stunting menggambarkan kejadian kurang gizi yang dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.

Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak mengatakan bahwa Masalah perawakan pendek (stunting), tidak berhenti di tinggi badan Si Kecil. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi, yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Ngeri kan? Ngeri broh! Diatas saya bilang kan ada tantangan sendiri untuk orang tua seperti saya yang memiliki latar belakang keluarga yang tradisional, misalnya terkait ASI Eksklusif saja sudah repot untuk menjaganya, padahal ASI adalah Hak Anak yang dititipkan Allah untuk anak kita. Jadi kita harus sampaikan hak tersebut kepada anak-anak kita. ASI sebagai anugerah Allah telah memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan anak-anak di masa pertumbuhan, sebut saja kolostrum serta kandungan antibodi alaminya yang bermanfaat dalam menunjang tumbuh kembang bayi serta membantu mencegah infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.

Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan tanpa makanan atau minuman tambahan. Setelah itu, biasanya nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi, sehingga 1st BITE DAY atau momen makan pertama Si Kecil dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembangnya.

Milna 1st Bite Day
Milna 1st Bite Day

Oke kita main angka lagi ya, mungkin para ayah yang kadang males baca ini tanya kenapa ASI Ekslusif hanya 6 bulan dan setelah itu dibutuhkan MPASI? Gini Bro! Pada usia sampai 5 bulan bayi hanya membutuhkan sekitar 400an kalori nah ketika menginjak usia 6 bulan, si kecil membutuhkan lebih dari 600 kalori dan ASI hanya mampu 400-500 kalori sehingga ada gap kebutuhan nutrisi. Makanya ASI Eksklusif itu sampai 6 bulan saja, selanjutnya ya tambahin MPASI.

Kandungan zat gizi pada MPASI, tidak saja berperan penting untuk pertumbuhan fisik tubuh tetapi juga dalam pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik, dan kecerdasan Si Kecil. Milna 1ST BITE DAY atau momen makan pertama Si Kecil, memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini dan mengurangi risiko alergi Si Kecil. Dalam jangka panjang, 1ST BITE DAY atau momen makan pertama Si Kecil, bermanfaat meminimalisir kemungkinan Si Kecil menjadi susah makan di kemudian hari dan mudah untuk beradaptasi dengan makanan baru.

Untuk MPASI pilihalah yang terbaik, ya nggak selalu mahal sih. Ingat si kecil itu sensitif. Kalau saya sih milih yang organik aja. Kita tahu dong kalau yang alami itu juga bakal diterima dengan baik sama tubuh kita, asal sesuai ya. Keunggulan bahan pangan organik sebagai bahan dasar yang berkualitas tinggi adalah tidak menggunakan bahan kimia dan pengawet lainnya. Tapi gimana ya? Hawong jangankan yang organik itu gimana, bagi ayah kaya saya asal bikin kenyang Ya sikat. Padahal kan ndak bisa begitu, ini untuk anak kita lhoh.

Milna Ahlinya Makanan Bayi
Milna Ahlinya Makanan Bayi

Supaya ndak bikin ayah bingung, ada satu brand yang menyediakan produk MPASI berbahan organik pertama di Indonesia. Siapa dia? ya! Milna di bawah Kalbe Nutritionals, telah menghadirkan produk MPASI organik pertama di Indonesia yaitu Milna Bubur Bayi Organik yang terbuat dari bahan alami organik pilihan, sebagai alternatif MPASI untuk Si Kecil.

KALBE Nutritionals
KALBE Nutritionals

“Bahan pangan organik diproses secara alami dan sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya,” seperti yang dijelaskan oleh Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak, mengenai pandangannya akan pemberian bahan pangan organik untuk Si Kecil.

Milna Bubur Bayi Organik mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi.Tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang hijau, yang sangat cocok untuk suapan pertama Si Kecil sebagai awal pengenalan tekstur dan rasa,” jelas Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna.

Milna Bubur Organik Beras Merah dan Kacang Hijau
Milna Bubur Organik Beras Merah dan Kacang Hijau

Gimana udah nggak pusing lagi kan para ayah untuk membantu Ibu memilihkan MPASI yang tepat untuk Si Kecil. Di pundak Ayah Bunda sekalianlah nasib generasi muda penerus bangsa. Oiya cara bikinnya gampang kok, tuh diatas saya cuma butuh tiga langkah untuk menyajikan Bubur Organic Milna. Kalau masih bingung juga, coba deh main ke website http://www.bayimilna.com atau facebook : MilnaID kalau biasa main twitter bisa follow @BundaMilna, kalau ternyata ada yang suka main instagram ada juga @milnaid. Tuh nggak ada alasan lagi untuk tidak kompak bersama memenuhi gizi si Kecil.