Lebih Untung Mana, Beli Mobil Atau Sewa Mobil

Sewa Mobil
Designed by Freepik

Memiliki mobil tentu sudah menjadi cita-cita banyak orang. Bagi sebagian orang, memiliki mobil merupakan suatu prestasi dari hasil kerja kerasnya. Semakin mahal dan canggih mobil yang dibeli maka hati akan semakin senang dan bangga. Orang sekitar yang memandang juga akan merasa segan. Tak heran jika banyak orang berlomba untuk membeli mobil. Padahal sebenarnya, dibalik keuntungan memiliki mobil ada juga beberapa kekurangan yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, lebih banyak orang yang beralih menggunakan jasa sewa mobil dibanding membeli mobil.

Memiliki mobil memiliki kelebihan, diantaranya memberikan rasa senang bagi pemiliknya. Selain itu, Anda juga akan terlihat lebih di mata orang lain. Memiliki mobil pribadi akan memudahkan Anda untuk bepergian setiap hari. Anda pun bisa dengan mudah jika ingin bepergian dengan keluarga. Kemudian, mobil tersebut bisa Anda modifikasi sesuai selera dan kebutuhan. Anda pun bebas mengunakan mobil tersebut kapan saja selama 24 jam. Namun, memiliki mobil juga punya beberapa kekurangan yang tak menyenangkan.

Kekrurangan yang tidak menyenangkan ketika memiliki mobil salah satunya harus mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan rutin. Karena jika mobil tidak dirawat secara berkala, mesinnya bisa cepat rusak. Selain itu, Anda harus menyediakan lahan untuk dijadikan garasi mobil. Jika rumah Anda sudah memiliki garasi, tentunya hal ini tidak jadi masalah. Hal berikutnya adalah Anda perlu membayar pajak setiap tahun. Mobil pribadi juga tidak bisa diandalkan di berbagai kondisi, karena tidak ada pilihan lain. Anda pun akan direpotkan dengan segala urusan administrasi dan asuransi. Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari membeli mobil. Jika Anda merasa tidak masalah dengan kekurangan tersebut, Anda bisa membeli mobil.

Berbeda halnya dengan mobil sewa, dengan mobil sewa Anda tidak perlu memikirkan pajak tahunan. Anda juga tidak perlu memikirkan biaya perawatan rutin, karena biaya perawatan sudah menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa tersebut. Dengan demikian, Anda bisa menghemat banyak biaya. Anda bisa memakai jasa tersebut kapan pun Anda butuh. Selain itu mobil sewa bisa diandalkan di berbagai kondisi, karena banyak jenis mobil yang bisa dijadikan pilihan. Misalnya saat ingin mudik, Anda bisa memilih mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle). Mobil jenis tersebut bisa menganggkut banyak orang dan banyak barang. Sehingga Anda sekeluarga bisa mudik dengan nyaman.

Sewa mobil juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya tidak bisa diandalkan setiap hari. Karena jika dipakai untuk keperluan sehari-hari selama bertahun-tahun, biayanya bisa melebihi harga sebuah mobil. Jadi, sebaiknya menggunakan mobil sewa hanya saat diperlukan saja. Misalnya hendak bepergian jauh bersama keluarga atau saat momen penting lainnya. Kekurangan lainnya adalah mobil sewa tidak bisa Anda modifikasi sesuka hati, karena mobil tersebut bukan milik Anda. Itulah beberapa keuntungan dan kekurangan mobil sewa. Selebihnya Anda sendiri yang menentukan, apakah membeli mobil atau sewa mobil yang lebih menguntungkan.

Jika Anda berpikir untuk menyewa mobil, Anda bisa mencari tempat sewa yang terpercaya. Anda disarankan untuk menyewa dari perusahaan seperti TRAC Astra. Sebaiknya jangan menyewa mobil dari perorangan. Karena biasanya maintenance mobil sewa dari perorangan kurang terjamin. Sehingga kemungkinan terdapat kekurangan pada mobil sewa akan semakin besar. Beda halnya dengan menyewa di perusahaan terpercaya. Karena sudah pasti perusahaan tersebut merawat mobil-mobilnya dengan baik. Sehingga penyewa tidak akan menemukan masalah yang dapat mengganggu perjalanannya kelak.

Hal-hal ini yang Harus Kamu Tahu Tentang Co-working Space

Co-Working Space
Designed by Freepik

Salah satu hal yang dituntut untuk segera dimiki ketika Anda akan mempunyai usaha adalah tempat atau kantor kerja. Penggunaan fasilitas ini wajib dimiliki mengingat akan menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha. Pemilihan tempat atau kantor kerja yang salah membuat usaha akan berjalan stagnan hingga terancam gulung tikar.

Penggunaan private office pada zaman ini menjadi tuntutan para pelaku bisnis untuk mengembangkan keberlanjutan usahanya. Namun hal ini tentu juga memiliki berbagai masalah dalam segi implementasinya. Dewasa ini, lahan menjadi hal yang tak bisa dipungkiri sangat sulit untuk dimiliki. Apalagi pada daerah perkotaan dengan jumlah bangunan yang sangat p;adat dan tidak dapat dikembangkan kembali. Untuk itu, butuh inovasi menarik agar permasalahan lahan sebagai tempat atau kantor kerja ini dapat diatasi dan memberikan kelebihan dalam menjalankan usaha.

seiring dengan perkembangan zaman yang dinamis, ternyata inovasi untuk menutupi celah permasalahan lahan dalam pengembangan usaha ini memiliki jalan terang dengan munculnya ide “co-working space”. Inovasi ini muncul berkat upaya dari beberapa pengusaha baru yang ingin mendapatkan suatu lokasi kerja yang terintegrasi sekaligus hemat dalam pembiayaan dan pemakaian space ruang. Berikut ini kami berikan beberapa hal yang harus Anda tahu tentang sistem “co-working space” ini.

1. Pengertian dari Co-working Space

Jika berbicara tentang tempat atau kantor kerja, banyak sebagian orang yang beranggapan jika tempat tersebut seperti sebuah rumah yang dihuni oleh satu keluarga dengan berbagai ruang rumah sesuai dengan fungsi masing-masing. Dengan kata lain, kantor tersebut hanya dipergunkan oleh satu instansi atau perusahaan saja. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa “ide” co-working space berkembang dengan pesat akibat kurangnya lahan untuk dijadikan perkantoran. Co-working space sendiri berasal dari kata “coworking” yang berarti berkolaborasi atau bekerja sama.Jadi co-working space ini dapat diartikan sebagai sebuah tempat bekerja dengan sistem kerja bersama dalam satu gedung atau ruangan dengan berbagai perusahaan yang berbeda. Co-working space bisa juga dianalogikan sebagai sebuah kost-kostan yang dihuni oleh berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Namun menetap pada satu rumah yang sama. cukup mudah dimengerti bukan?

2. Sejarah Co-working Space di Indonesia

Dilansir dari beberapa sumber, awal mula terbentuknya inovasi yang begitu revolusioner dalam pengembangan usaha di Indonesia terjadi pada tahun 2010. Ketika seorang pemuda Bandung bernama Yohan Totting mendirikan Hackerspace. Ide ini muncul ketika banyaknya anak muda Bandung yang tertarik mengembangkan usaha start-up, namun tak memiliki lahan yang luas sebagai bangunan penunjang usaha. Untuk itu ia mendirikan Heckerspace yang diperuntukkan sebagai “kantor bersama” para wirausahawan muda kota Bandung kala itu. Seiring dengan berkembangnya inovasi, ide ini lalu menyebar ke berbagai kota (terutama kota besar) di Indonesia hingga saat ini.

3. Tidak Sekedar Tempat Kerja

Penggunaan co-working space dalam prakteknya tak hanya berfungsi sebagai sebuah “space” berkumpulnya berbagai perusahaan untuk menjalankan usaha masing-masing. jauh dari itu, penggunaan inovasi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan usaha yang sedang dijalankan. Pada implementasinya, beberapa perusahaan penyedia jasa co-working space ini memberikan konsep “one space, one thought”. Dalam artian beberapa perusahaan yang memiliki latar belakang usaha yang berbeda dijadikan satu kesatuan untuk menciptakan sebuah usaha berkelanjutan dengan saling “membutuhkan” satu sama lain.

Demikianlah beberapa hal yang harus kamu tahu tentang co-working space. Jadi, tertarik untuk bergabung dalam co-working space tidak? http://go-work.com


Mengadu Mati Listrik pun Maunya Online

 

 

PLN Mobile

Pagi yang dingin menggigil, saya terbangun. Sejenak saya mengusap mata untuk menerangkan penglihatan. Setelah beberapa kali mengusap mata, kok rasanya tetap gelap. Lampu jalan yang biasanya tembus terangnya sampai kamar kok kali ini tidak seperti itu. Akhirnya saya pada kesimpulan bahwa sedang ada penyerangan. Lhoh! Bukan penyerangan tapi pemadaman. Sebagai generasi milenial sayapun mencari gadget untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi alih-alih menghubungi tetangga untuk mengonfirmasi mati listrik, seperti lazimnya orang tua kita dulu.

Perumahan saya tetap tenang, tidak ada gaduh-gaduh seperti jaman dulu ketika mati listrik di pagi hari pas hari kerja pula. Perumahan saya memang mayoritas penghuninya adalah generasi milenial yang melek gadget. Sepertinya tidak hanya perumahan saya, seluruh Indonesia rasanya mengalami hal yang sama. Ini bisa dilihat dari senyapnya KRL dari obrolan-obrolan ringan antar penumpang, yang ada adalah pemandangan betapa pendiamnya para penumpang ini, khusyuk menyimak kotak kecil bernama gadget.

Kembali ke masalah listrik. Saya cerita dulu ya. Di suatu obrolan di media sosial tentu salah satu yang paling mudah ditemukan adalah soal mati lampu. Sayapun biasanya dengan sigap memberitahu bahwa segera saja telepon Contact Center PLN supaya bisa cepat ditangani. Sayapun sebenarnya juga sering mengeluh melalui saluran ini. Tapi ada tanggapan menarik dari netizen seperti misalnya “Ada tidak nomor HP saja?” Kemudian saya jawab “Kan nomor tersebut bisa juga dihubungi dari HP dengan menambahkan kode area” tahu nggak dia jawab apa? “Mahal!”. Yawes saya diam.

Kebetulan lagi di suatu pagi setelah peristiwa saling komentar dengan netizen di media sosial tersebut, saya bertemu kawan saya. Dia kok ujug-ujug cerita bahwa dia habis install PLN Mobile. Saya pun nggak asing juga sebenarnya dengan aplikasi ini. Saya pernah install tapi saya uninstall lagi karena agak gimana gitu interfacesnya. Teman kerja saya yang tentu tidak dapat dikatakan sebagai orang yang gaptek (Hawong jabatan terakhir sebelum ke kantor saya saja sebagai Manajer IT di perusahaan Internasional) kok tiba-tiba dengan semangat bercerita. Saya jadi tertarik.

“Bukannya masih banyak bugnya ya aplikasi PLN Mobile itu?” Tanya saya mengawali obrolan. “Mungkin dulu iya, tapi sekarang sudah Oke kok” katanya. Diapun melanjutkan bahwa ternyata mengeluh melalui aplikasi itu lebih mudah, murah hawong cuma butuh kuota dikit doang dan terakhir katanya lebih memuaskan. Dia masih terus semangat cerita, saya dengarkan saja. Dan diam-diam sayapun tertarik untuk kembali menginstall aplikasi tersebut ke gadget saya. Pas saya install untuk kedua kalinya, emang terasa bedanya. Pertama apk-nya rendah, cuma 3an MB. Cukup kecil untuk aplikasi yang serba guna ini. Tampilannya pun sudah lebih bersih dan bebas dari pop-up yang mengganggu.

Saya install PLN Mobile sekadar untuk jaga-jaga jika saya nanti akan mengalami padam listrik. Saya lanjutkan dengan mendaftarnya. Cukup mudah kok. Biasanya orang akan bingung ketika ditanya ID PEL padahal hanya pengontrak misalnya atau numpang orang tua. Tenang saja, ID PEL yang dimasukkan tidak harus atas nama sendiri kok. Seperti saya yang rumahnya baru ini, meterannya masih atas nama developer. Tapi tetap bisa tuh daftar.

Setelah install lhakok terjadi pagi yang muram durja itu. Tiba-tiba mati listrik. Untungnya kok pagi-pagi jadi ndak gitu ngaruh. Masih tetap dingin walaupun AC mati. Terus saya grayang-grayang nyari HP saya. Kemudian dengan mata yang terbatas penglihatannya, saya mengetikkan pengaduan melalui PLN Mobile. Awalnya diminta memastikan bahwa yang akan diadukan adalah ID PEL tersebut.  Kemudian pelanggan juga diminta memilih jenis pengaduan. Karena setelah saya amati tetangga juga mengalami mati listrik, maka saya pilih “Gangguan tetangga turut padam”. Kemudian diminta mengisi lokasi, bisa milih pakai map atau alamat. Daripada pusing mending ketik manual alamatnya aja deh. Kemudian upload foto jika ada. Kalau ndak bisa moto karena gelap ya ndak usah, ndak wajib kok. Hehehe. Kemudian kirim deh. Setelah dikirim maka akan dapat nomor pengaduan.

Setelah itu saya sudah ndak peduliin Gadget lagi. Beberapa lama kemudian saya lihat lagi Gadget saya. Kaget juga lihat ada perubahan status pengaduan. Cepat juga pikir saya. Hanya sepuluh menit dari saya mengadu sudah ada perubahan, dari yang sebelumnya lapor menjadi penugasan. PLN Mobile emang mantab! Beberapa saat kemudian lanjut statusnya menjadi dalam perjalanan lalu pengerjaan dan nyala.

Itu pengalaman saya gunakan PLN Mobile. Tapi banyak juga hal lain yang bisa dilakukan oleh PLN Mobile. Ada pasang baru, perubahan daya, sambung sementara dan lain-lain. Udah kaya loket PLN deh. Ada juga informasi pemeliharaan jaringan listrik, sehingga kamu ndak kaget ketika listrik mati karena peneliharaan. Ada juga telepon VoIP ke 123, jadi kamu ndak perlu risau sama tarif GSM kamu. Soalnya cukup gunakan paket internet.

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk membaca tulisan menarik lainnya.

Media Sosial dan Makin Berkembangnya Baju Koko

Baju Koko Lengan Pendek
Sumber : www.thestar.com.my

Pagi itu jalanan di kawasan tanah abang basah karena beberapa hari ini memang sering diguyur hujan. Beberapa pedagang di kawasan itu sudah sibuk menata dagangannya. Maklum dekat dengan ramadhan seluruh orang berlomba-lomba untuk mencari busana yang terbaik dalam rangka tampil cic saat lebaran nanti. Mengapa tidak nanti saja belanjanya toh sekarang masih bulan April dan lebarannya menurut kalender yang beredar juga masih Juni nanti. Pertanyaan ini mungkin menggelantung di setiap benak orang yang baru pertama melihat fenomena tahunan di pasar tekstil terbesar di kawasan Asia Tenggara ini.

Tidak jauh dari pasar Tanah Abang, Anton begitu orang menyapanya. Di dalam ruang kantor, sedang sibuk menggeser-geserkan jari di layar smartphone. Nampaknya dia sedang mengamati fesyen yang yang sedang di media sosial. Media sosial memang akhir-akhir ini menjadi sebuah fenomena. Memasuki seluruh sendi kehidupan orang Indonesia, dari mulai politik, agama sampai selera fesyen pun tidak luput dari jamahan media sosial. Orang-orang seperti Anton, sudah banyak berterbaran di berbagai tempat.

Di berbagai publikasi memang menyatakan bahwa memang telah terjadi perubahan perilaku khususnya fesyen pria. Anggapan bahwa pria adalah makhluk yang abai dengan fesyen, sepertinya harus direvisi. Link Fluence merilis bahwa terjadi peningkatan penggunaan tagar #mensfashion di platfrom instagram naik 49% dari April 2016 sampai dengan April 2017. Tentu ini sangat berdampak kepada industri fesyen itu sendiri. Contohnya Burberry salah satu powerhouse Fesyen seperti dirilis oleh Huffington Post harus membayar putra David Beckam untuk dapat difoto dalam salah satu iklan mereka. Pertimbangannya bukan lagi soal kecerdasan atau kejeniusan si anak, namun lebih disebabkan karena si anak memiliki follower 6 juta.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Kurang lebih sama. Untuk memuaskan para pria yang sudah sadar fesyen ini, beberapa brand dari yang besar sampai pemain baru ramai-ramai menggunakan endorser dari media sosial. Ada setidaknya ada 20 Brand dalam undangan pernikahan Artis Viky Prasetyo dan Angel Elga. Tentu kita tahu Viky adalah artis yang memiliki jumlah Follower yang fantastis dan undangan dengan 20 brand tersebut juga diposting di media sosial pribadi milik sang artis. Tentu publik mahfum, bahwa 20 brand tersebut mengincar efek influence dari jumlah follower Viky Prasetyo yang fantastis itu.

Walaupun demikian, faktanya media sosial bukanlah satu-satunya faktor seseorang khususnya pria memilih fesyen. Faktor pengembangan produk juga menjadi salah satu faktor kunci selain media sosial. Kita tentu melihat perkembangan fesyen pria yang sangat pesat. Kita mulai saja dari produk fesyen Muslim. Saat ini sudah banyak sekali model baju muslim pria atau sering disebut baju Koko. Dari yang awalnya cuma baju lengan panjang dengan krah berdiri dan minim motif, saat ini kita bisa saksikan betapa bervariasinya produk fesyen pria Muslim tersebut. Katakanlah dari baju koko lengan pendek yang saat ini menjadi trend.

Bajo koko lengan pendek sebenarnya baru-baru ini saya meledak. Menurut saya, peristiwa tersebut tidak lepas dari peran Alm. Ustad Jefry Al Bukhari. Beliau Ustadz yang menabrak patron saat itu, alih-alih bahwa pendakwah haruslah yang berpakaian serba panjang dan longgar menjadi pendakwah yang berpenampilan trendi dengan baju koko yang lebih ringkas yaitu dengan baju koko lengan pendek. Setelah itu semakin banyak tokoh-tokoh selebritas yang tidak sungkan menggunakan baju koko yang semakin trendy tersebut. Di antara mereka banyak juga yang aktif bermedia sosial tentu dilengkapi dengan fesyen baju koko tadi.

Trend baju koko lengan pendek yang “dipopulerkan” Ustadz Jefry Al Bukhari tadi terus dikembangkan dan digunakan oleh Ustadz zaman sekarang. Walaupun para Ustadz tersebut tidak melakukan endorse profesional di media sosial, tetapi jumlah follower yang fantastis tentu menjadi faktor positif juga untuk mempengaruhi fesyen Muslim Pria di Indonesia. Saya lihat di beberapa akun media sosial sang Ustadz, selalu saja tampil hangat dengan berbalut busana Muslim tentu dengan berbagai variasinya.

Faktor media sosial, artis dan Ustadz yang aktif di media sosial serta para produsen yang selalu aktif mengembangkan lini produksinya akhirnya menjadi sebuah kombinasi yang pas untuk mempengaruhi selera fesyen pria di tanah air.