Begini Cara Walisongo Mendakwahkan Puasa

Makam Sunan Bonang di Tuban
Makam Sunan Bonang di Tuban

Orang-orang desa Kapu sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut bulan puasa atau akrab disebut megengan. Sementara di daerah lain ada yang menyebut sebagai munggahan. Ada juga yang beramai-ramai ke mata air desa untuk melaksanakan padusan menyambut bulan puasa. Dari semua kegiatan menyambut bulan puasa di Indonesia itu berintikan sebuah kebahagiaan, kegembiraan dan antusiasme yang memuncak untuk menyambut bulan penuh rahmat, Ramadhan.

Terus gimana sih ceritanya kok orang Jawa itu sebegitu menyatunya dengan bulan puasa seperti gembira sekali? Apakah dulu mendakwahkannya segembira itu sehingga menjalankan puasa jadi kegembiraan tersendiri bagi orang Jawa, bahkan saat baru menyambut pun mereka begitu antusias. Yuk simak.

Kebetulan mulai bulan lalu, atasan saya meminta saran sebaiknya beliau membaca majalah apa. Di kantor saya seorang pejabat level terendah pun mendapatkan fasilitas majalah sebulan sekali. Saya dengan mantab menjawab “National Geographic”, eh tanpa diduga beliau setuju, padahal atasan saya yang dulu-dulu selalu langganan majalah komputer yang berakhir tidak baca. Akhirnya majalah yang dipesan atasan saya pun tiba dan berakhir ke meja saya. Beliau sih ngakunya ndak suka baca.

Pada National Geographic edisi bulan Mei 2018 ini ada tulisan mengenai menjadi Muslim di Amerika. Tulisan tersebut dengan apik menggambarkan betapa beratnya menjadi minoritas di negara adidaya. Menariknya dengan keadaan tersebut Muslim Amerika masih dapat bersikap sangat baik kepada warga sekitar, semakin terbuka dan tetap cinta kepada Amerika. Salah seorang Muslim bernama Usama Canon seorang pendakwah asal California mengatakan “Seorang ulama besar berkata bahwa Islam itu seperti aliran air yang murni dan jernih yang warnanya sama dengan warna dasar sungai yang dilaluinya”.

Sekarang kita lihat di Indonesia, berabad-abad lalu, di Jawa, Walisongo juga menggunakan prinsip yang kurang lebih sama dengan Usama Canon tadi. Dalam buku Atlas Walisongo yang ditulis oleh Agus Sunyoto menyatakan bahwa Islam berkembang pesat dengan cara menghargai budaya Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menyerap istilah lokal untuk menyebut istilah dalam agama Islam yang berbahasa Arab.

Salah satunya adalah Shaum. Pakai Sh karena pakai Shad. Entahlah kalau Insya Allah kenapa sekarang pakai Shad juga. Hehehe. Shaum adalah kata arab yang artinya puasa. Alih-alih menggunakan kata shaum, Walisongo menggunakan kata Poso atau puasa yang berasal dari kata upawasa. Upawasa merupakan istilah dalam agama Kapitayan yaitu agama yang dianut luas oleh masyarakat nusantara sebelum Islam datang. Upawasa sendiri adalah ritual agama kapitayan yaitu tidak makan dan minum dari pagi hingga malam. Sehingga dengan membuat padanan kata shoum dengan upawasa atau puasa maka orang-orang Jawa masa itu dapat dengan sukarela menjalankannya. Toh sebelumnya mereka juga menjalankan ritual yang sama.

Sebelum puasa masyarakat Jawa juga melakukan ritual nyadran atau nyekar. Ini juga istilah warisan agama kapitayan. Dalam bahasa Arab nyadran atau nyekar disebut ziarah kubur. Nyadran merupakan sisa-sisa dari upacara sradda, yaitu berkirim doa kepada arwah leluhur. Jadi semua rangkaian ibadah puasa yang biasa dilakukan di Jawa berhasil dilokalkan istilahnya tanpa mengubah sedikitpun syariat Islam yang murni. Walisongo berhasil mendakwahkan puasa yang merupakan rukun Islam ini dengan cara yang elegan dan penuh penghargaan terhadap tradisi lokal.

Jadi kiranya tepatlah yang dikatakan oleh Usama Canon seorang Muslim Amerika tadi, bahwa Islam merupakan agama yang murni seperti air, yang warnanya mengikuti warna landasan yang dilaluinya. Di Indonesia sendiri Islam dapat membaur dan akrab dengan tradisi lokal, buktinya dengan waktu singkat Islam berkembang pesat di Indonesia sampai dengan saat ini.  Sebagai generasi muda Islam di Indonesia selayaknya kita menjadikan dakwah Walisongo ini tauladan yang baik. Mari sejenak mengirimkan Alfatihah untuk dewan dakwah Walisongo dan akhirnya selamat puasa semuanya!

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk me3mbaca tulisan menarik lainnya.