Sayur Asem Kelentang Khas Tuban, Siap Menggoyang Lidah!

Sayur Kelentang Tuban

Sayur asem kelentang adalah sayur asem khas Tuban yang berbahan baku utama kelentang. Sayur asem ini sudah sangat melegenda di Tuban.

Suatu siang yang terik di Tuban, saya membuka salah satu group WA yang isinya gibahan pokoknya. Saya kirim gambar di atas, saya beri caption “Sopo sing ngerti sayur iki?” mereka sih rata-rata jawabnya “Ih sayur opo kuwi?” haha.

Bacaan Lainnya

Saya jelaskan ini adalah sayur asem kelentang. Apa sih itu? Yuk kita bahas.

Tentang Sayur Kelentang

Sayur kelentang adalah buah dari pohon kelor yang dalam bahasa latinnya bernama Moringa oleifera. Pohon kelor memiliki ciri tumbuh dengan cepat, berumur panjang dan tahan terhadap kondisi panas yang ekstrim. Kelor berasal dari daerah tropis dan sub tropis di Asia Selatan.

Tanaman ini juga memiliki reputasi yang baik sebagai tanaman penghijauan penahan longsor. Tinggi dari pohon kelor adalah antara 7 hingga 11 meter. Cukup tinggi. Pohonnya tegak, berwarna putih yang tidak begitu cerah, berkulit tipis. Selanjutnya pohon kelor mempunyai permukaan yang kasar, percabangan simpodial, dengan arah cabang tegak atau miring.

Kembali ke buah kelor yang bernama kelentang tadi. Dalam satu buah kelentang banyak mengandung nutrisi, yang perlu kamu ketahui misalnya vitamin A, C, dan E serta mineral seperti kalsium, protein,dan kalium, yang merupakan sumber makronutrien penting untuk tubuh.

Selain itu buah yang memiliki bentuk memanjang dan berkulit agak keras ini juga diyakini dapat menyembuhkan asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Tempat Membeli

Sayur kelentang yang mentah bisa kamu dapatkan di seluruh pasar tradisional yang ada di Tuban. Untuk di Supermarket kayanya kok belum ada. Kalau ada bisa kamu informasikan di kolom komentar, ya.

Kamu juga bisa mendapatkan sayur penuh manfaat ini di tukang sayur kesayangan kamu. Tentunya di Tuban. Kalau di luar Tuban gimana? Ya ayuk ke Tuban.

Untuk sayur kelentang yang sudah siap makan, kamu bisa ke warung-warung di pelosok-pelosok Tuban. Tinggal tanya saja ada sayur kelentang apa enggak. Kalau enggak ada, jangan lupa sarankan untuk sediakan menu sayur kelentang.

Sayur Asem Kelentang

Orang Tuban umumnya memasak Sayur kelentang sebagai sayur asem. Sayur Asem Kelentang dimasak bersama pepaya muda, timun yang jenis kricak atau sebagian menyebutnya belungko.

Tidak lupa tambahkan dengan belimbing wuluh yang segar untuk rasa yang lebih luar biasa.

Lalu apalagi yang bikin rasa sayur asem ini enak? Tentu saja belimbing wuluh yang menambah segarnya. Terserah sih sebenarnya, bisa pakai belimbing wuluh atau daun kedondong muda juga.

Udah habis itu tinggal dimasak sayur asem.

Cara Menikmatinya

Sayur Kelentang ini memiliki bentuk seperti batang. Biasanya di potong-potong kurang lebih sepanjang 10 cm. Nah cara menikmatinya paling enak ya dengan nasi panas. Masih kebul-kebul, lalu disiram dengan sayur asem kelentang.

Setelah itu dimakan di bawah teriknya matahari siang di Tuban. Duh! Nah kamu ambil satu batang, lalu sesap batangnya. Lalu tarik batangnya dengan mulut, seperti kamu makan choki-choki. Nanti biji dan daging kelentang akan keluar, dan saat itulah rasanya enak banget.

Sayur kelentang bisa dinikmati dengan nasi ataupun kamu nikmati tanpa nasi, dan paling enak juga saat lagi panas-panasnya. Untuk menambahkan nikmat, kamu bisa nikmati sayur asem ini dengan pelas atau gorengan khas Tuban lainnya.

Rasa Sayurnya

Teksturnya itu khas banget, lembut dan biji mudanya agak kriuk gitu. Terus pas saya makan juga rasanya kaya gurih gitu, lalu ada sensasi segar, mungkin dari belimbing wuluh yang tadi. Oiya kalau masak potongannya bisa kamu standardkan minimal 10 cm, ya. Supaya pas enak megangnya. Kalau terlalu kecil kurang sip sensasi rasanya.

Lebih enak lagi sebenarya jika sayur asamnya pedas, jadi rasa kelentangnya makin segar. Perpaduan pedas, asam dan segar. Mantab.

Nah demikian tulisan saya tentang sayur asem kelentang khas Tuban yang mesti kamu coba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 Komentar

  1. Pernah makan sayur asem kelentang ini pas dibikinin mamah. Kata mamah, di bojonegoro juga banyak yang bikin sayur asem ini. Nah, jadi keingetan dulu pas pertama makan kelentang ini. Semuanya aku gigit sampai sempet kapok karena rasanya pahit. Pas mamah liat, ternyata karena aku salah makan. Kudunya disedot bukan digerus semuanya. Sungguh pengalaman baru buatku

  2. Saya rasanya nggak pernah lihat buah pohon kelor dah. Cuma kalau kelornya mah seneng banget buah sayur bening. Cobalah cari nanti di taloon. Siapa tahu nemu buah kelor. Mau nyoba sayur asemnya kelentang gitu.

  3. Kapan ya dateng ke Tuban…. bisa merasakan segarnya sayur asem kelentang khas tuban ini. Sepertinya memang layak dicoba nanti kalo saya dan keluarga dateng ke Tuban…makasih.

  4. Wah jadi penasaran ama sayur kelentang ini. Saya beberapa kali lewat Tuban, biasanya mampir beli wingko Babad aja. Berarti lain kali kalau lewat tuban, mesti mamapir warung dan cari sayur kelentang ini.

    Saya juga baru tahu daun kedondong muda buat bikin sayur asem, itu bikin rasa asem gitu ya? Biasanya saya pakai asam jawa aja, kalau ada belimbing wuluh ya lebih sip