Reuni Bani-banian Di Tuban

Bani Blogger Tuban
Bani Blogger Tuban

Sudah berapa undangan reuni Bani-banian yang kamu datangi pada lebaran tahun ini? Saya sih masih hanya dua. Tapi saya yakin ada yang lebih dari itu. Sekarang ngerasa ndak sih, reuni Bani-banian ini semakin merajalela? Cara risetnya gampang kok tinggal sediakan kuota dan waktu sedikit untuk stalking akun instagram kawanmu, kolegamu atau bahkan mantan pacarmu.

Di jaman media sosial ini, peristiwa sosial sangat mudah diidentifikasi. Bagaimana tidak, mereka dengan sukarela dan sukahati membagikan peristiwa yang dialaminya tentunya tidak ketinggalan tentang kegiatan sosial mereka. Bukan-bukan kegiatan sosial yang sumbang-sumbangan itu, tapi kegiatan bersosialisasi. Contohnyaa adalah kegiatan anjangsana/sini saat lebaran gini.

Nah sekarang di Tuban sedang ada trend anjangsana yang saya sebut sebagai reuni Bani-banian. Dulu sekali sebelum negara api menyerang, silaturahim saat lebaran gini berlangsung sangat alami. Lebaran dilakukan dengan saling unjung-mengunjungi antar anggota keluarga. Contohnya saya, bisa ke Pak Lek, Pak De, Mas misanan, Mbah De, Mbah Lek dan lain-lain. Kegiatan itu dilakukan tanpa terlebih dahulu janjian. Ya datang gitu saja. Jadi sering juga pas sudah sampai rumahnya ternyata tidak ada.

Dulu memang tidak memungkinkan janjian, karena peralatan komunikasi yang masih sangat terbatas, hanya mengandalkan lisan tanpa penghantar elektronik sehingga komunikasi jarak jauh nyaris tidak bisa dilakukan dengan cepat. Lalu timbul pemikiran, kumpulnya di tempat orang tua atau saudara tertua atau yang dianggap paling tua. Dengan kesepakatan seperti itu, risiko tidak ketemu saat bertamu jadi berkurang.

Seiring berjalannya waktu, kok ngumpul di tempat yang sama setiap tahun rasanya agak membosankan dan mulai ada kendalanya. Kendala pertama adalah tidak tahu keadaan rumah kerabat lainnya. Bahkan kalau orangnya kaya saya yang ndak suka kluyuran malah ndak tahu rumah saudara sendiri dimana. Kendala kedua, kasihan orang tua yang ketempatan kok ya repot sekali kalau menjamu kami-kami cucu, ponakan dan anak ini.

Akhirnya muncul ide untuk reuni Bani-banian yang tempatnya berganti-ganti tempatnya. Aturan adalah tempatnya bergantian sesuai undian, ada juga yang disesuaikan dengan posisi dalam keluarga atau di dalam bahasa Tuban disebut pernah. Kemudian bagaimana tentang biaya untuk jamuannya? Jawabannya adalah melalui urunan dari semua anggota keluarga, jadi lebih adil kan?

Kegiatan dalam reuni bani-banian ini umumnya ya seperti kalau kumpul di rumah orang tua sebelumnya. Bersalam-salaman, kebetulan di Tuban tidak ada tradisi sungkeman jadi ya acara ini umumnya absen di reuni bani-banian. Setelah bersalaman dilanjutkan acara sambutan-sambutan. Biasanya dilanjutkan juga membaca urutan silsilah. Silsilah mulai dari nama Bani-baniannya sampai keturunan terakhir. Biasanya puncak bani-banian berada di level Buyut dalam urutan silsilah Jawa. Ada juga yang sampai canggah bahkan sampai level Wareng seperti salah satu Bani-banian yang saya ikuti.

Acara resmi tadi biasanya dipungkasi pembacaan tahlil untuk leluhur Bani-banian yang sudah meninggal. Tahlil dipimpin oleh seseorang anggota keluarga dan atau oleh orang lain yang sengaja diundang untuk memimpin pembacaan tahlil. Ini sesuai dengan tujuan awalnya yaitu untuk bersilaturahim. Tahlil ini untuk bersyukur dan berterimakasih kepada para punjer yang telah menjadi wasilah keturunan yang baik.

Nah acara yang ditunggu-tunggu tiba, ramah-tamah, bersalaman, berfoto ria lalu diupload di instastory jangan lupa bikin caption yang ciamik soro. Kaya foto di atas itu Bani Blogger Tuban. Ya walaupun beda punjer tapi tetap merasa sebagai satu Bani-banian. Yawes ndak usah protes wong gitu aja kok protes.

Tapi Bani-banian juga bukan tanpa cela. Orang seperti saya berpotensi mengikuti empat bani. Ya hitung saja, punjer dari Bapak, Ibu, Bapak Mertua dan Ibu Mertua. Nah kalau sehari-sehari, berarti butuh waktu empat hari. Padahal jatah cuti cuma sampai H+4, lha trus berarti kan ada yang bentrok. Yawes gampang kalau bentrok tinggal pilih saja, gantian. Dan jangan lupa mohon maaf ndak bisa ikut salah satu, namanya juga bulan saling mohon maaf. Akhirukalam Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir batin!

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk me3mbaca tulisan menarik lainnya.

2 thoughts on “Reuni Bani-banian Di Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *