Ngadem di Hutan Kota Srengseng

Hutan Kota Srengseng

Kamu pernah ke Jakarta? Kalau belum coba bayangkan Jakarta itu seperti apa? Jalanan macet? Panas? Atau yang lain. Ya bisa jadi semua benar. Maklum, ini Ibu Kota negara yang semuanya serba ada. Minatur Indonesia orang bilang. Nah dengan segala masalah panas dan macet itu apakah Jakarta memiliki tempat yang alami, banyak pohon rindang, sungai mengalir indah ke samudra? Jawabannya, Ada! Di Jakarta Barat tepatnya di Srengseng ada hutan kota.

Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga pengen ke Jakarta, pengen nostalgia tepatnya. Kami pernah tinggal di Jakarta tepatnya di Srengseng ini. Dulu waktu kami tinggal di sini, kami sering menghabiskan waktu di Hutan Kota nan sejuk ini.

Saya berangkat dari Bekasi jam 9 menjelang jam 10. Lalu saya mengarah ke tol dalam kota. Waktu itu tol sedang lengang. Maklum weekend. Tapi ya jangan menganggap weekend, tol dalam kota pasti lengang, kadang macet juga. Saya turun di pintu tol Senayan yang dekat dengan gedung MPR/ DPR itu. Enaknya sih turun pintu tol Slipi, cuma waktu itu saya mikir terlalu tajam belokannya kalau turun di Slipi.

Dari tol Senayan saya menyusuri Jalan Gatot Subroto dan Jalan S. Parman, sampai pada Flyover Slipi saya belok kiri. Menyusuri jalan Kemanggisan lalu belok kiri ke arah Batusari dan ambil kanan ke arah Jalan Panjang. Jalan panjang belok kiri, lurus terus sampai bertemu putar balik kedua, saya putar balik. Duh jadi kangen sama rute ini.

Mini Teater di Hutan Kota Srengseng

Setelah putar balik, patokannya adalah Pom Bensin Bensin di sebelah kiri. Setelah ketemu Pom Bensin ini belok ke kiri mengikuti petunjuk “Hutan Kota Srengseng”. Lurus terus sampai ketemu jembatan yang sungainya mengalir deras tanpa hambatan. Setelah jembatan di sebelah kiri ada gerbang Hutan Kota Srengseng.

Saya masuk, dipintu masuk terpampang tarif masuknya. Untuk mobil Rp 4.000,- dan untuk orang Rp 2.000,-/orang. Murah kan? Jadinya saya total habis Rp 8.000,-. Setelah itu cari parkir. Tenang parkirnya luas kok. Di parkiran suasana ala hutan sudah terasa. Berarti sudah tepat saya masuk di hutan kota Srengseng. Setelah memarkir kendaraan dengan baik dan benar, saya mulai menyusuri hutan kota srengseng ini.

Tentu saja di sana-sini banyak pohon besar. Saya terus masuk menyusuri jalur pejalan kaki yang sudah disiapkan oleh pengelola. Saya waktu itu memang berniat piknik, jadi saya bawa tikar dan bekal makanan untuk di makan di tengah hutan kota srengseng ini. Oiya suasananya sepi. Saya terus jalan sampai ketemu semacam danau yang ditengahnya ada pulau. Danaunya cukup besar menurut saya.

Di pinggir danau ini ternyata ramai, berbeda dengan saat saya berjalan tadi yang suasananya sepi. Orang-orang ini sepertinya sama dengan saya : lagi ngadem. Macam-macam aktivitasnya. Ada yang sedang gathering dengan komunitasnya, ada yang mancing ada juga yang sedang makan siang bersama keluarga. Saya pun sedang berkeliling mencari spot nggelar tikar untuk makan bekal.

Tempat saya Gelar Tikar

Setelah beberapa lama memilih, akhirnya saya mendapatkan tempat yang rasanya pas untuk gelar tikar. Di dekat saya menggelar tikar ini ada semacam tempat duduk berundak seperti tempat teater gitu. Jadi nyaman. Beberapa saat kemudian kita makaaaannn… Hehehe. Hati-hati banyak semut dan serangga lainnya. Namanya juga di hutan. Ternyata nikmat banget makan siang di tempat seadem ini. Waspada juga ranting jatuh.

Setelah selesai makan, saya melanjutkan menyusuri jalan di hutan kota srengseng. Dan saya temui juga ada banyak yang lagi melakukan sesi foto. Ada yang foto prewedding lengkap sama gengnya calon mempelai dan ada juga kayanya yang sedang bikin konten. Oiya untuk melakukan kegiatan-kegiatan komersial di tempat ini sebaiknya lapor dulu ya ke petugas yang ada di sini. Orangnya baik-baik kok.

Setelah capek menyusuri hutan kota srengseng yang ternyata luas banget ini, aaya memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang saya mampir Sholat di Musholla. Di hutan kota srengseng ini ada toilet dan Musholla jadi jangan khawatir, meski di hutan tapi fasilitasnya ciamik.

Demikian jalan-jalan saya ke Hutan Kota Srengseng beberapa waktu lalu.

4 thoughts on “Ngadem di Hutan Kota Srengseng

  1. Waaaah… baru tahu ternyata di Jakarta ada kawasan khusus hutan kota juga. Dulu sempet tinggal di Jakarta bentar, rasanya bisa digambarkan dengan satu kata: STRESS… Wkwkwkwkkw

    Itu hutan Srengseng buka dr pagi sampai sore, mas?

    Saya jadi inget waktu kecil suka blusukan main di Lembah UGM. Suasananya persis banget kaya gitu, liat aja udah adem… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *