Nasi Pecel Godong Jati Khas Kabupaten Tuban

Sego Pecel Daun Jati
Nasi Pecel Godong Jati

Pagi yang cukup basah di Tuban. Tidak mengherankan karena di minggu-minggu ini merupakan puncak musim hujan di Tuban. “Esuk-esuk ngeteki manuk, disambi ngopi karo cangkruk…” Duh gak tahan goyang iki Jeh, dengerin lagu terbaru JHF yang bertajuk Ngene/ Ngono. Oke balik ke masalah pecel. Tuban – Jogja itu berjarak 7 jam perjalanan darat, tapi entah kenapa kok saya suka sama Jogja. Lho kapan ini bahas pecelnya?

Kalau kamu pergi ke Tuban, maka pada pagi hari kamu akan menemui deretan penjual nasi pecel di hampir seluruh wilayah kabupaten ini. Dari ujung palang sampai ujung Kenduruan atau dari ujung Rengel sampai ujung Jenu sangat mudah menemukan berbagai variasi nasi pecel. Jika di Palang dikombinasi dengan pelas yang pedas maka kamu akan temui di Merakurak pecel dicampur dengan lodeh yang sedap belum ditambah lagi dengan daun kemangi yang mewangi itu.

Secara umum nasi pecel di Tuban menggunakan sambel kacang yang pakai kencur. Di beberapa daerah ada yang nggak pakai kencur. Kemudian sayurnya kangkung, kol, dan kecambah semuanya matang alias direbut. Semuanya dipadukan dengan nasi panas yang dimasak dengan didang. Nasi dang berbeda rasanya dengan yang dimasak pakai magic com. Biasanya disajikan saat panas, sampai terlihat kebul-kebul asap nasinya.


Di tempat lain sedang banyak digemari nasi pecel pincuk yang menggunakan daun pisang yang dibentuk lancip dibawah. Daun pisang dengan bentuk sedemikian rupa itulah asal mula nama pincuk. Nasi pecel pincuk ini terkenal di Madiun dan di tempat lain Jawa Timur. Kemudian bagaimana dengan Tuban? Apakah ada trend nasi pecel pincuk merambah Tuban?

Ternyata berbeda, banyak penjual nasi pecel di Tuban yang membungkus nasi pecelnya dengan kertas minyak. Pembungkus ini jadi pilihan karena mudah didapat, murah harganya dan yang pasti mudah dilipat jadi membuat simple pengemasan nasi pecel. Tetapi belakangan banyak yang mulai kangen dengan kemasan nasi pecel klasik : menggunakan daun jati atau orang Tuban menyebutnya Godong Jati.

Dahulu penjual nasi pecel memang menggunakan daun jati. Tuban terkenal dengan hutan jatinya, jadi tidak sulit menemukan daun yang jika dibaret berubah warna jadi kemerahan ini. Kata penikmat nasi pecel di Tuban, kalau menggunakan daun jati itu rasanya lebih sedep. Bau daun jati ternyata mempengaruhi rasa nasi pecel yang dibungkusnya. Kalau kamu mau makan nasi pecel godong jati ini silakan datang ke Tuban pagi hari, biasanya mereka pagi buta sudah berjualan di seluruh penjuru Kabupaten Tuban.

Nasi pecel ada di Indonesia sejak penjajahan Belanda. Dari berbagai sumber, orang-orang Suriname yang dibawa oleh Belanda dari Jawa pun sudah gemar makan pecel. Variasinya banyak, jika di Tuban sayur utamanya adalah kangkung maka di daerah lain mungkin kecambah sama kol atau bahkan bayam. Tetap sama enaknya. Perwakilan Indonesia di negara-negara lain juga gencar memperkenalkan pecel ke masyarakat internasional. Sebut saja KBRI Suriname pada acara Expo Guyana 2016 lalu.

Terakhir saya mau kasih tau, ayo mulai kembali menikmati kuliner lokal. Kuliner lokal seperti nasi pecel godong jati ini adalah kuliner yang sudah melegenda, sejak dahulu kala orang tua kita sudah mengonsumsinya. Kalau kamu mau mencobanya ayo datang ke Tuban dan mari berwisata kuliner. Banyak yang lainnya sih selain nasi pecel ini, kamu bisa lihat di kategori culinary di Blog ini.

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isiย untuk membaca tulisan menarik lainnya.

13 thoughts on “Nasi Pecel Godong Jati Khas Kabupaten Tuban

  1. tampilan blogmu keren sekarang… sudah lama gak aku buka.
    maklum sekarang lagi gak banyak kerjaan tapi gak bisa download2 hahahhaa…. *curhat jadi cari2 bacaan

  2. Saya pernah ke Tuban mas waktu masih kerja. Dan doyan banget ini. Maklum saya mah klo belom makan nasi, masih berasa belom makan hahaha. Sayangnya ditmpt ku tinggal gak ada bahkan jarang makanan khas daerah gt. Kadang jadi PR juga harus pergi agak jauh untuk makan makanan khas daerah tertentu

  3. Memmang demikian y mas, tapi saya kira merakurak khususnya kapu dan sekitarnya masih mudah dijumpai pecel buntel godong jati. Pokoke seger……maem pecel bungkus goding jati…

  4. Sekarang memang sudah jarang ditemukan nasi pecel yg di bungkus godong jati. Banyak yang beralih ke kertas minyak.
    Tapi beda dengan Tuban, kita masih dengan mudah menemukan nasi pecel di pincuk godong jati.

    Bahkan dengan langkanya daun jati, apalagi saat musim kemarau. Tidak membuat harga nasi pecel ikut naik. Cukup 3000/porsi sudah bisa menyantap sego pecel godong jati khas Tuban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *