Museum Listrik dan Energi Baru, Wisata Edukasi yang Keren

Museum Listrik dan Energi Baru

Di suatu pagi yang dingin menggigit, saya sudah harus berangkat ke Museum Listrik dan Energi Baru atau yang disingkat MLEB. Museum ini terletak di dalam kawasan TMII. Jujur saya belum pernah ke sini. Dulu pernah ke TMII waktu SMA tapi ke Museum IPTEK.

Saya berangkat dari rumah jam 5.00 WIB, sebenarnya jarak rumah saya dengan TMII ini nggak jauh-jauh amat, tapi hari itu tanggal genap dan mobil saya berplat ganjil, jadi saya harus masuk Tol Bekasi Barat sebelum pukul 6.00 WIB. Alhamdulillah, sampai di gerbang tol bekasi barat sebelum pukul 6.00 WIB, jadi saya bisa langsung masuk.

Read More

Dari tol Bekasi Barat, saya mengambil arah Tol JORR atau Jakarta Outing Ring Road singkatnya jalur lingkar luar dan mengambil arah ke Tol Jagorawi. Lalu lintas cukup lengang saya bisa memacu mobil sampai batas kecepatan atas yang diijinkan di jalan tol. Maklum ini masih pagi buta, lampu utama mobil saya pun masih menyala. Tidak beberapa lama terlihat papan penunjuk jalan ke TMII keluar pintu tol.

Nah setelah saya keluar tol, sampailah saya ke gerbang utama TMII. Sayangnya pas sampai sana gerbang masih tutup. Ada tertulis di gerbangnya Buka pukul 07.00 WIB. Saya parkir di depan Museum Purnabakti, saya lihat ada penjual lontong sayur. Wah udah lama saya ndak makan lontong sayur. Jadilah saya sarapan lontong sayur di situ.

Setelah itu saya masuk, oiya jangan lupa nyalain mapnya, karena TMII ini luas sekali. Membantu banget kalau kamu gunakan map untuk memandu kamu nyari Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB) ini. Nah di gerbang TMII ini sebenarnga bayar, cuma saya kayanya sudah dibayarin sama penyelenggaranya jadi ndak bayar. Saya lupa juga nggak tanya bayar berapa.

Habis itu saya ngikuti map, singkat kata saya sampai ke MLEB. Saya disambut sama robot Bumble Bee besar. Masuk sih lagi-lagi saya gratis, tapi saya sempat lihat tertulis tiketnya Rp 10.000,-. Nah sambil nunggu acara saya mulai, saya berkeliling di Museum ini.

Pas saya masuk MLEB sudah ada replika PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air, untuk mengoperasikan cukup mudah tinggal tekan 1 tombol, lalu air akan menggerakkan turbin lalu menggerakan generator dan menghasilkan listrik. Listrik yang dibangkitkan menyalakan lampu dan menggerakkan jarum ampere meter. Di sebelah kanan ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD jaman dulu, saya lupa tahunnya.

Nah lalu masuk ke ruangan museumnya. Di awal saya disuguhi naskah-naskah tentang sejarah ketenagalistrikan di Indonesia. Dimulai dari zaman kolonial Belanda dilanjutkan pada saat penjajahan dan dipuncaki perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang diwarnai perebutan aset-aset kolonial termasuk salah satunya aset kelistrikan, seperti pembangkit listrik, instalasi transmisi serta distribusi.

Di Museum MLEB ini saya tahu bahwa Indonesia memiliki Hari Listrik Nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Tapi nggak hari libur sih. Biasanya diperingati sama insan-insan kelistrikan di Indonesia.

Masuk lebih ke dalam lagi banyak maket-maket yang dipamerkan. Maket-maketnya yang dipamerkan di MLEB ya tidak lepas dari kelistrikan. Mulai dari PLTU, PLTA, PLTGU dan lain-lain. Di tempat ini juga banyak peragaan peragaan tentang listrik. Ada kereta listrik kecil, lalu ada peragaan tentang Energi Baru sesuai namanya MLEB, ada replika PLTN dan lain-lain. Buanyak pokoknya. Saya udah capek muterin dalemnya, akhirnya saya keluar.

Pas di luar ternyata banyak yang menarik juga, karena ada banyak pengetahuan soal energi listrik. Ada Kincir Angin besar, Oiya udah pada tahu belum nama pembangkit listrik tenaga angin? Yak betul, PLTB, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Selain PLTB ada rumah PLTS yang atapnya ditutupi panel surya.

Ada juga yang paling menarik ada kompor bertenaga matahari. Itu kaya semacam Cermin cekung besar yang diarahkan ke panci. Panas dari cahaya yang difokuskan oleh cermin cekung itu ke panci, dan pancinya jadi panas dong. Bisa buat masak. Kan irit banget itu, tinggal jemur aja. Hehehe.

Setelah lama saya berkeliling, acara saya ternyata sudah mau mulai. Saya pun masuk ke ruangan tempat acara berlangsung. Sebelum masuk kok saya melihat ada tulisan Bioskop 5D, tertarik siu nyobain masuk. Tapi nggak bisa karena nggak ada waktu. Akhirnya saya di MLEB sampai malam jelang waktu Isyak. Lalu saya pun pulang.

Ya begitulah kunjungan saya ke Museum Listrik dan Energi Baru ini. Dukung kami untuk terus menulis blog dengan cara share tulisan-tulisan kami ke media sosial kamu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments