Mau Cumi Bakar Enak yang Murah di Tuban? Yuk Kesini!

Kuliner Tuban, Cumi Bakar Enak dan Murah

Mau Cumi Bakar enak yang murah di Tuban ini bukanlah perkara yang mudah. Meskipun Tuban merupakan daerah yang berada di pesisir yang artinya banyak hasil lautnya, namun pengolahannya tetap memerlukan tangan-tangan terampil.

Saat sore hari menjelang puasa adalah waktu yang tepat untuk berburu makanan, baik berat maupun sekedar untuk takjil. Di Tuban, tempat berbubur takjil paling ramai adalah di sepanjang Jalan Sunan Kalijaga.

Bacaan Lainnya

Memang, jalan ini belakangan menjadi magnet untuk berkumpul. Terdapat pusat olahraga di sini, ada tempat untuk berekspresi, berkumpul, bermain anak-anak hingga kulinernya yang sangat beragam, tentu saja enak dan murah.

Suatu hari saya mau cumi bakar enak yang murah di Tuban. Saya menuju ke Jalan Sunan Kalijaga. Saya menyusuri dari timur ke barat. Saat menjelang patung Letda Sutjipto dekat saya melihat ada satu stand makanan olahan seafood.

Stand berwarna merah dengan beberapa aksen aluminium, ada tulisan akun instagram @cumibakar_masyank, nanti dalam tulisan ini akan saya panggil dengan sebutan Cumi Bakar Mas Yank. Saya berhenti tepat di depan stand. Agak susah juga mencari tempat parkir karena saking padatnya.

Setelah itu saya turun, dan memesan tiga buah menu. Pertama cumi bakar sambal ijo, yang ini saya request yaitu cuminya yang sedang bertelur. Selanjutnya gurita bakar asam manis dan terakhir udang bakar pedas manis.

Harga Cumi Bakar Tuban Mas Yank

Harganya adalah Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 per menunya. Jadi tidak sampai menguras kantong kamu. Ukuran cumi dan menu seafood lainnya juga besar. Bahkan saya mengatakan bahwa ukurannya lebih besar dibandingkan dengan harganya.

Akhirnya saya menemukan cumi bakar Tuban yang murah dan enak. Dan ternyata saya menemukannya di lokasi street food alias pedagang kaki lima di Sunan Kalijaga, Tuban.

Rasa Cumi Bakar Mas Yank

Setelah memesan, saya menunggu penjualnya memasak pesanan saya. Cara memasaknya juga ada menarik. Karena cumi saya dibakar dari bawah dan dari atas. Pembakaran dari atas akan menimbulkan api besar menyala hingga beberapa kali saya kaget ketika tiba-tiba apinya menyala dan seolah mau menyambar.

Agak lama menunggunya karena penjualnya memastikan bahwa cumi saya matang dengan tekstur dan rasa yang pas. Selanjutnya, pesanan saya jadi. Namun saya tidak bisa langsung menikmati, karena saat saya beli, adzan maghrib belum berkumandang. Padahal seharusnya ini enak banget dinikmati saat panas.

Setelah adzan maghrib berkumandang, saya menyeruput teh panas yang sebelumnya dibuat oleh istri saya. Selanjutnya saya membuka bungkusan cumi bakar sambal ijo khas Tuban ini.

Pertama kali yang saya makan adalah bagian tubuh yang bawah. Soalnya kepala cumi adalah favorit saya. Sama seperti makan ayam, saya juga meminggirkan kulit terlebih dahulu untuk dinikmati di akhir nanti.

Saya makan dulu tanpa sambal ijo yang ada, tujuannya ingin merasakan rasa original terlebih dahulu. Rasanya kenyal di luar dan lembut di dalam. Cuminya juga terasa segar, enggak ada bau yang macam-macam. Pokoknya enak.

Pada bagian dalamnya ada telur yang terasa lembut di mulut. Dari segi rasa pun gurih. Selanjutnya saya mencocolnya ke sambal ijo. Rasanya makin enak dengan aroma dan rasa dari sambal ijonya. Sambal ijonya enggak terlalu pedas sehingga ramah untuk buka puasa seperti saya ini.

Sebagai pamungkas saya memakan bagian kepala beserta tentakel-tentakelnya itu. Rasanya makin nikmat.

Kuliner Tuban

Kuliner Tuban sangatlah beragam, dari pecel godong jadi yang khas banget rasanya, belut pedas yang terkenal itu hingga seafood yang tidak pernah gagal menghadirkan rasa yang membuat siapapun ingin terus mencobanya kembali.

Sebagai bagian dari kuliner Jawa Timur, kuliner di sini terus berinovasi. Inovasi dalam bentuk penyajian, penjualan hingga rasa yang unik. Kuliner Seafood di Tuban mendominasi daerah pesisir utara Tuban. Di sini banyak Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dapat kamu jadikan tempat untuk berburu bahan-bahan masakan seafood.

Ada juga penjual ikan asap juga di sepanjang jalan pantura Tuban. Jika ingin seafood tradisional kamu cukup mampir di warung-warung tradisional di Tuban. Ada banyak variasanya, misalnya mangut, cumi, rajungan dan lain-lain yang biasanya memiliki cita rasa pedas.

Nah terakhir, ayo ke Jawa Timur dan ke Tuban!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.