Di Kapu, Preman adalah Profesi yang Mulia

Para Preman Sedang Bekerja
Para Preman Sedang Bekerja

Kamu tahu istilah preman? Apa yang di benak kamu ketika mendengar seorang yang berprofesi sebagai preman? Seram, Kriminal dan lain-lain yang negatif. Di Kapu ada juga profesi preman tapi kamu harus tahu di Kapu, preman ndak serem, ndak suka berbuat kriminal, malak dan sebagainya. Di Kapu preman jadi profesi yang mulia dan semua orang menghormatinya.

Para orang tua di Kapu biasanya ketika melihat anaknya nganggur, maka akan bilang “Ngono kuwi munggoh mreman-mreman kono lak yo apek” Artinya “Gitu itu kalau jadi preman kan bagus”. Tuh pusing kan? Hawong jadi preman kok bagus. Hehehe. Terus apa sih sebenernya arti preman di Kapu? Preman adalah sebuah sebutan untuk orang yang bekerja sebagai pekerja pertanian.

Orang akan disebut sebagai Preman tandur kalau bekerja sebagai pekerja pertanian yang kerjaannya menanam padi. Preman Tandur didominasi Ibu-Ibu petani desa Kapu yang tangguh-tangguh itu. Kemudian orang disebut preman besik kalau orang tersebut kerjaannya membersihkan hama rumput yang biasanya sangat mengganggu tanaman utamanya.

Orang Kapu biasanya akan jujur ketika ditanyain profesinya dan jangan kaget kalau ditanya profesi, jawabannya jadi preman. Preman itu mungkin, ini mungkin ya berasal dari kata free man atau orang yang bebas. Memang pekerjaan preman di desa kapu ini ndak terikat kontrak. Ya cuma ketika bekerja saja mereka mendapatkan penghasilan, nggak ada penghasilan rutin bulanan. Kalau istilah sekarang ya freelancer lah ya, tapi di bidang pertanian.

Freelancer biasanya untuk bidang-bidang pekerjaan yang khusus, misalnya desain, programer dan lain-lain. Preman di Kapu juga memerlukan kompetensi khusus. Nggak semua preman bisa nyangkul, nggak semua preman bisa membasmi rumput dan lain-lain. Mereka punya spesialisasi masing-masing. Kalau semakin berkompeten ya semakin laris manis dimintai jasanya oleh petani lainnya yang membutuhkan.

Namun sekarang profesi preman ini terancam punah, banyak anak muda desa termasuk saya sudah meninggalkan desa dan artinya ndak bakal jadi preman lagi. Selain faktor banyak anak muda merantau, kebijakan pemerintah di sektor pertanian belum mampu memberikan daya tarik orang menjadi preman. Orang lebih pengen kerja jadi buruh pabrik ketimbang menggarap sawah. Lebih menguntungkan katanya.

Lihat saja para petani kita yang berjibaku mendapatkan pupuk ketika musim tanam, dan lihat juga ketika terkena musibah banjir misalnya, mereka bingung mau mengadu kemana, semua bilang bukan kewenangannya. Hahaha. Kamu tentu tahu ketika panen maka harga jual produk petani nyaris tanpa perlindungan alias terjun bebas dan terhempas.

Padahal potensi pertanian itu luar biasa besar. Industri mandiri yang padat karya. Hitung saja satu petak sawah butuh berapa preman untuk menggarapnya ketika proses produksi dilakukan dari mulai tanam, pemeliharaan, panen sampai pengolahan. Banyak kan? Kalau kamu mau ketemu preman-preman yang baik, ayo main ke desa Kapu, desa eksotis di pantai utara Jawa.

Terimakasih Bapak Ibu preman di desa Kapu yang memberikan kontribusi produksi pertanian Nasional. Konon Petani Berjaya Bangsa Berjaya. Semoga suatu saat petani berjaya dan bangsa pun berjaya.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

14 thoughts on “Di Kapu, Preman adalah Profesi yang Mulia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *