Apa Kabar Counter Pulsa?

Counter Pulsa
Counter Pulsa

Malam yang dingin dengan bulan yang bulat hampir sempurna, saya mau bahas mengenai bisnis Counter Pulsa. Lingkupnya ya bisnis counter pulsa di daerah saya, di Tuban. Pada awal 2000an Handphone atau yang biasa disebut HP mulai masuk ke Tuban, walaupun masih terbatas. Waktu itu hanya ada beberapa counter pulsa, dan itupun berada di tengah kota. Di desa, seperti desa saya, ndak bakal ketemu sama yang namanya counter pulsa.

Kemudian pada awal tahun 2005, HP mulai masuk desa. Faktor utama pendorong penetrasi HP ke desa adalah berdirinya beberapa BTS di desa, sehingga sinyal dapat diterima dengan baik. Penetrasi HP mau tidak mau membawa dampak. Dampak yang paling terlihat adalah menjamurnya bisnis counter pulsa. Awalnya hanya di kota kecamatan kemudian merambah ke desa-desa.

Berbagai macam bentuk counter pulsa berdiri dari kota sampai desa. Semua orang bebas menggunakan HP dengan versinya masing-masing. Orang desa saya yang nggak sekolah pun dapat mengoperasikannya. Omset counter pulsa meningkat tajam. Saya pernah dengar omset counter di desa saja sampai puluhan juta per bulan. Padahal usaha counter pulsa nggak cuma bisnis pulsa tapi juga aksesoris yang saat itu sangat booming.

Lalu bagaimana dengan sekarang? Entah kenapa counter pulsa menyusut. Penyebabnya banyak pertama keuntungan penjualan pulsa semakin sedikit, kedua ditambah aksesoris HP yang semakin tidak diminati. Selain keuntungan yang menyusut, bisnis ini juga mengalami pergeseran. Jika dulu untuk mendirikan counter harus memiliki tempat fisik, sekarang nggak perlu lagi. Banyak Bu Ibu rumah tangga yang nggak punya counter fisik bisa menjual pulsa dengan pulsa elektrik.

http://pulsa.tokopedia.com
http://pulsa.tokopedia.com

Kemudian apakah dengan menyusutnya jumlah counter HP, para pelanggan sulit mendapatkan pulsa? Jawabannya tidak. Sekarang beli pulsa sudah bisa online. Layanan Pulsa Online ini salah satunya disediakan oleh Tokopedia. Hanya dengan membuka halaman http://pulsa.tokopedia.com kamu bisa memilih membeli pulsa online jenis apa. Pembayarannya pun mudah dengan berbagai pilihan, misalnya menggunakan Virtual Account, Pembayaran Instan, Debit, Kartu Kredit dan lainnya.

Mau Tahu Gimana Serunya Pengalaman Pertama Saya Touring?

Semuanya baru pertama kali Touring ke Puncak :-D
Semuanya baru pertama kali Touring ke Puncak šŸ˜€

Suatu hari pada tahun 2012, saya dengan beberapa temen yang sebelumnya nggak pernah touring. Jangankan touring ketika keliling Jakarta pun masih sering nyasar. Sebut saja Anton, dia yang mencetuskan ide untuk nekat touring ke Puncak Bogor. Kami berlima yang terdiri dari Saya, Andik, Herwanto dan Bagus menyimak pemaparan Anton untuk rencana touring kami. Anton ngoceh menjelaskan rute yang akan dilewati. Hadeeehhhh… Jaman itu saya ndak mudeng blas. Ya pokoknya diiyain aja supaya cepet selesai.

Waktu yang ditentukan pun tiba. Saya berboncengan dengan Andik, Herwanto, Bagus dan Anton naik motor sendiri-sendiri. Berangkat dari Tanah Abang. Waktu itu kami semua tinggal disekitaran Tanah Abang kecuali si Anton. Kami berangkat menuju ke Cawang terus abis itu saya lupa. Pokoknya sampai-sampai di Cibinong. Entah lewat mana aja itu. Hawong yang seperti saya bilang tadi, saya ndak tahu jalan.

Ditengah perjalanan ternyata hujan mengguyur. Kami nyari tempat berteduh, ketemulah Toko besar berwarna merah kuning dan bertuliskan Alfamart. Alfamat ini waralaba dari PT Alfamart. Untungnya ketemu toko ini, jadi kami terlebih dahulu masuk ke toko tersebut untuk membeli perbekalan dari air mineral sampai camilan. Ya lumayan buat temen nunggu hujan. Alfamart ini luar biasa sampai ke pelosok pun ada dan standard pelayanannya sama. Kalau kemana-mana lebih nyaman belanja di Alfamart.

Hujan terus mengguyur, kalau tetap bertahan di tempat ini, saya rasa nggak bakal nyampe ini ke Puncak. Saya usul untuk menggunakan jas hujan dan melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan ternyata ada musibah. Jas hujan Herwanto meleleh karena kena knalpotnya yang panas itu. Duh! ada-ada saja. Nggak apa-apa perjalanan tetap dilanjutkan. Kami sampai di sebuah perbukitan, entah apa namanya. Ada fotonya sih. Mungkin kalau ada yang tahu bisa kasih tahu saya.

Pertama Kali Touring ke Puncak
Pertama Kali Touring ke Puncak

Kemudian kami melanjutkan perjalanan. Beberapa lama kemudian kami sampai di Puncak. Tapi sempet keterusan juga. Hawong nggak pernah tahu Puncak. Sampai dikejar sama Anton. Nah setelah itu kami semua menikmati pemandangan keren di Puncak Bogor. Duh kenapa nggak daridulu sampai di tempat keren ini. Kemudian kami juga mampir di Telaga Warna.

Telaga Warna
Telaga Warna

Ada retrebusinya, tapi saya lupa berapa. Dalam bayangan saya, telaga warna itu ada sebuah telaga dengan berbagai warna. Ada pink, hijau, ungu dan sebagainya. Pas masuk ke sana. Ada telaga dengan warna yang biasa aja, cokelat kehijauan karena lumut. Saya tanya temen saya “Mana warnanya? Katanya Telaga Warna?” dijawab enteng sama temen saya “Iya, tuh warnanya cokelat” Hahahaha. Nggak apa-apa tetep seru akhirnya tahu telaga warna cokelat.

Alfamart
Alfamart

Selanjutnya kami makan siang dan pulang. Itu adalah pertama kalinya saya Touring. Setelah tonggak sejarah tersebut, saya mulai sering ikut travelling, dari offroad sepeda sampai arung jeram, mendaki gunung pake kendaraan bak terbuka, snorkeling ke pulau seribu dan lain-lain. Dan dimanapun saya touring saya hampir pasti ketemu waralaba dari PT Alfamart, penolong saat laper atau kehabisan bekal dijalan udah gitu kalau punya kartu membernya bisa dapet poin yang bisa dituker sama diskon.

Menurut Saya, 5 Alasan ini Cukup untuk Kepengen ke Bali

Pantai Pandawa Sumber : Dok. Pribadi
Pantai Pandawa
Sumber : Dok. Pribadi

Tahu nggak kamu kalau Bali itu ternyata memiliki kedekatan budaya dengan Jawa? Ah masak nggak tahu? Banyak lho ornamen-ornamen khas Bali yang ternyata dulu juga pernah ada di Jawa. Dari Gapura, Tugu sampai pos kampling. Tapi bukan itu yang akan saya tulis. Saya akan nulis mengenai lima alasan yang menurut saya sudah cukup untuk segera mengunjungi Bali. Apa saja itu?

Transportasi

Haduuuuhhh…. Ini sih memang hal yang wajib ada di kota wisata seperti Bali. Bali memiliki moda transportasi yang lengkap sehingga memudahkan kamu moving dari satu tempat ke tempat lain. Pengalaman saya pada tahun 2014 lalu ke Bali juga demikian. Dari mulai hunting tiket pesawat sampai transportasi lokal semuanya bikin bingung. Bukan bingung karena nggak ada, tapi bingung karena terlalu banyak pilihan.

Budaya

Kalau ini mah emang daya tarik utama pulau Bali, ya. Kalau saya ke Bali itu berasa banget aroma agraris Jawa di masa lalu. Orang lalu lalang dengan bersahaja dan arsitektur bangunan yang ikonik duuuuhhh. Tahu nggak bedanya arsitektur Jawa Kuno dengan Bali? Mirip banget memang tapi ada beberapa perbedaan. Menurut pengamatan saya, bangunan kuno di Jawa hanya terdapat ornamen bunga dan atau daun. Di Bali lebih bervariasi ornamen tumbuhan ada, ornamen hewan pun ada.

Hotel yang Beragam

Percayalah sama saya, kamu nggak akan cukup cuma sehari mengeksplorasi keindahan Bali. Kamu pasti butuh penginapan sekedar untuk beristirahat supaya besok pagi bisa lanjut lagi eksplorasi pulau dewata ini. Untuk urusan hotel kamu nggak bakal menemui kesulitan sama sekali di Bali. Kamu tahu traveloka.com, kan? Nah portal itu sudah lama melayani traveler yang mau pesan hotel di Bali. Mudah dan banyak pilihan. Setelah tidur jangan lupa menikmati Bali.

Kuliner

Ini mah kudu banget dicoba. Banyak kuliner khas Bali yang bisa dieksplorasi. Buat saya yang terpenting buat dicicipi adalah ayam betutu dan pie susu. Sebenernya banyak sih kuliner Bali, tapi ya dua itu menurut saya yang rekomen banget. Kamu nggak perlu khawatir sama rasa makanan di Bali enak-enak banget.

Pantai

Lagi-lagi ini adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan Bali. Saya orang pesisir, tapi rasanya pantai di Bali itu khas. Khasnya apa? Ya coba aja kesana sendiri dan rasakan deburan ombak dan keramahan warga Bali di sekitar pantai.

 

Bukan Hanya Ibu, 1st BITE DAY Juga Jadi Tugas Ayah

Penyajian Milna Bubur Organik
Penyajian Milna Bubur Organik

Ayah, Bapak, Papa atau siapapun panggilannya yang seumuran dengan saya, pasti pernah mengalami kebingungan tentang bagaimana memenuhi pemenuhan gizi anak-anak kita. Apalagi Ayah seperti saya yang berasal dari desa. Di Desa banyak sekali mitos yang berkembang dan berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak saya. Misalnya di desa saya, orang tua buru-buru memberikan makanan sebelum masa ASI eksklusif berakhir, kemudian memberikan makanan yang macam-macam ketika belum sampai usia 1 tahun dan lain-lain. Kalau nggak mau kebingungan ayo baca tulisan saya ini bro!

Dengan kondisi di desa yang minim pengetahuan seperti yang saya ungkapkan diatas mungkin kita akan maklum kalau terjadi kekurangan gizi, namun ternyata permasalahan gizi tidak hanya terjadi di desa. Di kota-kota yang berpenduduk kelas menengah keatas pun tidak luput dari permasalahan gizi pada anak-anaknya, intinya semua kelas masyarakat memiliki risiko yang sama terkait permasalahan gizi. Ada data dari WHO yang menerangkan tentang dampak kekurangan gizi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Berdasarkan data dari WHO yang dirilis tahun 2014, Indonesia menempati urutan ke-17 dari 117 negara tingkat prevalensi wastingĀ  atau perawakan kurus dan stuntingĀ  atau perawakan pendek dengan prosentase yang tinggi pada balita. Dalam data yang lebih rinci, ada sekitar 14% balita wasting, danĀ proporsi tertinggi pada balita stunting mencapai 35%. Selain jumlahnya yang cukup tinggi di Indonesia, balita stunting menggambarkan kejadian kurang gizi yang dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.

Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak mengatakan bahwa Masalah perawakan pendek (stunting), tidak berhenti di tinggi badan Si Kecil. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi, yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Ngeri kan? Ngeri broh! Diatas saya bilang kan ada tantangan sendiri untuk orang tua seperti saya yang memiliki latar belakang keluarga yang tradisional, misalnya terkait ASI Eksklusif saja sudah repot untuk menjaganya, padahal ASI adalah Hak Anak yang dititipkan Allah untuk anak kita. Jadi kita harus sampaikan hak tersebut kepada anak-anak kita. ASI sebagai anugerah Allah telah memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan anak-anak di masa pertumbuhan, sebut saja kolostrum serta kandungan antibodi alaminya yang bermanfaat dalam menunjang tumbuh kembang bayi serta membantu mencegah infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.

Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan tanpa makanan atau minuman tambahan. Setelah itu, biasanya nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi, sehingga 1st BITE DAY atau momen makan pertama Si Kecil dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembangnya.

Milna 1st Bite Day
Milna 1st Bite Day

Oke kita main angka lagi ya, mungkin para ayah yang kadang males baca ini tanya kenapa ASI Ekslusif hanya 6 bulan dan setelah itu dibutuhkan MPASI? Gini Bro! Pada usia sampai 5 bulan bayi hanya membutuhkan sekitar 400an kalori nah ketika menginjak usia 6 bulan, si kecil membutuhkan lebih dari 600 kalori dan ASI hanya mampu 400-500 kalori sehingga ada gap kebutuhan nutrisi. Makanya ASI Eksklusif itu sampai 6 bulan saja, selanjutnya ya tambahin MPASI.

Kandungan zat gizi pada MPASI, tidak saja berperan penting untuk pertumbuhan fisik tubuh tetapi juga dalam pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik, dan kecerdasan Si Kecil. Milna 1ST BITE DAY atauĀ momen makan pertama Si Kecil, memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini dan mengurangi risiko alergi Si Kecil. Dalam jangka panjang, 1ST BITE DAY atauĀ momen makan pertama Si Kecil, bermanfaat meminimalisir kemungkinan Si Kecil menjadi susah makan di kemudian hari dan mudah untuk beradaptasi dengan makanan baru.

Untuk MPASI pilihalah yang terbaik, ya nggak selalu mahal sih. Ingat si kecil itu sensitif. Kalau saya sih milih yang organik aja. Kita tahu dong kalau yang alami itu juga bakal diterima dengan baik sama tubuh kita, asal sesuai ya. Keunggulan bahan pangan organik sebagai bahan dasar yang berkualitas tinggi adalah tidak menggunakan bahan kimia dan pengawet lainnya. Tapi gimana ya? Hawong jangankan yang organik itu gimana, bagi ayah kaya saya asal bikin kenyang Ya sikat. Padahal kan ndak bisa begitu, ini untuk anak kita lhoh.

Milna Ahlinya Makanan Bayi
Milna Ahlinya Makanan Bayi

Supaya ndak bikin ayah bingung, ada satu brand yang menyediakan produk MPASI berbahan organik pertama di Indonesia. Siapa dia? ya! Milna di bawah Kalbe Nutritionals, telah menghadirkan produk MPASI organik pertama di Indonesia yaitu Milna Bubur Bayi Organik yang terbuat dari bahan alami organik pilihan, sebagai alternatif MPASI untuk Si Kecil.

KALBE Nutritionals
KALBE Nutritionals

ā€œBahan pangan organik diproses secara alami dan sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya,ā€ seperti yang dijelaskan oleh Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak, mengenai pandangannya akan pemberian bahan pangan organik untuk Si Kecil.

ā€œMilna Bubur Bayi Organik mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi.Tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang hijau, yang sangat cocok untuk suapan pertama Si Kecil sebagai awal pengenalan tekstur dan rasa,ā€ jelas Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna.

Milna Bubur Organik Beras Merah dan Kacang Hijau
Milna Bubur Organik Beras Merah dan Kacang Hijau

Gimana udah nggak pusing lagi kan para ayah untuk membantu Ibu memilihkan MPASI yang tepat untuk Si Kecil. Di pundak Ayah Bunda sekalianlah nasib generasi muda penerus bangsa. Oiya cara bikinnya gampang kok, tuh diatas saya cuma butuh tiga langkah untuk menyajikan Bubur Organic Milna. Kalau masih bingung juga, coba deh main ke website http://www.bayimilna.com atau facebook : MilnaID kalau biasa main twitter bisa follow @BundaMilna, kalau ternyata ada yang suka main instagram ada juga @milnaid. Tuh nggak ada alasan lagi untuk tidak kompak bersama memenuhi gizi si Kecil.

Kalau Kamu Pengen Piknik, Aku Tunjukkan 5 Tempat Keren di Garut

Kebun Strawberry, sebelah kiri
Kebun Strawberry, sebelah kiri

Kamu mulai lemas, lunglai, lemah tak berdaya atau malah suka uring-uringan dan nggak konsen ngerjain sesuatu. Itu tanda-tanda kamu kurang piknik. Piknik gih mumpung masih ada waktu dan mumpung masih banyak tempat keren di Indonesia. Ayo aku tunjukkan tempat keren tersebut. Nama kota kecil ini adalah Garut. Apa jaket kulit? Iya benar di Garut ada banyak sentra kulit. Selengkapnya simak yuk 5 tempat keren di Garut.

Puncak Darajat Pass

Pemandian Air Panas Darajat Pass
Pemandian Air Panas Darajat Pass

Garut itu di pusat kotanya saja sudah dingin. Saya nggak mau bilang sedingin hatimu karena sudah mainstream, saya hanya mau bilang Garut itu dinginnya seger. Cocok buat kamu yang otaknya panas karena rutinitas yang padat. Di Garut ada tempat yang dingin banget, namanya darajat pass. Kalau kamu kesini siapin selimut tebel kalau perlu berlapis. Seru ya, dingin-dingin? Sebenarnya bukan dinginnya yang seru, justru angetnya yang seru. Lho kok bisa?! Di Darajat Pass ada pemandian air panas yang akan menghangatkan jiwa ragamu.

Disini banyak juga hotel dan vila. Kamu bisa memesan hotel-hotel itu di traveloka. Di Drajat Pass kamu bisa mandi air hangat dengan pemandangan pegunungan yang seolah memagari tempat pemandian itu. Berasa kaya di kolam pribadi deh kalau lagi sepi.

Gunung Sadahurip

Gunung Sadahurip
Gunung Sadahurip Sumber : inilahgarut.com

Kamu pernah denger kabar yang menyebutkan bahwa beberapa gunung di Indonesia ini ditengarai bukan bentukan alam namun ada campur tangan manusia. Bahkan santer beredar kalau itu semua adalah piramida kaya di Mesir. Salah satu gunung yang dikabarkan merupakan struktur piramida adalah Gunung Sadahurip yang ada di Garut. Ini tempat juga nggak boleh kamu lewatkan ketika di Garut. Dari jauh Gunung ini memang piramida walaupun nggak simetris-simetris amat.

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang
Candi Cangkuang

Kalau denger kata candi kamu pasti ingat candi prambanan atau borobudur. Di Garut yang jauh dari kedua candi yang saya sebutkan sebelumnya, terdapat sebuah candi bernama Cangkuang. Candi bercorak Hindu ini terletak di tengah danau sehingga kalau kamu mau ke Candi ini kamu harus menyebrang danau dengan rakit. Gimana? Masih kurang romantis apa coba? Nama Candi ini diambil dari nama pohon yang tumbuh disekitar candi dan bernama pohon Cangkuang.

Sukaregang

Sukaregang Sumber : imansyah88.wordpress.com
Sukaregang
Sumber : imansyah88.wordpress.com

Kamu suka jaket kulit, tas kulit, gesper kulit atau apa saja yang berhubungan dengan kulit? Maka kamu berada ditempat yang tepat yaitu Jalan Sukaregang Garut. Di sepanjang jalan ini berjajar banyak banget toko-toko yang menjual aneka barang yang terbuat dari kulit. Barang-barang di sini sangat berkualitas, sehingga jangan kaget dengan harganya, ya?

Chocodot

Chocodot Sumber : localityphoto.com
Chocodot
Sumber : localityphoto.com

Buat kamu yang suka sekali dengan cokelat, kamu akan seneng banget sama toko oleh-oleh satu ini. Chocodot menyediakan banyak banget produk cokelat. Tapi yang paling menarik adalah chocodot sendiri, yaitu cokelat isi dodol. Kamu tahu kan dodol adalah makanan khas Garut yang enak banget itu, dikombinasikan dengan cokelat yang memang dasarnya udah enak. Nah jangan lewatkan, ya.

Itu diatas adalah lima tempat yang bisa kamu kunjungi ketika di Garut. Sebenarnya masih banyak sih yang bisa dieksplorasi di Garut ini. Ditambah lagi sama udaranya yang sejuk dan keindahan budaya Sunda. Duh ngangenin! Kalau kamu punya kesempatan sebaiknya segera jalan-jalan ke Garut, nggak bakal rugi! Kalau bisa ajak orang-orang terkasih kamu. Dijamin deh orang-orang terkasih kamu akan semakin menyayangi kamu!

Bingungnya Kang Di Pilih Asuransi Jiwa

Asuransi
Asuransi

Magrib selesai, sore ini suasana Langgar agak berbeda, biasanya rame sama anak-anak yang ngaji, malam ini sepi. Mungkin karena hujan deras yang seharian mengguyur desa. Kang Di dan Kang Pri pun tadi agak telat juga untuk datang ke Langgar. Padahal biasanya mereka yang paling awal sampai di Langgar. Nah diiringi dengan rintik-rintik gerimis yang membuat ramai suara atap Langgar yang terbuat dari seng ini, Kang Di dan Kang Pri seperti biasa ngobrol-ngobrol.

“Gimana Kang kemarin panen padinya?” Tanya Kang Pri membuka percakapan sambil membuka pecinya dan meletakkannya dilantai.

“Alhamdulillah, Kang, walaupun sempat diterjang banjir dan sempat banyak juga yang rubuh, tapi lumayan hasilnya” Jawab Kang Di tersenyum.

“Ya, semoga tahun depan tidak ada banjir lagi seperti yang dijanjikan Pak Bupati tempo hari” Kang Pri melanjutkan.

“Amiin…, Eh Kang dengan keadaan ekonomi yang seperti ini, saya kok jadi mikir ya, enak mungkin ya kalau ada yang menjamin jiwa saya” Kata Kang Di menerawang.

“Maksudnya asuransi jiwa gitu, Kang”? Tanya Kang Pri.

“Iya, Kang jadi misalnya kalau terjadi apa-apa dengan saya, saya masih bisa mendapatkan manfaat gitu, untuk keberlangsungan hidup saya” Jelas Kang Di.

“Iya sih, Kang. Saya juga kadang mikir. Saya kan tulang punggung keluarga. Ya minimal saat saya kena apa-apa ada yang menjamin, walaupun bersifat sementara” Kata Kang Pri.

“Kira-kira gimana ya Kang caranya ikut asuransi gitu?” Tanya Kang Di.

“Sek bentar, saya kemarin dikasih tahu sama temennya anak saya, katanya ada beberapa perusahaan asuransi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kita. Tapi sepertinya Astra Life lebih cocok Kang buat kita.” Kata Kang Pri.

“Wah apa itu Astra Life Kang?” Tanya Kang Di antusias.

Kang Pri beranjak dari duduknya, kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan gawai pintar barunya.

“Wah baru nih, Kang?” Tanya Kang Di.

“Alhamdulillah, panen kemarin ini, saya belikan ini, supaya saya bisa update harga pertanian” Jelas Kang Pri.

“Oke, Kang kembali lagi ke Astra Life, gimana tadi Kang?” Tanya Kang Di lagi.

“Kita buka websitenya saja kang, kita ketik astralife.co.id dan keluar deh website resminya” Kata Kang Pri sambil menunjukkan gawai pintarnya ke Kang Di.

“Nih, Kang websitenya, di websitenya ada info mengenai produk-produk asuransi jiwa dan asuransi lainnya.” Jelas Kang Pri lagi.

“Apa saja itu, Kang?” Tanya Kang Di.

“Nih ada Produk individu yang meliputi Produk Invidu dan Employee Benefit. Untuk yang produk invidu dibagi lagi menjadi dua yaitu Investasi & Proteksi dan Perlindungan. Kayanya sampeyan cocok pakai yang perlindungan ini, Kang” Kata Kang Pri menjelaskan.

“Emm… mana-mana Kang? Emang apa saja manfaat yang saya dapatkan kalau ikut yang perlindungan?” Tanya Kang Di.

“Nih, Kang di websitenya bilang kalau kita ikut misalnya Sinatra Proteksiku, kita mendapatkan manfaat Pembayaran Santunan sebesar Rp 6.000.000,- (enam juta rupiah) secara sekaligus kepada penerima manfaat saat peserta asuransi meninggal dunia akibat kecelakaan dalam masa kepesertaan dalam kurun waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak terjadinya kecelakaan.” Kang Pri.

“Terus apalagi, Kang?” Tanya Kang Di.

“Ada lagi yaitu Pembayaran Santunan Tunai Harian Rawat Inap sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) per htari, maksimal 30 (iga puluh hari) per tahun kepesertaan jika rawat inap terjadi dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya kecelakaan. Terakhir kita akan mendapatkan Pembayaran Santunan Tunai Darurat Rawat Jalan di Rumah Sakit akibat Kecelakaan sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) sebanyak 1 (satu) kali tahun Kepesertaan dalam kurun waktu 24 (dua puluh empat) jam hari sejak terjadinya kecelakaan.” Kang Pri menjelaskan panjang lebar.

“Wah lumayan juga ya Kang? Terus apa lagi Kang?” Tanya Kang Di.

“Udah, Kang sampeyan buka saja di rumah, website astralife.co.id terus sampeyan renungkan, mana yang pas.” Kata Kang Pri.

“Oke, Kang. Yuk Kang Rohim sudah Adzan itu” Kata Kang Di mengakhiri percakapan.