Yuk Atur Uangmu, Lakukan 7 Hal ini

Yuk Atur Uangmu Sumber : http://globalaccessibilitymap.com
Yuk Atur Uangmu
Sumber : http://globalaccessibilitymap.com

Yuk Atur Uangmu! Kayanya gampang banget yah ngomongnya. Ya emang gampang sih sebenernya, cuma butuh konsisten aja sama langkah-langkah untuk mengatur uang. Untuk saya yang merupakan keluarga muda, tsaaahhh… Ya emang masih muda bro kan baru 2014 kemarin menikah dan sekarang sudah punya satu bayi perempuan yang lagi aktif-aktifnya. Oiya saya bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan, gajinya ya standard gaji fresh garduate di tempat lain. Istri saya sempat bekerja namun sekarang sudah resign, jadi saya satu-satunya sumber pendapatan keluarga.

Saya juga sekarang sudah tinggal sendiri, sudah beli rumah sih tapi belum selesai pembangunannya, jadi sekarang masih ngontrak. Terus gimana dong mengatur keuangan keluarga kecil saya ini? Sebenernya sederhana ini sih, kamu juga bisa melakukannya. Saya ndak bermaksud menggurui, saya cuma mau berbagi pengalaman aja sih. Yuk simak 7 hal ini untuk mengatur uangmu.

Saling Terbuka

Keterbukaan Sumber : http://complianceandethics.org
Keterbukaan
Sumber : http://complianceandethics.org

Ingat kamu sekarang sudak nikah, jadi ndak perlu gengsi-gengsian. Biasanya Kamu para pria saat pacaran suka pamer kemapanan di depan calon istrimu, dan sekarang udah nggak saatnya lagi kamu kaya gitu. Kamu harus terbuka kepada pasanganmu tentang penghasilanmu yang sebenernya. Kamu harus buka semua penghasilanmu jangan ada yang dirahasiakan sedikitpun. Untuk apa sih? Ya paling mendasar untuk mengukur kemampuanmu, kedua akan menimbulkan rasa saling percaya.

Rajinlah Menabung

Menabung Sumber : http://everydayme.co.id
Menabung
Sumber : http://everydayme.co.id

Bagi karyawan kaya saya yang bekerja 8 jam sehari kadang lebih, sepertinya susah untuk memiliki usaha sampingan. Udah nggak kuat Bro! Jadi ndak usah memimpikan uang tambahan yang tiba-tiba blek besar banget gitu dari usaha sampingan. Mending nabung, ndak usah ngoyo kerja, anak istrimu juga butuh perhatianmu. Ndak usah maksa investasi-investasi yang kamu sendiri nggak nguasain detailnya, nanti pusing uang habis dan anak istrimu kurang perhatian dari kamu. Coba deh baca gimana pengaruh perhatian kamu sebagai orang tua terhadap perkembangan anak.

Buatlah Rekening Khusus Tabungan

Rekening Bank Khusus Tabungan Sumber : http://meerasantoshi.com
Rekening Bank Khusus Tabungan
Sumber : http://meerasantoshi.com

Khusus untuk hal ini, saya sudah melakukannya sejak bekerja. Saya meminta orang tua saya di kampung untuk membuka rekening tabungan yang tidak ada ATM-nya dan buku tabungannya nggak dikasihkan ke saya. Rekening Bapak saya tersebut saya transfer setiap bulan sisa uang gaji saya dan saya nggak bisa mengambilnya hawong nggak ada ATM-nya dan kalaupun ngambil harus pulang kampung yang jaraknya 850 KM, jadi kalau nggak punya uang mending puasa deh daripada ngambil segitu jauh. Nah ketika menikah hal yang sama saya lakukan, saya membuka rekening dan dipegang istri.

Jangan Tergiur Usaha Sampingan yang Nggak Kamu Kuasain

Side Job Sumber : http://vipcardusers.wordpress.com
Side Job
Sumber : http://vipcardusers.wordpress.com

Ada beberapa kawan di kantor yang memaksakan diri untuk memiliki usaha di luar pekerjaannya sehari-hari di kantor. Memang sepertinya enak banget ya, penghasilannya double. Tapi kalau kamu nggak punya kemampuan mengelola bisa bikin pusing kamu dan keluargamu. Kalau kamu yakin sama usaha sampingan yang kamu lakuin bisa kamu handle dengan baik tanpa mengorbankan perhatian ke keluarga dan karir utama ya monggo dikerjakan.

Buat List Kebutuhan dan Tingkat Kepentingan

Penentuan Kebutuhan Sumber : https://thesalesblog.com
Penentuan Kebutuhan
Sumber : https://thesalesblog.com

Ketika kamu menikah, kamu harus segera membuat perencanaan kebutuhan dan tingkat kepentingannya. Oke contoh saya ya. Saya ingin memiliki rumah. Kepentingan saya pertama adalah kenyamanan anak dan istri saya di rumah tersebut, kemudian kedua pendidikan anak saya harus terjangkau dan berkualitas, kemudian harga rumah tersebut terjangkau oleh penghasilan saya.

Dengan kebutuhan rumah dan kepentingan tersebut saya harus mencari rumah yang nyaman, murah dan memiliki akses pendidikan yang murah dan berkualitas. Soal jarak dengan tempat kerja saya ternyata kepentingannya nggak tinggi dibanding hal yang disebutkan sebelumnya. Jadi pertimbangan soal jarak ke tempat kerja bisa diabaikan.

Ikut Asuransi

Auransi Sumber : http://www.sinarmasmsiglife.co.id/
Auransi
Sumber : http://www.sinarmasmsiglife.co.id/

Oke, ini adalah hal paling krusial untuk dilakukan oleh anak muda ataupun keluarga muda. Dengan keadaan ekonomi kita yang memang terus membaik sih tapi kan gak semua orang menikmati kemajuan ekonomi. Saya contohnya, kalaupun saya dapat gaji tiap bulan rasanya juga akan kolaps ketika saya atau anggota keluarga saya sakit dan membutuhkan biaya besar untuk memulihkan kesehatan.

Sekarang Asuransi sudah mengalami banyak perkembangan, tidak hanya melindungi diri tapi juga menghasilkan investasi. Salah satu perusahaan asuransi yang keren yaitu Sinarmas MSIG Life. Sinarmas MSIG Life menawarkan berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan kamu semua. Nah sebagai keluarga muda yuk berasuransi. Menurut saya berasuransi itu salah satu cara untuk mendisiplinkan perencanaan keuangan, khususnya untuk keluarga muda macam saya ini.

Konsisten

Konsisten Sumber : http://www.hearandplay.com
Konsisten
Sumber : http://www.hearandplay.com

Terakhir dan yang paling penting adalah konsisten. Kamu harus melakukan semua poin diatas dengan konsisten. Kalau kamu konsisten maka langkah-langkah diatas akan mengantarkanmu menjadi seorang dengan perencanaan keuangan yang baik. Kamu nggak akan keteter dengan suatu peristiwa yang mungkin akan membutuhkan banyak biaya, karena semuanya telah direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan konsisten.

 

Tips dan Info Wisata : Travelling Seru kalau Hormati Kearifan Setempat

Tips dan Info Wisata : Travelling Seru kalau Hormati Kearifan Setempat
Tips dan Info Wisata : Travelling Seru kalau Hormati Kearifan Setempat

Kunjungan Presiden Barack Husein Obama ke Republik Indonesia menjadi berita yang menyedot banyak perhatian orang Indonesia. Selain Obama adalah pemimpin dunia paling berpengaruh, Obama juga pernah merasakan nikmatnya hidup di alam raya Indonesia ini. Jadi memang sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kegiatan Obama tidak hanya berkutat dalam kegiatan kenegaraan, tapi juga travelling mengunjungi Masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal Jakarta.

Saat sebelum Obama menginjakkan kaki di Masjid Istiqlal banyak yang menuntut Barack Obama untuk menghormati tempat ibadah umat Islam itu dengan melepas sepatu. Barack Obama pun menghormati, beliau masuk dengan melepas sepatunya dan menariknya First Lady menggunakan kerudung dan pakaian serba landung (panjang dalam bahasa Jawa) saat masuk ke Masjid kebanggaan Indonesia ini. Ini adalah bentuk penghormatan Barack Obama kepada budaya setempat.

Kemudian, ketika kita ke Bali. Apa yang khas dari Bali? apalagi kalau bukan Pura. Tempat ibadah umat Hindu ini memang memiliki keindahan arsitektur yang memukau, sehingga menarik siapapun untuk menikmati keindahannya dari dekat. Biasanya di Pura, ada peraturan kepada para pengunjung menggunakan kain selendang yang diikatkan ke pinggang pengunjung. Hampir nggak pernah lihat ada orang yang menolak menggunakannya. Ini juga bentuk penghormatan kepada kearifan lokal.

Pernah ke Borobudur? disana harus pakai kain batik. Kemudian pernah ke tempat wisata religi misalnya situs makam walisongo yang mengharuskan pengunjungnya menggunakan baju Muslim. Atau pernah ke tempat yang dikeramatkan warga setempat dengan peraturan-peraturan tertentu. Umumnya sih semuanya manut dan patuh.

Tapi negara api menyerang. Banyak tayangan televisi dan film layar lebar yang menunjukkan serunya travelling. Baik travelling yang berbasis alam, situs budaya, desa budaya dan lain-lain. Saya yang langganan naik kereta api dari Jakarta – Bojonegoro juga merasakan perubahannya. Pernah dengar film 5 cm? Saya ndak pernah nonton sih, tapi konon film ini salah satu film yang berhasil meningkatkan angka pendakian gunung Semeru.

Sebenarnya itu bagus, dan bagus banget, tapi seperti hal-hal yang sebelumnya juga ngetrend. Trend naik gunung juga melanda orang-orang yang saya sebut baru keluar kandang. Orang-orang yang sama sekali tidak tahu etika umum. Kebiasaan ditempat asalnya tidak peduli kota maupun desa dibawa-bawa dan sayangnya belum tentu cocok dengan etika umum yang berlaku.

Oke apa sih riilnya? Misalnya pas menggunakan kereta api, mereka ramai banget dan sangat mengganggu penumpang lain yang ingin beristirahat. Tahu nggak penumpang kereta api khususnya akhir pekan itu umumnya adalah orang-orang yang seharian bekerja kemudian pada sore hari melakukan perjalanan jauh menggunakan kereta dengan harapan bisa istirahat di kereta api eh diganggu sama alay-alay ini.

Beberapa waktu lalu mungkin sebagian kita juga jengkel dengan ulah para pelaku swa foto yang menginjak-injak bunga Amarylis yang ada di Pathuk, Gunung Kidul, Jogja. Kebun bunga ini sejatinya bukan tempat wisata, tapi sebuah kebun pribadi. Pemiliknya pun justru kasihan sama pengunjung yang belakangan datang karena tidak kebagian bunga yang bagus untuk berswa foto. Banyak lagi sebenarnya aksi-aksi vandalisme di tempat wisata lainnya di Indonesia. Saya akrab banget sama tulisan-tulisan nama di pager-pager tempat wisata ada juga penempelan stiker-stiker komunitas travelling yang alay di tempat yang tidak seharusnya seperti dipapan petunjuk jalan dan lain-lain.

Baik, setelah melihat fakta-fakta diatas, ada suara yang bilang kurang lebih “kalau ada tempat bagus jangan difoto, supaya tidak ada yang tahu”. Saya sama sekali tidak melihat manfaat dari ungkapan tersebut. Kenapa? Soalnya saya lebih senang dan bahagia ekonomi negara ini berasal dari pariwisata apapun jenisnya dibandingkan dengan eksploitasi Sumber Daya Alam yang efeknya jauh lebih parah ketimbang anak-anak alay yang selfie di kebun Amarylis atau yang suka berisik di kereta.

Jadi disini saya ingin bilang bahwa tempat wisata yang bagus harus disebarluaskan ke masyarakat, jangan ditutup-tutupi. Biarkan warga sekitar tempat wisata mendapatkan manfaat dari alam dengan tanpa mengeksploitasinya. Anak-anak traveller idealis, sebaiknya berikan pendampingan kepada masyarakat sekitar tempat wisata yang keren tersebut untuk mengelola dengan baik. Kemudian juga, silakan kampanye dan berikan rambu-rambu yang jelas di tempat wisata, misalnya dilarang ini itu untuk menjaga keutuhan dan keindahan tempat wisata. Gampangnya sih berperan untuk memberikan tips dan info wisata kepada seluruh masyarakat.

Bayangkan saja, negara red dot saja bisa menggenjot industri pariwisatanya, masak kita yang jauh lebih banyak tempat wisatanya justru mau disembunyikan. Mulai sekarang mari kita berwisata, patuhi aturan setempat, jangan berbuat aneh-aneh, jangan bawa kebiasaan kampung halaman ke tempat wisata dan mari hormati kearifan lokal tempat wisata.