Cari Tahu Tek Enak di Tuban? Yuk ke Mas Penjual ini!

Tahu Tek depan Perpusda

Tahu Tek panganan khas Jawa Timur ini memang ngangenin betul. Saya baru dua kali sih makan tahu tek, tapi udah dibikin ketagihan. Bagi kamu yang belum tahu Tahu Tek, ini adalah makanan tahu goreng ditambah kecambah kemudian diguyur sambal Kacang. Kalau mau lebih sedap bisa ditambah telor ceplok.

Di Tuban panganan ini dijual di kaki lima. Banyak penjual tahu tek keliling di sepanjang jalanan Tuban khususnya sih di kecamatan kota. Di kecamatan lain pun mungkin ada tapi tidak sebanyak di kota. Biasanya dijual dimalam hari. Enak lho dingin-dingin makan tahu tek yang bercitra rasa gurih dan kalau mau yang pedas, tinggal minta sama Mas penjualnya.

Malam-malam saya naik motor berdua sama istri, udah lama nggak berduaan sama istri. Saya keliling-keliling nyari makan malam yang joss. Jalanan Tuban sudah berubah, banyak cafe-cafe yang instagramable.

Baca juga : Mie Pangsit Enak di Tuban

Jalan terus semakin lama kok semakin banyak cafe yang berjejeran. Jadi kepikiran mampir, tapi prejengan saya yang ndeso ini kok kelihatannya ndak pantes masuk cafe. Akhirnya nyari Tahu Tek ajalah. Makanan merakyat tapi tetap instagramable karena terlihat klasik dan eksotis, tsaaah…

Setelah agak lama berkeliling, saya menemukan penjual tahu tek. Penjualnya tersembunyi di balik gerobak eksotisnya sedang ngulek sambel kacang. Tidak jauh dari gerobak itu ada dua remaja sepertinya untuk mereka tahu tek yang sedang disiapkan masnya ini.

Saya mematikan motor dan langsung cekrek-cekrek foto dulu, untuk bahan nulis. Sedangkan istri saya menghampiri Mas Penjualnya pesan Tahu Tek dua bungkus. Kemudian tingkat kepedesannya pesan yang sedang saja tentu tambah telor dadae biar tambah maknyus.

Sabar ya, Bro. Pesan Tahu Tek agak lama soalnya musti ngulek dulu bumbunya kemudian digoreng dulu juga telornya. Sambil nunggu kamu bisa sambil cuci mata lihat-lihat sekitar. Atau bisa juga sambil WA pacar siapa tau lagi pengen Tahu Tek juga. Atau bisa juga untuk Camer supaya ndak nanyain Ninja melulu.

Oiya letak Mas Penjual ini ada di depan Perpustakaan Daerah. Itu lho yang ada di Jalan Sunan Kalijogo deketnya perempatan Latsari. Pokoknya pas di depan Perpusda itu Masnya mangkal. Saya kesitu sih habis Isyak, buka sampai jam berapa ndak tau juga. Lha ndak sempet tanya je.

Setelah beberapa lama, pesanan saya siap. Tahu tek dua bungkus dengan rasa pedas sedang saya cantelin ke motor dan pulang. Sampai rumah langsung dengan nggak sabar saya buka itu bungkusannya

Hmmm… Sedap. Baunya gurih-gurih gimana gitu. Ketika disendok dan dimakan, beneran rasanya gurih ndak cuma baunya tapi rasanya pun ikut-ikutan gurih. Ndak lama habis ludes itu hidangan Tahu Tek saya. Penutupnya tentu saja telor dadarnya. Sengaja saya sisihkan untuk menutup kenikmatannya.

Akhirnya tuntas sudah keinginan saya makan Tahu Tek, Alhamdulillah. Untuk Mas penjualnya semoga semakin laris manis.

Buat Kamu Calon Penumpang KRL Commuter Line, Perhatikan ini!

KRL Commuter Line
Sumber : www.krl.co.id

Kelas menengah akhir zaman seperti saya ini serba repot kalau merantau ke kota. Kenapa? Soalnya saya ndak mungkin bisa memiliki hunian di dalam kota Jakarta. Ngaku miskin juga nggak miskin jadi ndak mungkin dapet rusun, ngaku kaya pun buktinya nggak mampu beli properti apapun di Jakarta. Solusi satu-satunya ya beli di luar kota. Untungnya ada KRL atau Commuter Line bisa sedikit memecahkan masalah kami.

Untuk Kamu baru pindah rumah di luar kota perhatikan pesan-pesan saya ini, hehehe. Oiya kalau Kamu tinggal di Bekasi, Bogor, Tangerang dan lain-lain jangan ngaku Jakarta yak. Hahaha.

Berdoa Sebelum Berangkat

Berdoa
Sumber : http://www.passion4people.org

Awali semuanya dengan berdoa. Janganlah remehkan doa ini. Semua agama mengajarkan berdoa sebelum melaksanakan pekerjaan yang baik. Jadi berdoalah sebelum naik KRL. Doanya gimana? Ya tanya sama pemuka agama panjenengan semua, atau kalau orang desa kaya saya monggo tanyaken ke Pak Modin.

Persiapkan Uang Elektronik Kamu

E-Money
Sumber : http://rolling-capital.com

Naik KRL beda sama naik bus antar kota di Tuban sana. Naik KRL ndak ada karcisnya adanya tiket elektronik. Ada dua jenis, pertama tiket yang dikeluarkan oleh PT KJC bernama KMT, dan kartu yang dikeluarkan Bank seperti E-money, Flash dan lain-lain. Nah pastikan saldonya lebih dari 12 Ribu rupiah dan sudah diaktivasi. Jadi nanti tinggal makbleng masuk gitu.

Saya Sarankan Install KRL Access di Android Kamu

KRL Access

Untuk pemula kamu harus riset terlebih dahulu tentang jadwal KRL yang kamu inginkan. Aplikasi ini sangat membantu. Selain bisa tahu jadwal kamu juga bisa tahu dimana kereta kamu berhenti. Jadi kamu ndak perlu tanya-tanya ke orang atau satpam yang terkadang jauh dari jangkauan kamu. Tapi percayalah suatu saat kamu ndak memerlukan aplikasi ini lagi, karena insting kamu sudah terlatih melihat perilaku KRL. Hehehe.

Ketika Sampai di Stasiun Pasang Telinga dengan Benar

Dengarkan
Sumber : http://kingstheology.org

Maksudnya simak pengumuman dari pengeras suara, soalnya itu menentukan nasib kamu. Kalau kamu kurang jelas jangan segan bertanya dengan satpam yang ada disekitar peron. Nanyanya nomor peron yak jangan nanya nomor Handphone. Kalau udah yakin maka berjalanlah ke peron tempat KRL berhenti. Taati aturan. Berhenti dibelakang garis aman berwarna kuning dan melintaslah ditempat yang telah disediakan.

Perhatikan Gerbong Ada Dua Jenis

KRL Khusus Wanita

Kamu harus tahu, kalau gerbong kereta ada dua jenis. Untuk yang paling depan dan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jangan salah masuk. Coba aja sih kalau pengen denger omelan-omelan Ibu-Ibu kolaborasi sama Ibu-Ibu Muda mileneal. Jangan coba ya sebaiknya, naiknya yang biasa-biasa aja. Kalau cowok ya jangan masuk ke kereta khusus cewek. Oiya tulisan gerbongnya cukup gede dan warnanya juga berbeda, biasanya berwarna pink atau ungu jadi harusnya gak salah naik.

Dahulukan Penumpang yang Turun

Dahulukan Penumpang Turun

Kalau kamu mau naik ke KRL, perhatikan hal ini yak. Kalau kamu mau selamet dalam arti nggak ketabrak-tabrak orang sekaligus dimaki-maki, kamu harus dahulukan orang yang mau turun. Lagian jangan buru-buru, apasih yang mau dikejar? Jodoh juga masih jauh. Eh.

Jangan Memaksa untuk Masuk

Jangan Maksa Masuk

Kalau kamu kebetulan naik pas jam-jam sibuk alias jam pulang dan berangkat kerja, jangan harap kamu temukan kereta yang kosong melompong kecuali kereta yang kearah sebaliknya. Nah kamu jangan memaksakan diri masuk ke kereta kalau sudah penuh. Itu membahayakan! Membahayan untuk kamu maupun penumpang lain yang sudah berada di dalam kereta.

Ketika Masuk Usahakan Jangan Berdiri di  Dekat Pintu

Jangan Berdiri Dekat Pintu

Kalau kamu sudah berhasil masuk, huft akhirnya. Kamu jangan berdiri di dekat pintu. Usahakan kamu bergeser agak masuk, apalagi kalau tujuan kamu distasiun akhir. Apa manfaatnya? Kamu bakal bisa lebih tenang karena nggak kena desek-desekan orang yang mau masuk maupun keluar.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

Liburan ke Kepulauan Seribu, Yuk ke Pulau Pari

Tempat Me Time Saya di Pantai Perawan
Tempat Me Time Saya di Pantai Perawan

Beberapa waktu terakhir saya memang pengen nyantai di pantai, kebetulan ada ajakan untuk ke Pantai Perawan di Pulau Pari. Tepatnya bukan ajakan sih, tapi keharusan. Hawong ini acara gathering kantor. Gathering kantor saya kali ini agak berbeda dengan acara gathering pada umumnya yang menggunakan jasa EO kemudian diisi dengan berbagai kegiatan outbond yang terencana dan penuh makna, tsaaaah. Gathering kantor saya kali ini pake konsep travelling.

Jadi ya udah panitia cuma nyediain transportasi, konsumsi dan tiket untuk nyantai di pantai. Saya berangkat dari Marina untuk menuju ke Pulau Pari. Pakai kapal boat yang keren jaya itu. Dari Marina Saya naik kapal yang nomor 2, kebetulan kantor saya pakai 3 kapal. Kapal umum sih, cuma karena hari Jumat jadinya ya endak banyak penumpang umum yang ikut.

Saya sebenernya pengen naik diatas biar keren, tapi penuh. Yawes akhirnya dibawah saja. Kalau dibawah kurang leluasa mandangin laut. Tapi ya ndak apa-apa yang penting keangkut. Kapal perlahan berlayar meninggalkan dermaga. Awalnya pelan-pelan terus mulai ngegas mesin kapalnya. Sampailah di tengah laut. Duh jadi kangen banget sama laut. Ombaknya, angin kencangnya yang kadang bercampur garam dan pasir, duh.

Setelah berlayar sekitar 1 jam, kapal merapat ke dermaga Pulau Pari. Pas turun, Ya Allah keren banget ini pulau. Keren karena saking kangennya saya sama laut sih sebenernya. Saya turun dari kapal, lalu jalan sesuai petunjuk dari panitia. Saya menuju pantai perawan. Agak jauh sih jalannya, kata orang-orang warga pulau, jarak antara dermaga dan pantai perawan sekitar 1 KM. Lumayan kalau jalan kaki. Tapi tenang pemandangan pulau gak bakal bikin Kamu capek.

Berjalan santai sambil kadang ngobrol dengan beberapa temen kantor, yang justru ketika di kantor jarang ngobrol. Hawong beda lantai dan pada sibuk. Enggak berasa udah ada tulisan selamat datang di pantai perawan. Pas masuk gerbang. Masya Allah ini tempat luar biasa. Pantai pasir yang putih, lembut, ditambah air laut yang bening. Kemudian ada gasebo-gasebo dan ada kaya semacam pulau gitu yang kalau pasang tenggelem.

Terus enaknya, sama panitia udah disediain kelapa muda. Jadilah saya mlipir bawa satu butir kelapa siap santap itu ke pinggir pantai. Rasanya mantab. Menikmati sedotan kelapa muda ditemani pemandangan yang keren jaya. Selepas itu Saya langsung dikasih kupon sama panitia. Kupon ini untuk permainan Snorkeling dan Banana Boat. Tapi saya masih pengen menikmati me time di pinggir pantai ini. Sambil liatin temen-temen yang mulai main kano.

Tempat Main Kano
Tempat Main Kano

Puas me time, saya ikut orang-orang yang mau Snorkeling. Saya ganti baju dulu, pake celana pendek supaya lebih leluasa bergerak. Kata Guidenya, untuk snorkeling harus kembali ke dermaga lagi. Karena harus nyari spot yang bagus. Sampai di dermaga, saya diarahkan untuk memakai kaca mata dan snorkel. Gunanya untuk melindungi mata dan membantu pernapasan saat berada di dalam laut, walaupun dangkal, sih. Selain itu diarahkan untuk menggunakan pelampung.

Semua sudah saya pakai, tapi kok rasanya masih kurang. Ternyata saya ndak dikasih kaki katak. Saya tanya ke Mas Snorkelingnya, “Mas kok ndak dikasih kaki katak?” terus Masnya njawab “Sekarang hanya guidenya yang boleh, Pak” Duh saya dipanggil Pak. Kemudian belum puas saya tanya lagi “Kan aman Pak kalau pakai kaki katak?”. Si Masnya jawab lagi “Kaki Bapak aman, tapi karangnya yang enggak aman, kalau pakai kaki katak, Bapak akan dengan mudah menginjak karang dan akan merusaknya” Terang Masnya dengan panjang. Iya benar juga.

Ya sudah hajar aja walopun tanpa kaki katak. Kapal yang membawa saya dan rekan-rekan lain pun merapat ke dermaga, saya naik ke kapal yang cukup besar. Setelah itu kapal mulai perlahan meninggalkan dermaga. Kapal terus bergerak di tengah ombak yang agak tinggi. Semakin lama kok ombaknya kok semakin tinggi. Perasaan saya udah mulai nggak enak “Wah kayanya akan nggak seru neh snorkelingnya” Batin saya. Tiba-tiba kapal berhenti kemudian mulai lempar sauh ke laut. “Nah ini saatnya…” Pikir saya.

Mas snorkelingnya bilang “Ayo kita turun di sini, tapi hati-hati ombak besar”. Saya yang sudah pernah snorkling pun dengan mantab loncat ke laut, Byurrrr….. Dan Mak jegagig itu air laut asin banget. Hahahaha. Yaiyalah hawong air laut. Kemudian saya mencoba berenang. Lho kok semakin menjauh. Haduh…. efek ombak besar sama nggak pakai kata katak ini. Jadi ndak bisa cepet renangnya kalah sama ombak. Dengan susah payah akhirnya saya putuskan kembali lagi ke kapal.

Ketika sampai atas kapal lihat temen-temen yang lain baru pada nyebur. Ah saya kayanya harus nyebur lagi. Sekali lagi saya nyebur dan tetap saya nggak bisa ngimbangi ombaknya. Beberapa temen sudah mulai keliatan kecapekan dan kembali ke kapal. Sayapun akhirnya menyerah dan kembali ke dalam kapal. Yah inilah akhir snorkeling saya. Walaupun kurang memuaskan karena pas ombaknya besar. Kalau pas tenang sih keren banget, soalnya saya pernah sebelumnya.

Saya dan rombongan kembali ke kapal dan menuju ke dermaga. Setelah nyampe bandara kami melaksanakan Sholat Jumat, di pulau ini terdapat masjid yang besar untuk ibadah. Jadi jangan khawatir. Setelah selesai Sholat Jumat, saya makan siang. Menunya Rajungan dan Ikan Bakar. Duh jadi inget kampung halaman kalau ketemu rajungan. Selesai itu saya kembali me time. Tepatnya sih ngelamun di pinggir pantai. Lha gimana punya temen tiga yang satu pacaran yang dua lagi godain bule. Hahaha.

Setelah puas ngelamun pinggir pantai, eh ada yang ngajakin maen voly. Wah hayuk kalau mau Voly mah. Maen voly ternyata seru juga. Udah lama saya ndak main Voly. Setelah maen Voly ada yang ngajakin Main Banana Boat, yah padahal badan udah capek gara-gara renang melawan ombak. Hehehe. Yawes akhirnya ngelamun lagi sambil menikmati semilir angin sore di pulau ini. Akhirnya kami dikumpulkan panitia untuk berkumpul dan bersiap kembali ke Jakarta. Kapal pun bergerak dan liburan pun berakhir.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

Cerita Pindahan Rumah dengan Go Box

Go Box

Alhamdulillah, walaupun masih seadanya dan sederhana, saya berhasil memiliki rumah. Akhirnya jadi alumni kontraktor, hehehe. Saya tinggal dan bekerja di Jakarta sudah hampir delapan tahun. Ya ternyata sudah lama saya di Jakarta. Selama 8 tahun itu saya ngekos dan terakhir ngontrak karena sudah keluarga. Nah masalah besar bagi saya saat pindahan itu adalah pengangkutan barang.

Jangan salah, saya dulu ngekos, kamar saya cuma seukuran 3 x 2,5 meter, tapi ternyata barangnya banyak. Saya butuh waktu hampir 3 hari untuk memindahkan ke kontrakan saya menggunakan motor. Saya ngontrak di rumah petak. Bukan rumah petak yang kamarnya nggak ada pintunya sih. Ini ada kamarnya yang benar-benar kamar, kemudian ruang tamu kecil, kamar mandi dan dapur. Dengan kontrakan kaya gitu, udah pasti barangnya lebih banyak ketimbang kosan saya sebelumnya.

Berhari-hari sebelum saya pindahan ke rumah baru, pikiran saya selalu bingung mikirin gimana caranya ngangkut barang segitu banyak dengan berbagai jenis itu. Saya tanya kawan-kawan saya. Mereka banyak yang menyarankan menggunakan Go Box. Awalnya saya mau langsung kontak pemilik truk, tapi urung saya lakukan. Sehari sebelum hari H, saya putuskan install aplikasi Go Jek. Lho kok Go-jek? Ya iya kan Go Box ini satu grup sama Gojek.

Saya pesan pagi untuk jam 11 siang. Ini kerennya Go Box bisa dipesan jauh-jauh hari sebelum pindahan dilakukan. Saran saya juga, mending pesen jauh-jauh hari untuk jaga-jaga dan lebih baik persiapannya matang kan? Jangan lupa pesan tenaga untuk angkat-angkatnya juga. Kecuali kalau kamu kuat ya ndak usah pesan tukang angkat-angkatnya. Di Gobox bisa juga pesan itu dan harganya pun murah, pas saya waktu itu cuma 75 ribu / orang. Oiya lupa kamu isikan ya kira-kira barang apa aja yang akan diangkut. Ini akan memudahkan driver untuk membawa peralatan dan persiapan teknik pengangkatannya.

Setelah pesan, saya berbenah barang-barang. Mengemasi yang belum dikemasi. Jangan lupa lepas AC dan kawan-kawannya. Kalau enggak bisa ya minta bantuan sama tetangga. Makanya yang baik sama tetangga supaya dibantuin pas butuh. Hehehe. Ternyata jam 10.00 WIB turun hujan yang cukup lebat. Ya Allah… Untung saya sudah bilang ke drivernya bawa terpal. Sampai jam 11.00 belum juga reda. Drivernya juga belum muncul, karena memang percuma juga datang, enggak akan bisa naikin barangnya ke Truk.

Jam 12.00, hujan mulai reda dan drivernya sudah telpon saya untuk menuju rumah saya. Sambil menunggu saya Sembahyang Dhuhur dulu. Setelah beberapa saat menunggu, datanglah truk engkel yang saya pesan. Duh saya deg-degan. Akhirnya saya pindah juga dari kontrakan. Saya bilang sama Drivernya minta yang berat-berat dulu yang dimasukkan. Jadilah itu Kasur, Lemari, Kulkas, Meja dapur dan lain-lain masuk semua. Dilanjutkan dengan dus pakaian, mainannya anak saya masuk. Terakhir motor dan sepeda. Semua pas dan terangkut semua. Nah ini enaknya kalau ngasih tau detail barang kita ke Drivernya. Setelah itu saya sempatkan berdoa, semoga ditempat yang baru saya dan keluarga mendapatkan rahmat dari Allah.

Ini momen paling sedih sih. Teringat perjuangan saya menemukan kontrakan ini. Nyari kontrakan sama susahnya dengan nyari rumah, gampang-gampang susah. Sampai pada suatu hari saya putus asa, kemudian ada temen telpon dan tiba-tiba menawarkan kontrakan keren ini ke saya. Pada hari itu juga saya lihat dan saya yakin ini kontrakan yang saya cari. Sayapun ketemu dengan pemilik kontrakannya dan mulai memindahkan barang dari kosan saya yang lama. Terakhir ya saya boyong keluarga kecil saya ke Ibu Kota. Duh jadi sedih.

Perjalanan Truk pun dimulai. Menyusuri jalanan Jakarta yang kalau sore hari macet parah itu, truk secara pelan namun pasti membelah jalanan. Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya saya sampai di rumah baru saya. Tukang angkat yang ikut dalam truk saya tadi pun dengan cekatan membongkar dan menurunkan muatan dalam truk dan memasukkan ke dalam rumah saya. Mereka kaya udah profesional banget. Jadi jangan khawatir dengan barang-barang yang diangkut.

Setelah selesai, saya bayar sesuai dengan harga yang tercantum di dalam aplikasi. Truk pergi dan sayapun harus memulai hidup baru di rumah mungil ini. Semoga Allah memberkahi kami. Amiin.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

Kuliner Tuban, Sate Cak Wahab Palang

Warung Sate Cak Wahab Palang
Warung Sate Cak Wahab Palang

Saya punya banyak kuliner Tuban favorit ketika pulang kampung. Salah satu makanan favorit saya adalah Sate Cak Wahab Palang. Sore ini rasanya kok kangen banget sama Sate Cak Wahab. Diskusi sama istri, eh dia juga sama mau sate Cak Wahab. Yawes kita berangkat ke Palang demi merasakan empuknya sate ini.

Berangkat jam 5 sore dari Tuban, naik motor bertiga sama anak dan istri. Duh enak banget nikmati angin pantai sore yang sepoi-sepoi sambil jalan-jalan. Setelah beberapa lama berkendara, saya sampai di depan warung sate Cak Wahab. Ternyata sudah rame banget. Saya aja ampe susah cari parkir.

Sampai langsung turun dan pesan. Awalnya saya pengen makan sate dan gule, tapi ternyata gulenya habis saudara-saudara. Jadilah saya cuma pesen sate saja 20 tusuk, dibakar mateng. Kalau mentah dikira kuntilanak ntar. Hehehe. Nah kalau kamu mau makan gulenya kamu mesti datang lebih siang lagi ya. Soalnya kalau udah menjelang magrib baru datang suka kehabisan. Untuk informasi, Warung Sate Cak Wahab ini buka dari pukul 16.00 sampai dengan 21.00.

Oiya warung Pak Wahab ini terletak di desa Glodog kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Kalau kamu dari arah Tuban, kamu ambil jalur Jalan Panglima Sudirman, lanjut ke timur, sampai dengan pertigaan manunggal utara kamu lanjut aja ke timur. Nah lurus aja sampai ketemu Makam Syekh Maualana Ibrohim Asmoroqondi.

Setelah makam tersebut kamu harus mulai pelanin kendaraan kamu, sebenernya masih agak jauh sih. Warung sate Cak Wahab ini ada di kanan jalan sebelahnya gerbang masjid Muhajirin. Pokoknya yang orangnya rame.

Setelah pesan, saya menunggu pesanan. Untuk mengobati kebosanan menunggu, kamu bisa pesen minum. Selain itu, tempat ini deket sama jalan raya. Kamu akan mudah nemuin Bus yang kadang juga mbunyiin telolet yang fenomenal itu.

Setelah menunggu beberapa saat, sate pun siap. Saya menuju kasir dan membayarnya. Nah setelah itu pulang deh, saya mbungkus soalnya. Kenapa mbungkus, soalnya kasihan anak saya sudah terkantuk-kantuk karena capek seharian main sama mbah-mbahnya. Nah sampai rumah langsung saya nikmati.

Ciri khas sate Cak Wahab ini dagingnya empuk, gimana enggak empuk hawong yang disate kambing muda. Kemudian enggak gitu berbau. Jadi nikmat jaya. Apalagi ditambah sama gulenya, hmmmm. Sayang tadi saya ndak kebagian Gulenya. Ndak apa-apalah kapan-kapan mesti datang lebih awal.

Selain sate, Warung Cak Wahab ini menyediakan Gule, Gule Kikil, Babat dan lain-lain. Minumannya juga lengkap khas warung tradisional, ada es teh, es jeruk, es blewah dan lain-lain. Perlu kamu tahu, semua menunya enak jaya.

Menu Warung Sate Cak Wahab Palang
Menu Warung Sate Cak Wahab Palang

Kalau kamu memang berniat berwisata kuliner, baiknya kamu makan ditempat saja. Enak kok tempatnya, ya kaya warung-warung tradisional gitu. Terus kalau kamu udah puas dan mau kembali ke Tuban, jangan lupa di sepanjang jalan ke Palang itu banyak penjual pelas Palang yang lagi ngehit itu.

Kan enak banget itu bisa nikmati pelas pedas setelah kenyang makan satenya Cak Wahab. Tuban memang kaya dengan kuliner yang luar biasa enak. Kamu ndak bakal cukup sehari untuk merasakan seluruh kuliner yang ada di bumi wali ini. Hampir setiap kecamatan bahkan desa memiliki kuliner khasnya masing-masing.

Sekian perjalanan saya ke Palang sore ini, semoga industri kuliner Tuban semakin baik dan semakin maju. Kalau bisa ekspansi ke luar kota, seperti kota sebelah yang makanannya ada di hampir seluruh kota di Indonesia raya ini.

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂

Tuban Anti Hoax, Begini Caranya Terhindar dari Berita Bohong

Tuban Anti Hoax
Tuban Anti Hoax

Tuban Anti Hoax adalah sebuah tagline yang terinspirasi dari pernyataan Kepala Dinas Kominfo Tuban yang dipublish di website Resmi Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu. Pada rilis tersebut beliau menyatakan bahwa Tuban masih sangat kondusif terkait dengan penyebaran hoax , namun ada juga beberapa akun yang sudah terkontaminasi dengan akun lain yang sudah menyebarkan berita hoax. Sebelumnya saya juga menulis tentang kegelisahan akibat persebaran Hoax di dunia maya yang berjudul Media Sosial Menguji Persatuan Indonesia. Pada kesempatan ini saya akan melanjutkan bagaimana cara terhindar dari berita bohong yang tersebar di media Sosial.

Gunakan Google Images

Google Images
Google Images

Melihat foto seorang anak yang bersimbah darah yang seolah korban perang, siapapun akan terharu dan siapapun akan merasakan sesak di dada. Sungguh kejam! Begitu kira-kira. Tapi sebelum mempercayai gambar apalagi langsung menyebarkannya, saya sarankan Kamu untuk selalu mengecek kebenaran foto tersebut. Kamu bisa gunakan Google Images. Untuk gunakan google images kamu hanya butuh klik alamat ini https://images.google.com/ Setelah itu akan muncul halaman google images.

Kemudian klik Icon Kamera, dan lanjutkan dengan mengupload gambar yang telah kamu siapkan sebelumnya. Setelah itu tekan enter, maka akan muncul hasil penulusuran google images. Kamu akan melihat sebenarnya foto apa yang sedang beredar tersebut, apa benar itu foto korban perang? Nah Mudah kan?

Lakukan Cross Check dengan Berita Mainstream

Data Pers di Dewan Pers
Data Pers di Dewan Pers

Kamu pasti sering melihat misalnya tokoh A dikabarkan meninggal, atau tokoh A sedang melakukan hal-hal yang melanggar UU, dan lain-lain. Sebelum mempercayainya, Kamu harus melakukan cek silang. Gimana caranya? Caranya Kamu coba cek silang ke media-media mainstream yang terdaftar di Dewan Pers. Peristiwa besar dan benar pasti juga dirilis oleh media mainstream yang ada di bawah naungan Dewan Pers. Kemudian untuk menemukan media mana saja yang terdaftar di dewan pers, kamu bisa masuk ke website resmi Dewan Pers kemudian klik menu Data Pers.

Pers atau pemberitaan itu ada aturannya namanya UU Pers. Nah kalau media tersebut enggak tunduk UU, masak masih Kamu percaya sebagai sumber berita.

Banyak Baca Buku

Baca Buku
Baca Buku
Sumber : http://entrepreneur.com

Ini sih harus banget. Kamu harus banyak membaca buku supaya tahu dunia luas. Selain itu dengan membaca otak Kamu akan terbiasa dengan perbedaan pendapat, selain itu Kamu juga akan terlatih logikanya. Memperkaya kemungkinan dengan kata lain akan memperbanyak pertimbangan yang muncul jika ingin menjustifikasi sesuatu. Itu akan membuat Kamu akan sulit terjerumus kepada berita-berita bohong atau hoax yang terserak di dunia maya.

Beberapa waktu lalu, ada rilis yang menyatakan kalau minat baca orang Indonesia itu memprihatinkan sekali. Masak rata-rata hanya 1 buku yang dibaca dalam 1 bulan. Padahal di media sosial status hoax bisa ribuan kali dibagikan dengan bangga bahkan merasa sedang melakukan kebaikan.

Tabayyun/ Klarifikasi

Klarifikasi
Sumber : http://luminariesroundtable.com

Kalau Kamu memiliki kedekatan tempat tinggal dengan obyek berita yang Kamu rasa janggal, Kamu bisa melakukan tabayyun langsung kepada yang bersangkutan. Kamu pasti akan mendapatkan kebenaran yang lebih jelas. Setelah mendapatkan klarifikasi, Kamu bisa juga membantu menyebarkannya di dunia maya, supaya berita bohong yang terlanjur beredar tersebut bisa diredam.

Nah itu diatas adalah langkah-langkah untuk menghindari berita bohong. Kalau orang Tuban yang dikenal sebagai bumi wali, Kamu harus sering-sering baca sejarah soal walisongo. Kamu harus mengenal bagaimana orang-orang terdahulu menjaga amanah dan tidak menyebarkan berita bohong. Kamu akan dengan mudah menemukan keteladanan para wali yang menjaga diri dari ucapan bohong. Kalau Kamu emang warga Bumi Wali seharusnya ya Anti Hoax!

Jika bermanfaat silakan anda bagikan tulisan ini dan kami juga memiliki koleksi tulisan yang menarik lainnya, silakan klik Daftar Isi untuk melihat daftar tulisan kami. Selamat membaca! 🙂