IT Enthusiast yang Cinta Daerah

Website Mas Andika

Apa pendapatmu jika mendengar kata Bulu, Tuban? Pasti rata-rata menjawab bahwa Bulu adalah nelayan, Bulu adalah pesisir, dan lain-lain yang berbau bahari. Tidak salah, karena memang Bulu berada di garis pantai Tuban paling barat. Padahal selain kehidupan pesisirnya, Bulu punya cerita menarik lainnya yaitu kehidupan pemudanya.

Pesisir sejak dahulu memang melahirkan pemuda yang progresif. Terbuka dengan perubahan dan terbuka juga peradaban lainnya. Buktinya budaya baru, agama dan lain-lain selalu dimulai persebarannya dari Pesisir. Pantai utara memiliki cerita menarik soal penerimaan agama Islam, soal itu bisa kamu lihat di tulisan saya soal Sunan Bonang di Blog ini juga.

Pada masa kini prograsifitas anak muda tidak juga pudar, malah semakin menemukan momentumnya. Pada dekade ini diperkirakan indonesia akan dipenuhi anak muda yang lagi On fire membangun peradaban, tidak kecuali Bulu.

Pemuda Bulu pada masa kini dengan mudah menerima Teknologi Informasi dan tidak gagap. Di saat warga Tuban umumnya baru-baru ini saja berani bersuara kritis terhadap kebijakan pemangku kepentingan di sekitarnya, warga Bulu sudah sejak lama memulainya dengan Coretan Tiyang Bulu.

Coretan Tiyang Bulu, alih-alih nyinyir kepada pemangku kebijakan seperti generasi milenial saat ini, mereka malah membangun kritik yang konstruktif sehingga kritiknya tidak mlempem karena padat berisi fakta dan kajian yang tidak sembarangan. Maklum sih hawong punggawanya saja para sarjana. Saya belajar banyak dari pola anak muda Bulu kritis kepada pemangku kebijakannya.

Dan kamu tahu salah satu pemuda yang asli Bulu adalah Mas Andika. Dia adalah salah satu anggota Blogger Tuban yang aktif penulis ikuti. Dia adalah seorang IT Entusiast yang juga peduli dengan lingkungannya.

Seperti umumnya anak muda Bulu, kamu ndak bakal nemuin tulisan nyinyir yang tidak disertai fakta. Seperti memang sudah menjadi patron, haram nyinyir tanpa bukti. Mas Andika selain menginformasikan daerahnya juga aktif menuliskan tentang Teknologo Informasi ya maklum sih hawong emang hobynya.

Di komunitas Blogger Tuban pun Mas Andika memberi warna dengan ikut aktif menyebarkan konten-konten positif dan yang paling penting selalu tepat waktu setor postingan arisan. Hehehe. Untuk yang mau tahu blognya Mas Andika bisa ke www.perahulayarkertas.web.id

Blogger Perempuan Paling Hit Sak Kabupaten Tuban

Blog Anis Khoir

Blogger Tuban sedang menggeliat, banyak Blogger yang secara aktif mengupdate tulisannya di blognya masing-masing. Salah satu Blogger paling ngehit Sak Kabupaten Tuban adalah Mbak Anis. Mbak Anis ini tinggal di Tuban walaupun tidak asli Tuban. Bingung? Yawes ndak usah dipikir.

Blognya sepertinya baru ya, Mbak Templatenya. Saya sedikit komentar : Templatenya uapik! Terus? Yowes kan sedikit. Mbak Anis adalah Blogger Perempuan seperempuan-perempuannya blogger, alias sejati ra ono tunggale. Buktinya kebiasaan Ibu-Ibu dibawa juga ke Group Blogger Tuban. Salah satu kebiasaan yang dibawa adalah Arisan.

Mbak Anis mengadakan Arisan Link yang kalau pasa dapat arisan blog kita dapat review gratis dari seluruh anggota Blogger Tuban. Konon menurut Mbak Anis, aktivitas ini bermanfaat betul untuk meningkatkan kualitas Blog. Saya sebagai Blogger remah-remah roti ikut saja semoga berkah.

Selain aktif di Blogger Tuban, Mbak Anis juga aktif menulis di blognya. Yo iyo Mas jenenge Blogger ya harus aktif. Di Blognya terdapat beberapa bahasan, dari travelling sampai hal-hal yang jadi perhatian emak-emak milenial : Parenting. Kalau kamu mau mengakses Blognya Mbak Anis bisa meluncur ke www.aniskhoir.com

Mbak Anis juga adalah Blogger Profesional. Sudah banyak Job yang didapatkan sama Mbak Anis. Saya aja kalah, emang siapa sayah?! Hehehe. Mungkin Blogger Perempuan sak Kabupaten Tuban yang produktif sekali jobnya ya Mbak Anis ini. Kalau kamu orang Tuban punya brand dan pengen dikenal monggo Mbak Anis dihubungi. Untuk Mbak Anis nek dapet Job bagi-bagi, hehehe.

Tuban sebenarnya beruntung memiliki Blogger yang aktif menulis sehingga membantu menepis bahwa dunia internet itu seram. Selama ini orang tua selalu was-was ketika anaknya membuka internet. Tenang Bapak/ Ibu ada anak-anak Blogger Tuban yang keren jaya siap menetralisir virus-virus jahat di Internet.

Mau Tempat Keren di Daerahmu Jadi Tujuan Wisata? Yuk Belajar dari Gunung Kidul

Gua Pindul
Gua Pindul

Pariwisata adalah sektor paling menyedot perhatian dalam kurun lima tahun terakhir. Ini tidak lepas dari meningkatnya tren travelling diantara generasi milenial. Saya kemarin berkesempatan ke Gua Pindul di Gunung Kidul. Saya di sana sangat beruntung, karena selain menikmati alamnya yang luar biasa juga dipertemukan dengan Mas Fajar, salah satu jasa travel di sana.

Saya dijemput Mas Fajar di Bandara Internasional Adi Sumarmo, Ha iki piye mau ke Jogja kok malah landing di Solo. Nyari tiket murah, Mas. Di Bus Mas Fajar cerita tentang wisata di Jogja dan Gunung Kidul khususnya. Tidak heran, soalnya menurut pengakuan pemuda beristri satu dan beranak dua ini adalah asli Gunung Kidul.

Mas Fajar cerita tentang perkembangan pariwisata Gunung Kidul yang sedang naik pesat. Bisa dilihat dari angka kunjungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu juga berkembangnya jumlah destinasi wisata yang berada di sana. Kemudian Saya penasaran kenapa Gunung Kidul bisa berkembang sedemikian cepat dengan kondisi alam yang nggak jauh-jauh amat bedanya dengan tempat asal saya di Tuban sana.

Sepertinya Mas Fajar sudah tahu rasa penasaran saya, soalnya sebelum saya tanya dia udah cerita. Pertama soal kebosanan traveller ke tempat wisata buatan, misalnya kolam renang, dunia fantasi, mall dan lain-lain. Ini turut membantu Gunung Kidul yang memiliki alam yang unik mendapatkan perhatian sebagai alternatif liburan.

Kedua adanya kesadaran Pemerintah. Kesadaran di sini maksudnya adalah semua sektor pariwisata tidak serta merta dikelola seluruhnya oleh Pemerintah. Pemerintah tidak menjadi pengelola langsung tempat wisata, Pemerintah hanya memungut retrebusi. Kemudian pengelolanya diserahkan 100% kepada warga desa, sehingga warga desa semangat memoles desanya menjadi daerah wisata.

Di Gunung Kidul ada yang namanya Pokdarwis. Apa itu Pokdarwis? Menurut Mas Fajar ya semacam wadah warga desa yang menjadi pengelola wisata di desanya. Mereka-mereka ini yang secara aktif mempromosikan dan mengelola tempat wisata di Gunung Kidul, dan secara tidak langsung inilah ekonomi gotong royong dari rakyat untuk rakyat. Anugerah alam disyukuri dengan cara dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Faktor ketiga adalah adanya dana desa. Mas Fajar mengungkapkan Dana Desa sangat membantu membiayai infrastruktur desa, sehingga dapat membantu memberikan akses yang baik ke tempat wisata yang dituju. Gimana dana desa di tempatmu buat apa? Mari kritis.

Terakhir adalah Media Sosial yang dimanfaatkan dengan baik oleh pengelola wisata untuk mempromosikan tempat wisata di desa. Kalau kamu lihat promosi Gua Pindul sangat masif dari satu akun ke akun yang lain lalu viral dan Booommm!

Alam yang baik, pengelolaan dana yang transparan, ketidakrakusan pemerintah yang memonopoli pengelolaan dan masifnya promosi menjadi ramuan yang jitu untuk meningkatkan pariwisata Gunung Kidul. Kalau kamu mau desamu memiliki tempat wisata yang keren mari belajar dari Mas Fajar pemuda Gunung Kidul ini.

Hasil akhirnya pariwisata Gunung Kidul melesat dan mampu mensejahterakan masyarakatnya. Alam lestari, masyarakat sejahtera dan pemerintah mendapatkan PAD yang tidak sedikit. Sekedar bocoran pariwisata juga mampu menekan angka urbanisasi dari Kabupaten Gunung Kidul dan yang jelas pemudanya udah ndak malu punya motor berplat Gunung Kidul.

Saya pribadi berharap setelah postingan ini, tidak ada lagi postingan di facebook yang bilang “Ini tempat keren, harusnya pihak yang berwenang mengelola”. Mari kita kelola lingkungan kita dan jangan hanya mengandalkan pemerintah.

Mau Kabar yang Sedang Berkibar, Yuk Kunjungi Blok 51

Blok51

Saat saya baru masuk ke Fakultas Teknologi Informasi di salah satu Kampus Swasta di bilangan Jakarta Selatan, saya mendapat sebuah doktrin. Ini bukan doktrin resmi kampus sih, ah jangan sebut doktrin deh, kita sebut saja ungkapan. Apa itu ungkapannya?

Kurang lebih ungkapannya seperti ini “Dahulu orang berjaya karena kuatnya fisik dan pasukannya, kemudian bergeser orang tidak perlu kuat tapi hanya perlu uang untuk mencapai kejayaan. Kejayaan dengan uang bertahan lama, di zaman saat ini, hanya orang yang bergelimang informasilah yang berjaya” benar atau tidak ungkapan tersebut, mari kita uji.

Zaman ini orang sangat haus dengan hal yang bernama informasi. Jika dahulu orang malas baca berita sekarang justru kegiatan paling digemari adalah membaca berita. Maka berita mau tidak mau mempengaruhi pola pikir manusia di muka bumi dewasa ini.

Ketergantuangan manusia dengan informasi ini ternyata membawa peluang ekonomi. Banyak berdiri perusahaan-perusahaan media baik yang lokal maupun yang nasional. Menghasilkan banyak omset. Ketergantungan informasi ini juga membawa dampak bahwa manusia sangat mudah dipengaruhi pandangannya terhadap sesuatu dengan informasi yang disebarkan melalui berbagai kanal yang tersedia.

Dengan kenyataan di atas, kamu butuh sumber informasi yang benar dan tidak bermaksud mempengaruhi opinimu terhadap sesuatu hal. Kamu bisa datang ke Blok 51. Entah apa yang jadi filosofi dari nama tersebut, yang jelas portal ini sesuai nama domainnya kibarkabar.top, akan memberimu kabar yang sedang berkibar di internet.

Jika kamu kebetulan sedang mampir di blognya saya titip salam yak 😀 Selamat berburu berita yang sedang berkibar.

Belajar Parenting, Yuk Mampir ke Blog ini!

Blog

Siapa sih yang nggak bahagia ketika diberikan rezeki berupa anak yang sholeh atau sholehah. Rasanya kok semua orang menginginkan hal demkian. Kemudian bagaimana dong caranya merawat buah hati titipan Allah ini? Tentunya diberikan gizi yang baik dan pendidikan yang baik pula. Untuk yang terakhir, dikenal dengan konsep parenting.

Menurut saya parenting terbaik adalah parenting yang dilakukan oleh orang tua jaman dahulu karena bisa menghasilkan generasi-generasi hebat. Tapi sesuai dengan ungkapan bahwa Manusia memiliki masanya sendiri, maka teknik parenting pun harus berkembang sesuai dengan zaman.

Dahulu tantangan orang tua hanya ada disekitar rumah alias para tetangga. Orang tua sekarang dihadapkan dengan dunia yang borderless. Manusia sekarang sudah benar-benar menjelma jadi penduduk bumi bukan lagi penduduk suatu kota. Ini dampak dari berkembangnya Teknologi Informasi.

Dengan dunia yang seperti ini, parenting jadi menemukan tantangan yang rumit. Banyak cara ditempuh untuk mengompromikan antara kemajuan teknologi dan pendidikan anak. Banyak penelitian dilakukan untuk mencari cara yang tepat menghadapi gempuran Teknologi Informasi.

Jika kamu pengen tahu berbagai teknik parenting modern, kamu bisa lho berkunjung ke Blog milik Ibu Nur Rochma yang beralamat di www.nurrochma.com. Blog ini memiliki banyak genre tulisan sebenarnya, ya khas personal blog yang campur-campur isinya. Sama sih dengan blog saya ini. Semua ada. Namun saya tertarik dengan tulisan bertema Parenting di Blognya Ibu Nur ini.

Bukan tanpa alasan saya tertarik dengan tulisan bertema parenting, saya sendiri sedang memiliki putri kecil yang membutuhkan kehadiran orang tua untuk menahan gempuran kebebasan informasi saat ini. Salah satu artikel yang menarik menurut saya adalah yang berjudul Kapan Anak Belajar di Rumah.

Kok saya merasa ini adalah masalah semua orang, kalau generasi saya dulu. Semua terjadwal dengan baik. Bangun pagi, Sholat Shubuh, Mandi, Sekolah, Pulang, Tidur siang, Ngaji, Magrib, Makan, Belajar, Nonton TV dan tidur. Begitu terus setiap hari. Nah pada artikel tersebut Ibu Nur malah membebaskan anaknya kapan waktu belajarnya. Nah kan seru…

Demikian review saya soal Blog Ibu Nur. Semoga semakin semangat ngeblognya.

 

Ke Solo via Terminal 3 Soekarno-Hatta

Suasana Terminal 3 Sooekarno-Hatta
Suasana Terminal 3 Sooekarno-Hatta

Sehari jelang hari kemerdekaan saya dapat surat perintah perjalanan dinas yang ditandatangani manajer saya. Pagi-pagi saya siap-siap karena saya pakai penerbangan garuda pukul 5.35 pagi jadinya saya harus lebih pagi ketimbang ke Banyuwangi dulu.

Sama seperti saat ke Banyuwangi dulu, saya ke Bandara Soekarno-Hatta via Terminal Kayuringin dengan menumpang bis kebanggaan penumpang pesawat, Damri. Pengennya naik yang jam 3 pagi ternyata pas sampai, ternyata udah penuh. Saya tanya selanjutnya jam berapa, katanya jam 3.30 baru ada lagi. Yawes terpaksa nunggu.

Setelah nunggu beberapa saat saya naik ke Bis Damri berikutnya. Saran saya ketika ada Bis langsung naik aja walaupun jadwal berangkatnya masih lama soalnya suka penuh. Setelah 30 menit di dalam Bis, akhirnya bis berangkat dengan seksama dan penuh semangat.

Satu jam diperjalanan, saya ketiduran. Tau-tau Mas kernetnya Bis Damri teriak-teriak “Terminal 3, Terminal 3 Garuda”. Saya bangun sambil ngucek-ngucek mata langsung bangun dari kursi dan turun ke Zona Drop Off Terminal 3 Soekarno-Hatta.

Pas turun bingung! Hiya lhooo… Masuknya lewat mana? Kok nggak petugas yang suka periksa-periksa tiket itu. Lihat kanan-kiri semua berjalan dalam diam, sepertinya saking luasnya terminal ini, sehingga pembicaraan orang-orang yang lalu lalang tidak terdengar.

Saya putuskan masuk melalui sebuah pintu. “Ah kalau salah pasti ada yang negor, PD aja hawong bayar ini” batin saya. Pas sudah masuk di Terminalnya dibuat bingung lagi. Tempat cetak boarding pass dimana? Saya sudah check in via web dan memilih opsi cetak di loket Bandara.

Clingak-clinguk ternyata ada mesin seperti mesin CTM, itu Cetak Tiket Mandiri milik Kereta Api Indonesia. “Ah paling ini ni tempat buat cetak boarding passnya” batin saya. Kok saya jadi sering mbatin, ya? Lha gimana bingung baru pertama masuk terminal 3 yang wow itu.

Dengan disertai perasaan ragu saya menuju ke mesin itu. Saya sentuh dan langsung diminta memasukkan kode booking. Aha ternyata emang persis seperti Kereta Api. Ini siapa yang mencontoh siapa nih? Tapi ndak apa sangat membantu. Setelah selesai cetak boarding pass, kita siapkan Kartu Identitas seperti KTP/ SIM atau Paspor, yang terakhir saya belum punya, Fyi aja.

Boarding Pass sudah ditangan, sekarang saatnya menuju ke ruang tunggu. Perhatikan plangnya ya. Soalnya di terminal 3 ini luas, petugasnya jarang, tapi informasinya lengkap kok. Kalau mau ke penerbangan domestik ya ikuti plang domestik jangan yang ke internesyenel. Dalam perjalanan ke ruang tunggu, sepertinya waktu Shubuh untuk Cengkareng dan sekitarnya sudah tiba. Yuk cari Mushola dan shubuhan dulu, jangan lupa Qunut. Kalau lupa yo ndak apa hawong sunnah.

Beberapa saat nunggu di ruang tunggu. Sudah ada panggilan boarding ke pesawat dengan waktu yang sama persis dengan waktu yang tertera di boarding pass. Beda memang sama maskapai merah plat hitam. Terakhir ya terbang ke Solo. Sampai di pesawat pakai safety belt dan tidur. Beneran tidur. Saya baru kali ini tidur selama penerbangan bangun-bangun pas landing di Adi Sumarmo Solo.