Becek Mentok Enak di Tuban, Ayo ke Warung Becek Sor Sawo

Becek Sor Sawo Tuban

Musim kemarau di Tuban biasanya terik banget. Tetapi anginnya juga kencang. Jadi enak saja sih hawanya, panas-panas ditiup angin sepoi-sepoi. Saat seperti ini rasanya ingin makan yang segar dan pedas. Becek adalah salah satunya. Becek makanan berkuah santan yang bercitra rasa pedas serta berisi daging. Kadang daging kambing, sapi atau yang mau saya cicipi ini daging mentok.

Mentok adalah sejenis unggas mirip bebek dengan badan yang lebih besar. Hewan yang suka hidup di perairan dangkal alias berlumpur ini jamak ditemukan di Kabupaten Tuban. Saking banyaknya, mentok menjadi makanan yang dihidangkan oleh seluruh lapisan masyarakat Tuban. Singkatnya mentok ini hewan yang merakyat, disantap oleh siapapun. Saya sudah lama tidak menyantapnya. Padahal dulu waktu SMA, bisa sebulan sekali bikin acara kumpul sekelas dan menunya : Becek mentok!

Kekangenan saya kepada becek mentok saya utarakan ke Istri. Lalu istripun ternyata setuju. Lupakan sejenak soal kolesterol. Tapi ya jangan kalap juga, kata istri berpesan kepada saya. Maklum mentok ini termasuk hewan yang berlemak. Kulitnya itu lho : Menggugah selera! Tebal dan bertekstur membal persis karet. Walaupun tidak sekeras karet. Bikin siapapun yang menggigitnya pengen terus makan.

Selain kulitnya tentu dagingnya juga bertekstur kenyal. Seratnya pendek-pendek. Kalau dimasak dengan benar bisa berasa seperti makan hati atau ampla ayam. Jadi emang rasanya enak banget. Apalagi untuk penyuka makanan yang berlemak dan bertekstur mantab. Baunya juga khas. Kadang ada bau amisnya. Tetapi jika tahu cara masaknya ya tidak amis-amis amat. Tetapi bau khasnya tetap ada. Mau tau? Coba saja.

Setelah mengurus rumah di Tuban, saya dan istri menuju ke desa Karang. Desa yang berada di Kecamatan Semanding. Tapi ada satu wilayah desa Karang yang kadang dianggap masuk wilayah kecamatan kota : Karang Indah. Saya menuju ke Warung Sor Sawo. Warung ini berada di Jalan Majaphit Gang Buyung. Patokannya jembatan. Di sebelah kiri jalan. Sebuah warung yang asri. Tapi tidak terletak di sor sawo seperti namanya. Ada pohon sawo tapi masih belum cukup tinggi.

Konon ini adalah warung keduanya. Sebelum berada di tempat sekarang, warung becek sor sawo memang benar-benar berada di bawah pohon sawo yang besar. Bisa dikatakan ini adalah warung becek sor sawo 2.0. Warung ini terletak dipinggir kali. Warungnya sederhana. Bangunannya dari kayu. Gentengnya ya tanah, yang merah itu lho.

Di samping kiri ada gazebo-gazebo. Bisa diisi 5 sampai 6 orang. Ya sekeluargalah. Kalau mau suasana warung di Tuban ya bisa masuk ke warungnya. Ada meja di tengah dipenuhi dengan aneka kudapan. Bisa menjadi pelengkap makan becek mentok. Menu andalannya dan yang utama ada dua. Pertama sate mentok, dan yang kedua tentu saja : Becek Mentok. Ada nasi dan nasi jagung juga. Tidak ketinggalan : Legen. Saya pesan becek mentok.

Tidak beberapa lama pesanan saya datang. Sekresek becek mentok diserahkan kepada istri saya. Kresek itu hanya pelapis luarnya. Beceknya ditaruh di dalam plastik bening. Aman kok, sesuai dengan arahan-arahan netizen tentang bungkus makanan. Saya bungkus saja. Saya belum punya waktu untuk makan di tempat. Lain kali mungkin saya akan mencobanya. Sekantong plastik ini harganya Rp 20.000,- tidak termasuk nasi. Saya keluar dari warung. Saya starter motor Mio lawas andalan saat di Tuban. Saya pun pulang.

Sampai di rumah, saya tidak sabar. Ingin segera membuka dan menyantap habis becek ini. Setelah disiapkan istri, saya amati dulu. Ketika nasi diberi kuah becek mentok ini, langsung berkilauan. Dagingnya juga. Ada cabe yang belum halus diulek. Menambah segar pemandangan. Kemudian saya cicipi. Rasanya nggak terlalu pedas. Kuahnya gurih, khas becek. Kita coba dagingnya. Enak sesuai ekspektasi. Dagingnya tidak bau amis. Tapi ada aroma khasnya. Entah apa, tapi enak. Kemudian yang jadi favorit : kulit. Tidak terasa sepiring nasi habis. Ingin tambah, tapi ingat berat badan kok ya miris.

Kalau kamu berniat membeli becek mentok sor sawo ini, kamu harus datang di bawah jam 11. Supaya tidak kehabisan. Di atas jam 11 ada sebenarnya. Tapi harus sabar, karena sang empunya sedang masak tahap 2. Saya juga tidak tahu kenapa dua tahap begitu. Mungkin berkaitan dengan citra rasa yang harus dijaga. Sudahlah pokoknya becek mentok sor sawo ini : Enak!

Tulisan ini menarik? Dukung kami untuk selalu memberikan konten yang menarik dengan terus membaca tulisan di Blog ini dan klik Daftar isi untuk membaca tulisan menarik lainnya.

2 thoughts on “Becek Mentok Enak di Tuban, Ayo ke Warung Becek Sor Sawo

  1. wah saya sampai browing di google unggas mentok ini mas, ternyata di daerah saya namanya entok. saya familiar sih, tapi ga pernah makan.

    soalnya saya ga suka bebek dan entok >_<

    tekturnya aneh menurut saya, dan terkadang amis yang ga pandai masaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *