Asal Usul Nama Badai atau Siklon di Indonesia

Lintasan Badai Cempaka

Beberapa waktu terakhir sedang ramai pembahasan mengenai fenomena alam bernama Siklon. Menariknya Siklon atau Badai ini punya nama, yaitu Badai Cempaka. Badai Cempaka menurut BMKG tumbuh di perairan sebelah selatan Jawa. Badai ini memicu hujan lebat dan angin kencang.

Dampaknya wilayah yang dilalui oleh badai Cempaka ini berpotensi mengalami bencana alam biasa. Siklon Cempaka konon mencapai kecepatan 30 knot dan berpotensi mampu membuat gelombang air laut menggeliat hingga ketinggian 6 meter.

Nah ada ungkapan badai pasti berlalu. Kabar baiknya Badai Cempaka sudah menjauh dari wilayah Indonesia. Tapi tetap harus waspada karena BMKG melaporkan telah tumbuh Badai baru bernama Badai Dahlia. Namanya terlihat lembut karena Dahlia adalah nama bunga yang indah, namun dampaknya tetap harus diwaspadai seperti pendahulunya, Badai Cempaka.

Berbeda dengan badai Cempaka yang di kawasan selatan Jawa. Badai Dahlia lahir di Selatan Bengkulu. Jadi wilayah sekitar niscaya akan mengalami Hujan lebat, angin kencang dan tentu saja gelombang tinggi. Kabarnya Badai Dahlia akan berumur sampai dengan 2 Desember mendatang dan kemudian akan meninggalkan Indonesia sepertinya pendahulunya.


Kemudian kenapa sih kok akhir-akhir ini ada nama-nama Badai yang “Cantik” ini. Hal ini tidak lepas dari peran Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis atau Tropic cyclone Warning Center disingkat TCWC dibawah BMKG. TCWC inilah yang bertanggung jawab dalam penamaan siklon-siklon tropis yang ada di Indonesia.

TCWC ini ternyata menggunakan nama Siklon Tropis seperti penamaan Sistem Operasi Android. Di Android dikenal nama Kitkat, Lolipop dan lain-lain yang urut berdasarkan abjad. Jika kamu pernah perhatikan di Indonesia pernah terjadi beberapa kali badai tropis seperti Cempaka dan Dahlia ini.

Coba saya tanya siapa saja nama badai Indonesia sebelum Cempaka dan Dahlia lahir? Jawabannya ada Durga, Anggrek dan Bakung. Lho kok itu ada Durga? Sepertinya saat penamaan badai Durga inj belum ada sistem urut abjad seperti juniornya. Nah sekarang kita urutkan Durga (2008), Anggrek (2010), Bakung (2014), Cempaka (2017) dan Dahlia (2017). Nah kan urut.

Meskipun mirip penamaan Sistem Operasi Android, menurut rilis Tirto.id sebenarnya penamaan ini adalah hasil kesepakatan antara World Meteorilogical Organization (WMO) dan Jakarta Tropical Cyclone Warning Center, supaya mudah diingat oleh masyarakat.

Sekarang mari kita berdoa semoga siklon-siklon ini tidak memyebabkan bencana yang hebat, dan jika terjadi bencana semoga kita semua dikuatkan. Mari mawas diri jangan dzolimi alam.

6 thoughts on “Asal Usul Nama Badai atau Siklon di Indonesia

  1. Saat ini memang sering terjadi hujan yang disertai badai. Semoga di kepergian siklon Dahlia ini, tak ada lagi bencana angin ribut seperti yg telah terjadi beberapa waktu lalu.

    1. Sepertinya akan terus ada siklon atau badai tropis karena memang kita tinggal di daerah tropis. Mungkin kita harus berdoa supaya dampaknya lebih kecil lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *